Jika Prabowo Mau Jadi Presiden, Dukung Saya Maju Gubernur Papua
Jurnal Politik , PemiluPilkada , 30 Desember 2017
Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai saat memberikan keterangan pers di
kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/2/2017).(Foto:
Kompas/Kristian Erdianto)
Mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia RI periode 2012 – 2017,
Natalius Pigai, mengaku bisa mengalahkan Gubernur Papua incumbent, Lukas
Enembe, dalam Pilkada 2018 mendatang.
Natalius mengaku memiliki potensi besar untuk memenangkan pemilihan di wilayah
paling timur RI tersebut.
Selain itu, Natalius juga mengungkapkan bahwa mengalahkan Jokowi itu persoalan
mudah, apalagi jika Prabowo menunjuknya sebagai calon gubernur Papua.
Berikut pernyataan lengkap Natalius Pigai kepada redaksi RMOL, Jumat, 29
Desember 2017:
“Gerindra tidak dukung saya maju gubernur Papua, padahal saya sangat potensial
bisa mengalahkan incumbent, dan banyak orang di Papua tahu itu. Oleh karena
tidak ada partai yang mendukung saya maka terpaksa saya harus memutuskan
mendukung incumbent untuk mempersiapkan diri pada periode berikutnya 2023-2028.
Sikap saya ini telah disampaikan kepada Pak Lukas Enembe bahwa kalau saya dapat
partai, kami akan berkompetisi. Tetapi kalau tidak dapat partai, maka saya
pastikan dukung Lukas periode berikutnya. Sikap saya ini beliau sangat paham.
Kalau Prabowo dukung saya, untuk menghancurkan Jokowi itu soal kecil, apalagi
kalau saya menjadi gubernur. Tolong sampaikan kepada Bapak Prabowo. Jangan
condong ke orang yang punya fulus atau orang lain karena melawan Jokowi itu
bukan soal uang tetapi punya nyali menghancurkan citra Jokowi dan punya massa
di Republik ini.
Tanpa apa-apa saja, Jokowi sudah tersudut, semua jabatan ditawarkan: dubes,
wakil kepala BIN, preskom, dirjen dan lainnya tetapi saya tolak.
Saya tahu, kasus-kasus HAM selama Jokowi pimpin negeri ini, beliau bisa
diselidiki sebagai bagian dari tanggung jawab komando (commander
responsibilities) dalam pelanggaran HAM besar. Hasil penyelidikan rutin Komnas
HAM bisa diketahui untuk meminta pertanggungjawaban Jokowi, Ada juga dokumen
hasil penyelidikan saya dan dokumen lainnya selama di Komnas HAM. Jokowi juga
ketakutan, tapi Prabowo yang untung dan saya tidak mau bongkar dulu.
Jokowi juga pelanggar HAM dan itu bisa menguntungkan posisi Prabowo saat
bertarung. Karena bisa berkampanye di dunia internasional untuk menjatuhkan
Jokowi. Apalagi yang kampanye saya, Jokowi goncang. Strategi seperti itu juga
kami, komunitas HAM, gunakan saat menghancurkan Prabowo 2014. Dengan demikian,
Jokowi dan Prabowo sama yaitu sama-sama melanggar HAM.
Daripada dukung calon gubernur lain yang tidak jelas pendukung, kenapa tidak
saya yang didukung. Pendukung saya di Indonesia ini jelas: umat Islam,
minoritas agama, suku Papua. Tolong sampaikan ke Pak Prabowo bahwa untuk papua
sebaiknya Gerindra kocok ulang.”
SUMBER:
https://jurnalpolitik.id/2017/12/30/jika-prabowo-mau-jadi-presiden-dukung-saya-maju-gubernur-papua/amp/