Apakah ini langkah Walikota Solo mendekati umat Islam?Berkaca apa yg terjadi 
pada mantan Gubernur Jakarta yang juga membangun Masjid Raya, langkah politik 
seperti ini sangat diragukan.

---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :


Taman hiburan itu tempat maksiat nan haram, jadi lebih baik dibikin masjid 
untuk persiapan hari kemudian di taman Firdaus nan indah permai, penuh dengan 
bidadari cantik nan sexy berkehidupan kekal.




https://www.merdeka.com/peristiwa/bekas-taman-hiburan-rakyat-sriwedari-solo-akan-dibangun-masjid-raya-senilai-rp-160-m.html




Bekas taman hiburan rakyat Sriwedari Solo akan dibangun masjid raya senilai Rp 
160 M

Selasa, 23 Januari 2018 00:04 Reporter : Arie Sunaryo
   
   -    


ilustrasi masjid. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Naufal MQ

Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo segera memulai pembangunan masjid 
raya di lahan bekas Taman Hiburan Rakyat Sriwedari. Ketua Umum Panitia Masjid 
Taman Sriwedari sekaligus Wakil Wali Kota (Wawali) Solo, Achmad Purnomo, 
mengatakan anggaran untuk pembangunan hingga saat ini sudah terkumpul sebesar 
Rp 160 miliar.

Menurut Purnomo, dana pembangunan masjid berasal dari corporate social 
responsibility (CSR) tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perbankan serta 
perusahaan lain. Total sumbangan ketiga BUMN sebanyak Rp 80 miliar. Namun ia 
enggan menyebut ketiga BUMN yang menyumbangkan anggaran melalui program CSR.

"Pembangunan akan segera kita mulai, karena uangnya sudah terkumpul Rp 160 
miliar. Ada tiga BUMN yang menyumbangkan anggaran melalui program CSR," kata 
Purnomo, Senin (22/1).

Purnomo menjelaskan, jumlah dana tersebut telah melebihi jumlah anggaran yang 
dibutuhkan yakni Rp 151 miliar. Kendati demikian, Pemkot Solo masih menerima 
sumbangan dari siapapun yang ingin membantu pembangunan masjid raya itu.

Sebenarnya, kata dia, tak sedikit masyarakat yang ingin membantu dana 
pembangunan masjid. Hanya saja sumbangannya harus melalui transfer bank agar 
tidak ada kecurigaan dan akuntabel. Hasil sumbangan tersebut nantinya akan 
dilaporkan setiap bulan.

Untuk kelebihan dana, Purnomo menjelaskan, akan digunakan untuk kepentingan 
pembuatan menara setinggi 114 meter yang dilengkapi lift.
Bangunan tersebut diperkirakan membutuhkan dana lebih.

"Peletakan batu pertama akan dilakukan pada 5 Februari mendatang dan 
ditargetkan akan selesai dua tahun. Sebelumnya diadakan pengajian dan tirakatan 
di lokasi," tuturnya.

Sementara desain masjid raya saat ini memasuki tahap finalisasi dan akan 
ditetapkan dalam rapat pleno panitia pembangunan masjid. Purnomo mengatakan, 
rapat pleno tinggal menunggu pengukuhan panitia pembangunan Masjid Taman 
Sriwedari oleh Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo sekaligus bertindak sebagai 
penasehat.

Sesuai konsep, Purnomo menambahkan, pembangunan masjid akan disesuaikan dengan 
fungsi kawasan tersebut. Hal ini juga sejalan dengan masterplan penataan 
kawasan Sriwedari yang telah disusun Badan Perencanaan Penelitian dan 
Pengembangan Daerah (Bappeda).

Merujuk masterplan tersebut, ruang terbuka hijau akan diperbanyak guna 
mendukung pengembalian Sriwedari menjadi kawasan konservasi dan berkhasanah 
budaya. Dalam hal ini, Pemkot akan mengembalikan roh Sriwedari seperti dulu 
kala saat Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Paku Buwono (PB) X 
sebagai Bon Raja. [lia]







Kirim email ke