*Mengapa terjadi gizi buruk di Papua di zaman yang gemerlang ekonomi cemerlang? Pidato jawabab wakil NKRI di sidang umum PBB, 25 Sept 2017 menangkis tuduhan beberapa negara pasific pelanggaran HAM di Papua, dia antara lain katakan bahwa di Papua dibangun jalan sepanjang 4300 km dan pertumbuhan ekonomi di Papua 9,21% dan adalah tertinggi di NKRI. Apakah tidak hebat, tetapi mengapa ada kekurangan gizi? *
*Melalui gizi buruk bisa dilakukan apa yang disebut ”etnic cleansing atau slow motion genocide”, kalau banyak orang Papua di pedalaman mati, tanah mereka bisa diklaim untuk tanam kelapa sawit atau tempat pemukinan baru bagi mereka wilayah kepadatan penduduk. hehehehehe* https://papua.antaranews.com/berita/465140/danrem-25-warga-pedam-meninggal-akibat-gizi-buruk Danrem: 25 warga Pedam meninggal akibat gizi buruk Minggu, 21 Januari 2018 20:25 WIB Danrem 172/PWY Kolonel Inf Boni Christian Pardede. (Foto: Pendam XVII/Cenderawasih) Dari laporan yang kami terima, ada 25 warga yang meninggal akibat gizi buruk, sebanyak 23 orang diantaranya meninggal pada 6 Desember 2017 Jayapura (Antaranews Papua) - Komandan Korem (Danrem) 172/Praja Wira Yakthi (PWY) Kolonel Inf Bonnie Pardede mengatakan jajarannya mendapat laporan sebanyak 25 orang warga Kampung Pedam, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, meninggal dunia akibat gizi buruk. "Dari laporan yang kami terima, ada 25 warga yang meninggal akibat gizi buruk, sebanyak 23 orang diantaranya meninggal pada 6 Desember 2017, " kata Kolonel Boni Christian Pardede kepada Antara di Jayapura, Minggu. Kabupaten Pegunungan Bintang merupakan bagian dari wilayah teritorial Kodim 1702/Jayawijaya, yang berkedudukan di Wamena. Sementara Korem 172/PWY yang bermarkas di Kota Jayapura, membawahi Kodim 1702/Jayawijaya, Kodim 1701/Jayapura, dan Kodim 1712/Sarmi. Boni mengatakan pihaknya mendapat laporan bahwa kematian 25 orang anak-anak itu diduga akibat dehidrasi dan gizi buruk. Tim kesehatan yang beranggotakan 12 orang termasuk anggota Koramil Oksibil sudah diberangkatkan sejak Jumat (19/1) menuju Kampung Pedam, yang hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki selama semalam dari Ibu Kota Distrik Okbab. Setibanya di Pedam, tim langsung melakukan pemeriksaan terhadap warga di kampung Pedam. "Kodam XVII Cenderawasih juga sudah menjadwalkan pengiriman tim kesehatan ke Pedam menggunakan helikopter, pada Senin (22/1) untuk membantu tim kesehatan yang sudah ada di lokasi terlebih dahulu," ujarnya. (*) Pewarta : Evarukdijati Editor: Anwar Maga COPYRIGHT © ANTARA 2018 AddThis Sharing Buttons
