----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Rabu, 24 Januari 2018 01.29.01 GMT+1Judul: 
Fw: [GELORA45] Jusuf Kalla: Kalau Sekjen Golkar Sekarang Jenderal, Itu Tak 
Lepas dari Masa Lalu
     

  From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] Sent: Wednesday, January 
24, 2018 3:32 AM  


 

 

http://nasional.kompas.com/read/2018/01/24/00004011/jusuf-kalla-kalau-sekjen-golkar-sekarang-jenderal-itu-tak-lepas-dari-masa


Jusuf Kalla: Kalau Sekjen Golkar Sekarang Jenderal, 

Itu Tak Lepas dari Masa Lalu
Ambaranie Nadia Kemala Movanita Kompas.com - 24/01/2018, 00:00 WIB   Wakil 
Presiden RI Jusuf Kalla ketika memberikan keterangan kepada awak media di 
kantor Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa 
(23/1/2018).(KOMPAS.com/ MOH NADLIR)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyinggung soal keterlibatan 
para purnawirawan TNI yang terjung ke dunia politik, termasuk mantan Danjen 
Kopassus Lodewijk Freidrich Paulus yang kini menjadi Sekretaris Jenderal Partai 
Golkar. 

Menurut dia, keterlibatan Lodewijk di dunia politik kini tak lepas dari sejarah 
panjang TNI di Partai Golkar.

Dia pun bercerita saat pemilu dilaksanakan di era Orde Baru, hanya ada tiga 
partai yang diperbolehkan pemerintah yakni Partai Golkar, Partai Demokrasi 
Indonesia, dan Partai Persatuan Pembangunan. 

Golkar, di mana Kalla merupakan salah satu tokoh pentingnya, merupakan partai 
berkuasa saat itu. Bahkan, ABRI juga saat itu dikenakan atribut berwarna kuning 
khas Partai Golkar. 

"Sehingga pada suatu saat, pendahulu bapak-bapak sekalian juga kadang-kadang 
pakai baju kuning. Karena dipaksa pakai baju kuning," kata Kalla di hadapan 
peserta Rapim di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (23/1/2018)..

Baca juga : Reshuffle Kabinet, Jenderal di Lingkaran Jokowi Bertambah 

Oleh karena itu, kata Kalla, citra tentara selalu melekat pada Partai Golkar 
hingga kini. Sambil berkelakar, ia menyinggung Sekretaris Jenderal Partai 
Golkar yang baru menggantikam Idrus Marham, Lodewijk Freidrich Paulus.

Diketahui, Lodewijk merupakan perwira TNI lulusan Akademi Militer pada tahun 
1981 dan pernah menjadi Komandan Jenderal Kopassus pada tahun 2009. 

"Jadi kalau Sekjen Golkar sekarang Jenderal, itu menghubungkan masa lalu. 
Karena tidak lepas dari pada masa lalu," kata Kalla disambut tawa peserta.

Namun, Kalla tak ingin masa lalu terulang di mana tentara bisa berpolitik 
praktis. Ia menegaskan, baik Polri maupun TNI harus bersikap netral dan tidak 
punya hak memilih atau dipilih dalam kontestasi politik. Kecuali dia 
mengundurkan diri dari instansinya.

Baca juga : Profil Lodewijk Freidrich, Mantan Danjen Kopassus yang Jadi Sekjen 
Golkar 

"Bukan berati saya minta tentara ikut lagi, tidak. Tapi pengalaman pada waktu 
itu semua ikut pemilu dan itu juga tak menimbulkan masalah. Sekarang ini tentu 
masalahnya berbeda. Sangat berbeda," kata Kalla.

Letjen (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus resmi menjabat Sekjen Golkar 
menggantikan Idrus Marham. Hal tersebut diumumkan Ketua Umum Partai Golkar 
Airlangga Hartarto terkait kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai 
Golkar Senin (22/1/2018).

Sementara Idrus Marham ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Sosial 
menggantikan Khofifah Indar Parawansa.
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengumumkan kepengurusan baru 
partai berlambang beringin.(Kompas TV)





    

Kirim email ke