----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Rabu, 10 Januari 2018 00.41.47 GMT+1Judul: 
[nasional-list] Fw: [GELORA45] 195 Titik Semburan Gas Alam Gegerkan,Warga 
Indramayu
     

  From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] Sent: Wednesday, January 
10, 2018 1:48 AM  


 

https://finance.detik.com/energi/d-3807145/195-titik-semburan-gas-alam-gegerkan-warga-indramayu?_ga=2.165970302.1506033773.1515519663-666702187.1515519663

Rabu 10 Jan 2018, 00:19 WIB
195 Titik Semburan Gas Alam 

Gegerkan Warga Indramayu
Sudirman Wamad - detikFinance  Foto: Dok. BPBD Kabupaten Indramayu    Indramayu 
- Warga Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu digegerkan adanya semburan gas 
alam. Dari hasil penelitian saat ini, semburan gas alam berada di 195 titik, 
yang tersebar di dua desa, yakni Desa Sukaperna dan Pagedangan. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu Edi 
Kusdiana mengatakan dari 195 titik semburan gas alam itu, 165 titik tersebar di 
Desa Sukaperna dan 30 titik tersebar di Desa Pagedangan. Saat ini, dikatakan 
Edi pihak Pertamina dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sedang 
meniliti semburan gas alam itu. 

"Total semburan ada 195 titik. Kemarin Pertamina dan KLHK meninjau lokasi. Saat 
ini sedang diteliti. Kami hanya bergerak dari penangananya saja," kata Edi saat 
dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (9/1/2018). 


|   Semburan gas alam di Indramayu Foto: Dok. BPBD Kabupaten Indramayu |


Kejadian munculnya ratusan titik semburan gas alam itu, sambung Edi terjadi 
sekitar akhir Desember lalu. Sebelumnya, diakui Edi, pada 2015 silam semburan 
gas mulai muncul, namun sekitar 50 titik. 

"Semburan gas ini merupakan perkembangan pada kejadian 2015 lalu. Jumlahnya 
waktu itu sekitar 50 titik," ujarnya. 


|   Gas alam di Indramayu Foto: Dok. BPBD Kabupaten Indramayu |


Edi menjelaskan ratusan semburan gas tersebut berdampak langsung ke masyarakat 
sekitar. Pasalnya, dari sekian ratusan titik semburan, ada puluhan titik yang 
berada di dalam rumah warga. 

"Kita melakukan penanganan dengan mendirikan posko bersama intansi lainnya, 
seperti Dinkes. Kalau ada masyarakat yang terkena dampak atau merasakan sakit 
kita tolong. Dampak tentunya jelas ada, warga ada yang batuk-batuk," ucapnya.


|   Gas alam di Indramayu Foto: Dok. BPBD Kabupaten Indramayu |


Lebih lanjut, Edi mengatakan hari ini pihaknya bersama Pertamina, KLHK, dan 
dinas terkait menggelar rapat untuk membahas penanganan semburan gas tersebut. 
Hasil dari rapat itu, sambungnya, Pertamina akan dibantu KLHK untuk meniliti. 
Selain itu, rencananya semburan gas alam itu akan disalurkan ke pipa milik 
Pertamina yang ada di wilayah tersebut. 

"Nanti semburannya dihilangkan, itu tugasnya Pertamina. Saya kurang tahu 
teknisnya seperti apa. Memang itu muncul secara alami, mungkin endapan ribuan 
tahun lamanya," tutup Edi. (hns/hns) gas alam indramayu






    

Kirim email ke