From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] 
Sent: Thursday, January 25, 2018 3:09 AM



https://bisnis.tempo.co/read/1053783/prediksi-ekonomi-2018-ketua-apindo-taruhan-dengan-sri-mulyani?

BisnisUtama&campaign=BisnisUtama_Click_2


Prediksi Ekonomi 2018, 
Ketua Apindo Taruhan dengan Sri Mulyani 
Reporter: 
Dias Prasongko
Editor: 
Ali Akhmad Noor Hidayat
Rabu, 24 Januari 2018 21:57 WIB 
 
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Hariyadi Sukamdani (berbaju 
batik) dan Direksi PT Maia Putra Lestari, Ricky Theodores usai menandatangani 
kontrak kerjasama sekaligus menggelar soft launching situs pemesanan hotel, 
www.bookingina.com di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, 11 Desember 2017. 
Tempo/Dias Prasongko

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi 
Sukamdani bertaruh dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani soal pertumbuhan ekonomi 
tahun ini. Dia mengatakan pada 2018 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan 
mencapai 5,2 persen. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 
ekonomi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dalam APBN 2018 sebesar 5,4 
persen.

"Tentu hal ini kami karena sudah selama 3 kali prediksi selalu di atas 
pemerintah dan selalu tidak tercapai. Karena itu, prediksi kami tahun ini lebih 
rendah dari prediksi pemerintah," kata Hariyadi dalam acara Business Outlook 
2018 PAS FM di Hotel Ibis Harmoni, Jakarta, Rabu, 24 Januari 2018.

Simak: Sri Mulyani Kritik Perjalanan Dinas Pemda DKI

Haryadi mengatakan pada tahun 2017 lalu Apindo memprediksi pertumbuhan ekonomi 
mencapai 5,6 persen. Namun realisasinya, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,05 
persen. Sedangkan Pemerintah lewat APBN 2017 mengasumsikan pertumbuhan bisa 
mencapai sampai 5,2 persen.

Terkait prediksi Apindo tersebut Hariyadi berujar telah menyampaikan kepada 
Menteri Keuangan, Sri Mulyani. "Saya taruhan sama Bu Sri Mulyani. Kalau target 
meleset saya bakal traktir makan Bu Sri Mulyani bersama seluruh eselon satunya. 
Kalau ngga Bu Sri Mulyani bakal traktir saya," kata dia.

Dalam presentasinya Hariyadi mengatakan pihaknya optimis terhadap ekonomi pada 
tahun 2018. Meskipun demikian masih banyak yang perlu diperhatikan seperti 
semakin berkurangnya industri padat karya dan menguatnya industri padat modal. 
Hal ini, tentu akan menambah beban berat bagi masyarakat yang berada pada 
middle lower.

Karena itu, menurut Haryadi salah satu tantanganya adalah bagaimana menambah 
employment bagi masyarakat di level itu. Dalam konteks ini, Haryadi mengusulkan 
kepada pemerintah untuk mulai memperhatikan dan memprotrksi industri UKM dan 
juga UMKM.

Selain itu, Haryadi juga berujar bahwa tantangan ditahun 2018 adalah masih 
banyaknya kebijakan pemerintah yang seringkali tidak konsisten. Bahkan, kata 
dia, banyak pula yang membuat kebijakan dengan berdasar pada data yang tidak 
valid.









Kirim email ke