----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'j.gedearka' [email protected] 
[perhimpunanpersaudaraan] <[email protected]>Kepada: 
"[email protected]" <[email protected]>; 
[email protected] <[email protected]>; 
"[email protected]" <[email protected]>; Persaudaraan 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>Terkirim: Selasa, 16 Januari 2018 19.14.16 GMT+1Judul: 
[perhimpunanpersaudaraan] Cerita Warga Oymyakon, Desa Terdingin di,Siberia 
dengan Suhu -62C
     
 


 
 
https://news.detik.com/internasional/d-3818620/cerita-warga-oymyakon-desa-terdingin-di-
 
siberia-dengan-suhu--62c?_ga=2.143344566.2085763950.1516124618-493570750.1516124618
 
  Selasa 16 Januari 2018, 23:31 WIB 
Cerita Warga Oymyakon, Desa Terdingin di 
 
 
Siberia dengan Suhu -62C
 Aditya Mardiastuti - detikNews     Share 0    Tweet     Share 0    0 komentar  
   Wajah warga pun dipenuhi es karena membeku (Foto: dok. The Siberian Times)   
               Siberia - Desa Oymyakon di Siberia disebut sebagai desa 
terdingin di dunia. Saking dinginnya, suhu di desa itu mencapai -62 derajat 
Celcius dan membekukan bulu mata warganya.
 
 Dilansir The Sun, Selasa (15/1/2018), termometer digital yang dipasang tahun 
lalu untuk membantu turis hanya mampu mengukur hingga -62C sebelum pecah.. 
Salah seorang warga Oymyakon sempat mengukur suhu mencapai -67C, sementara 
pembacaan resmi pemerintah tak menyebutkan angka.
 
 Meski begitu, aktivitas warga tetap berjalan normal. Salah satu video yang 
direkam warga menunjukkan kegiatan di pasar ikan Oymyako berjalan normal, meski 
suhu mencapai -50C di Yakutsk, kota terdingin di dunia.
 
 
|   Termometer terhenti ketika mengukur suhu -62C sebelum pecah Foto: dok. The 
Siberian Times   |

 
 Video yang direkam Vladimir Danilov itu diambil ketika ia sedang membeli ikan 
bandeng untuk dimasak stroganina, makanan khas Siberia yang berupa potongan 
ikan yang dimakan mentah. 
 
 "Ketika merekam video ini tanganku membeku dan terasa sangat nyeri. Dan 
pedagang kios tetap berdiri sepanjang hari. Bagaimana cara mereka menghangatkan 
diri?" ujar Vladimir.
 
 Di tempat terpisah, aktivitas warga juga tetap berjalan normal, meski suhu 
mencapai -56C. Sementara di pagi hari suhu mencapai -60C.
 
 "Saat ini kami membersihkan salju dari kuda Yakut. Untuk kami ini hal yang 
normal. terlihat aneh ketika bekerja sebagai jurnalis dan bertanya bagaimana 
anda hidup di sini. Saya jawab, anda harus datang dan melihat sendiri kehidupan 
kami sehari-hari," kata kamerawan Oymyakon, Semyon Vinokurov, dikutip dari The 
Siberian Times.
 
 
|   Salah seorang warga membersihkan salju dari tubuh kuda jenis Yakut Foto: 
dok. The Siberian Times   |

 
 Namun, ada pula kisah sedih di balik desa dengan suhu terdingin itu. Dua orang 
dinyatakan tewas akibat kedinginan.
 
 Kejadian itu bermula ketika seorang peternak kuda dan empat temannya pergi 
untuk memeriksa hewannya di dekat Sungai Kenkeme. Mobil itu macet dan mereka 
berjalan kaki.
 
 Salah seorang dari rombongan itu memiliki sakit punggung dan tidka bisa 
brjalan. Karena tak berpakaian lengkap, dua di antara rombongan itu mati 
membeku sebelum berhasil diselamatkan. 
 (ams/dkp)
 
 
 
 
 
 
     

Kirim email ke