https://bisnis.tempo.co/read/1052616/kritik-impor-beras-dirjen-pangan-berkukuh-produksi-padi-cukup?
BisnisUtama&campaign=BisnisUtama_Click_2
Kritik Impor Beras, Dirjen Pangan Berkukuh
Produksi Padi Cukup
Reporter:
Bisnis.com
Editor:
Rr. Ariyani Yakti Widyastuti
Minggu, 21 Januari 2018 19:11 WIB
0 komentar
<https://bisnis.tempo.co/read/1052616/kritik-impor-beras-dirjen-pangan-berkukuh-produksi-padi-cukup?BisnisUtama&campaign=BisnisUtama_Click_2#comments>
00000
# Font:
# Ukuran Font: -
<https://bisnis.tempo.co/read/1052616/kritik-impor-beras-dirjen-pangan-berkukuh-produksi-padi-cukup?BisnisUtama&campaign=BisnisUtama_Click_2#font-decrease>
+
<https://bisnis.tempo.co/read/1052616/kritik-impor-beras-dirjen-pangan-berkukuh-produksi-padi-cukup?BisnisUtama&campaign=BisnisUtama_Click_2#font-increase>
#
#
Kritik Impor Beras, Dirjen Pangan Berkukuh Produksi Padi Cukup
<https://bisnis.tempo.co/read/1052616/kritik-impor-beras-dirjen-pangan-berkukuh-produksi-padi-cukup?BisnisUtama&campaign=BisnisUtama_Click_2>
Pekerja mengeluarkan beras dari karung di Pasar Induk Beras Cipinang,
Jakarta, 10 November 2015. Pemerintah memastikan beras impor asal
Vietnam belum masuk ke Indonesia. TEMPO/Tony Hartawan
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian
Pertanian Sumarjo Gatot Irianto berkukuh produksi padi di lapangan
selama ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Karena itu,
ia mengkritik keputusan impor beras
<https://bisnis.tempo.co/read/1050638/bulog-ditugaskan-impor-beras-mendag-tak-ada-spekulasi-lagi>
yang dilakukan belakangan.
Produksi padi dan beras yang cukup itu, menurut Gatot, bisa dibuktikan
dengan foto /open camera/ yang dilengkapi dengan keterangan titik
koordinat berupa garis bujur dan lintang serta tanggal pengambilan
foto. Ada pula citra satelit yang bisa memastikan apakah sebuah lokasi
panen benar-benar ada atau tidak.
*Baca:* *Bulog Ditugaskan Impor Beras, Mendag: Tak Ada Spekulasi Lagi
<https://bisnis.tempo.co/read/1050638/bulog-ditugaskan-impor-beras-mendag-tak-ada-spekulasi-lagi>*
Karena itu pula Gatot meminta sejumlah pihak tidak melulu menyalahkan
data terkait dengan produksi pangan. “Sekarang pertanyaannya, kalau kita
di pasokan lapangan ada, di panennya ada, dan jumlahnya banyak, kenapa
enggak tersedia di pasar?" katanya, Ahad, 21 Januari 2018. "Itu kan
berarti ada /miss/ antara produksi dengan pasar, berarti ada hambatan
distribusi atau ada yang menggoreng.”
Gatot juga menduga telah terjadi penyimpangan yang menyebabkan harga
pangan kerap meninggi menjelang hari besar keagamaan. Pasalnya, hingga
saat ini, produksi padi dan kegiatan panen di Indonesia masih terus
berlangsung dan mencukupi.
Kecurigaan Gatot terhadap adanya kemungkinan hambatan distribusi atau
pihak-pihak yang sengaja menggoreng isu berkembang ini didasarkan pada
kejadian peningkatan harga yang kerap terjadi hampir setiap kali
menjelang hari besar keagamaan, yang biasanya konsumsi rakyat memang
meningkat. Ia lalu meminta pihak terkait lain bisa lebih bijaksana dalam
mengambil jalan keluar dan tidak hanya memikirkan solusi jangka pendek,
yang bisa menimbulkan dampak negatif.
Lebih jauh, dengan mulai beroperasinya Satuan Tugas Pangan yang dipimpin
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Gatot berharap masalah
yang terjadi selama proses distribusi pangan, termasuk kemungkinan
adanya kecurangan pihak tertentu hingga menyebabkan harga meningkat,
bisa segera diselesaikan.
Gatot menyebutkan produksi padi yang besar dan kenaikan harga beras
merupakan fenomena anomali. "Inilah yang harus dicari. Jangan mengambil
solusi yang jangka pendek, yang mendisrupsi sistem produksi pertanian,"
katanya mengkritik soal kebijakan impor beras
<https://bisnis.tempo.co/read/1050612/ombudsman-temukan-dugaan-maladministrasi-impor-beras>
itu.
*BISNIS* <https://bisnis.com>