*Apakah kehidupan masyarakat akan makmur bin sejahtera dengan makin banyak
rumah ibadah didirikan?*


https://www.merdeka.com/peristiwa/memakan-biaya-rp-913-miliar-pembangunan-masjid-terapung-jawa-barat-dimulai-hari-ini.html


Memakan biaya Rp 913 miliar, pembangunan masjid terapung Jawa Barat dimulai
hari ini

Jumat, 29 Desember 2017 16:43 Reporter : Aksara Bebey
<https://www.merdeka.com/reporter/aksara-bebey-/>



Aher resmikan proyek Masjid Terapung Jabar. ©2017 Merdeka.com/Bahi
Binyatillah

*Merdeka.com - *Pemerintah Provinsi Jawa Barat memulai pembangunan Masjid
Raya Provinsi yang dirancang di atas danau. Masjid megah bernama Al Jabbar
itu dibangun dengan anggaran Rp 913 miliar menggunakan rumus matematika.

Anggaran itu akan digunakan dalam dua tahap. Tahap pertama menghabiskan
anggaran Rp 511 miliar. Itu digunakan untuk membuat danau retensi dan satu
menara. Targetnya, tahap pertama bisa selesai di akhir tahun 2018.

Demikian disampaikan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan saat ditemui usai
peletakan batu pertama di lokasi pembangunan di Jalan Gedebage, Kota
Bandung, Jumat (29/12).

"Mulai hari ini pembangunan, kan ini masuk kategori tahun jamak, sehingga
di bulan Januari tidak ada jeda, langsung 1 Januari terus dilakukan
pembangunan hingga akhir tahun 2018. Insya Allah sampai 70 persen sampai
2018," kata Ahmad Heryawan.

Nantinya, bangunan masjid ini berbentuk persegi dengan ukuran 99 x 99 meter
terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama akan dibangun museum sejarah nabi.
Lalu, lantai dua dan tiga menjadi tempat ibadah yang dapat menampung
sekitar 60 ribu jemaah.

Adanya museum adalah implementasi dari sebuah masjid modern yang
multifungsi.

"Di sini bisa untuk manasik, ada juga Museum Asmaul Husna, Museum Nabi
Muhammad SAW, sejarah Islam Indonesia, sejarah Islam Jabar. Ada tempat
untuk menginap, pelatihan, perpustakaan, pertemuan dan seminar," ucapnya.

Dari proyek itu, ada 21 hektare total lahan yang dibebaskan, 10 hektare di
antaranya digunakan untuk badan air danau buatan Gedebage dengan kedalaaman
3 meter dan bisa menampung air hujan. Keberadaan sungai pun dirancang untuk
memenuhi kebutuhan air baku Kota Bandung setara 15 meter kubik per detik.

"Kami memanfaatkan secara maksimal pembangunan danau buatan ini, selain
memiliki fungsi pengendali banjir, cadangan air baku juga sebagai fungsi
sosial," pungkasnya. *[gil]*

Kirim email ke