Bung Lin yb.
Tulisan bung di bawah ini menginspirasi saya juga. Karena itu dalam
menanggapi tulisan bung ini saya mau menceritakan sedikit pengalaman hidup saya.
Ketika saya masih anak-anak, saya mendapat pendidikan dalam keluarga bahwa
kalau makan jangan sampai makanan di piring dihabisi semua. Kalau makanan
sampai habis semua, maka rezeki tidak akan datang lagi.
Saya mengikuti nasehat dan pandangan yang demikian itu sampai dewasa.
Setiap habis makan ada saja sisa makanan yang saya tinggalkan di piring yang
akhirnya akan dibuang begitu saja.
Setelah sekolah ke luar negeri saya mulai melihat cara orang dari berbagai
negeri makan sesuai dengan kebiasaan masing-masing. Yang paling berkesan,
ketika kami melakukan kerja badan di perkebunan jeruk di Kuba. Saya tinggal
satu asrama dengan mahasiswa dari Tiongkok dan kami makan selalu bersama di
satu meja. Saya perhatikan orang-orang Tiongkok setiap kali makan, piringnya
selalu bersih, tidak ada sisa-sisa makanan.
Lalu saya bertanya kepada mereka mengapa setiap kali makan saya lihat piring
kalian bisa bersih begitu. Salah seorang dari mereka yang bernama Fidel ( nama
aslinya Zhang shao thi) menjelaskan kepada saya bahwa:"Ketua Mao mengajarkan
kepada kami bahwa kami tidak boleh membuang makanan, karena makanan yang kita
makan ini hasil kerja rakyat dan lagi di dunia ini masih banyak orang yang
tidak cukup makanan."
Itulah asal mula saya tidak mau lagi menyisakan makanan di piring setelah
habis makan sampai sekarang. Fidel (Zhang Shao Thi) menjadi teman saya. Kami
bertemu lagi beberapa tahun kemudian di Nan Chang, karena dia bekerja di bagian
luar (wai phan) PKT propinsi Chiang Shi. Dia ikut membimbing kami meninjau dan
belajar ke Yen An.
Sayapun merasa tidak sampai hati melihat makanan yang dibuang kecuali kalau
bukan terpaksa. Apalagi kalau kita sering melihat masih begitu banyaknya orang
terutama anak-anak di Afrika yang kelaparan.
Saya lihat kalau di tanah air kita banyak juga orang yang memesan makanan di
rumah makan yang berlebihan dan tidak habis dimakan. Tapi biasanya sisa makanan
itu ada yang dibungkus lalu dibawa pulang. Mungkin di Eropa cara ini tidak
biasa dilakukan orang.
Dengan pengalaman bung bersama teman-teman di Jerman itu, maka kita tidak
boleh jemu menasehati siapa saja terutama anak-anak supaya tidak membuang
makanan kecuali kalau terpaksa misalnya makanan sudah rusak. Tepat sekali
pribahasa "Money is yours, but resources belong to the siciety".
Salam S.Manap.
Den onsdag, 24 januari 2018 17:02 skrev "Hsin Hui Lin [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]>:
Kopas : *BACAAN INSPIRATIF :* Jerman adalah sebuah negara industri
terkemuka. Di negara seperti ini, banyak yang mengira warganya hidup foya-foya.
Ketika saya tiba di Hamburgg , bersama rekan-rekan kami masuk ke restoran. Kami
melihat banyak meja yang kosong. Ada satu meja dimana sepasang anak muda sedang
makan. Hanya ada 2 piring makanan dan dua kaleng bir di meja mereka. Saya
bertanya dalam hati, “Apa hidangan yang begitu simple ini bisa disebut
romantis?“
Kemudian ada beberapa wanita tua di meja lainnya. Ketika makanan dihidangkan,
pelayan membagi makanan & mereka menghabiskan setiap butir makanan yang ada di
piring mereka.
Karena kami lapar, rekan kami memesan lebih banyak makanan. Saat selesai,
tersisa kira-kira sepertiganya yang tidak dapat kami habiskan di meja.
Tapi begitu kami hendak meninggalkan restoran, wanita tua yang duduk dari meja
sebelah menegur kami dalam bahasa Inggris, dan menyatakan bahwa mereka tidak
senang karena kami memubazirkan makanan.
Sahabat saya lalu menjawab teguran itu: *“Lho kami yang membayar kok, ini
bukan urusan kalian jika makanan kami tersisa.“*
Mendadak wanita tua itu dan temannya meradang. Salah satunya segera
mengeluarkan HP & menelpon seseorang. Tak lama kemudian seorang pria
berseragam yakni Sekuritas Sosial negeri itu tiba. Setelah mendengar sumber
masalah pertengkaran, ia menerbitkan surat denda Euro 50 pada kami. Kami semua
terdiam.
Petugas tersebut lalu berkata dengan suara yang galak:
*“PESANLAH MAKANAN YG SANGGUP ANDA MAKAN, UANG ITU MILIKMU TAPI SUMBER DAYA
ALAM INI MILIK BERSAMA. ADA BANYAK ORANG LAIN DI DUNIA YANG KEKURANGAN.. KALIAN
TIDAK PUNYA ALASAN UNTUK MENYIA-NYIAKAN SUMBER DAYA ALAM TERSEBUT”*
Pola pikir dari masyarakat di negara makmur tsb membuat kami sungguh merasa
malu. Bayangkan, kita yang berasal dari negara yang tidak makmur-makmur amat
hidup dengan gengsi, dan sering pesan makanan berlebihan, apalagi saat menjamu
tamu.
Pelajaran ini sangat penting. *“MONEY IS YOURS BUT RESOURCES BELONG TO THE
SOCIETY.”*
Kawan, marilah mengurangi pemubaziran, karena uang memang milikmu, tapi sumber
daya alam itu milik bersama.
Sebarkan! #yiv4759340310 #yiv4759340310 -- #yiv4759340310ygrp-mkp {border:1px
solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv4759340310
#yiv4759340310ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv4759340310
#yiv4759340310ygrp-mkp #yiv4759340310hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv4759340310 #yiv4759340310ygrp-mkp #yiv4759340310ads
{margin-bottom:10px;}#yiv4759340310 #yiv4759340310ygrp-mkp .yiv4759340310ad
{padding:0 0;}#yiv4759340310 #yiv4759340310ygrp-mkp ..yiv4759340310ad p
{margin:0;}#yiv4759340310 #yiv4759340310ygrp-mkp .yiv4759340310ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv4759340310 #yiv4759340310ygrp-sponsor
#yiv4759340310ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv4759340310
#yiv4759340310ygrp-sponsor #yiv4759340310ygrp-lc #yiv4759340310hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv4759340310
#yiv4759340310ygrp-sponsor #yiv4759340310ygrp-lc .yiv4759340310ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv4759340310 #yiv4759340310actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv4759340310
#yiv4759340310activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv4759340310
#yiv4759340310activity span {font-weight:700;}#yiv4759340310
#yiv4759340310activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv4759340310 #yiv4759340310activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv4759340310 #yiv4759340310activity span
span {color:#ff7900;}#yiv4759340310 #yiv4759340310activity span
.yiv4759340310underline {text-decoration:underline;}#yiv4759340310
.yiv4759340310attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv4759340310 .yiv4759340310attach div a
{text-decoration:none;}#yiv4759340310 .yiv4759340310attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv4759340310 .yiv4759340310attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv4759340310 .yiv4759340310attach label a
{text-decoration:none;}#yiv4759340310 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv4759340310 .yiv4759340310bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv4759340310
.yiv4759340310bold a {text-decoration:none;}#yiv4759340310 dd.yiv4759340310last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4759340310 dd.yiv4759340310last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4759340310
dd.yiv4759340310last p span.yiv4759340310yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv4759340310 div.yiv4759340310attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv4759340310 div.yiv4759340310attach-table
{width:400px;}#yiv4759340310 div.yiv4759340310file-title a, #yiv4759340310
div.yiv4759340310file-title a:active, #yiv4759340310
div.yiv4759340310file-title a:hover, #yiv4759340310 div.yiv4759340310file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv4759340310 div.yiv4759340310photo-title a,
#yiv4759340310 div.yiv4759340310photo-title a:active, #yiv4759340310
div.yiv4759340310photo-title a:hover, #yiv4759340310
div.yiv4759340310photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv4759340310
div#yiv4759340310ygrp-mlmsg #yiv4759340310ygrp-msg p a
span.yiv4759340310yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv4759340310
.yiv4759340310green {color:#628c2a;}#yiv4759340310 .yiv4759340310MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv4759340310 o {font-size:0;}#yiv4759340310
#yiv4759340310photos div {float:left;width:72px;}#yiv4759340310
#yiv4759340310photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv4759340310
#yiv4759340310photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv4759340310
#yiv4759340310reco-category {font-size:77%;}#yiv4759340310
#yiv4759340310reco-desc {font-size:77%;}#yiv4759340310 .yiv4759340310replbq
{margin:4px;}#yiv4759340310 #yiv4759340310ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv4759340310 #yiv4759340310ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4759340310
#yiv4759340310ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv4759340310
#yiv4759340310ygrp-mlmsg select, #yiv4759340310 input, #yiv4759340310 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4759340310
#yiv4759340310ygrp-mlmsg pre, #yiv4759340310 code {font:115%
monospace;}#yiv4759340310 #yiv4759340310ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv4759340310 #yiv4759340310ygrp-mlmsg #yiv4759340310logo
{padding-bottom:10px;}#yiv4759340310 #yiv4759340310ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv4759340310 #yiv4759340310ygrp-msg
p#yiv4759340310attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv4759340310
#yiv4759340310ygrp-reco #yiv4759340310reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv4759340310 #yiv4759340310ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv4759340310 #yiv4759340310ygrp-sponsor
#yiv4759340310ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv4759340310
#yiv4759340310ygrp-sponsor #yiv4759340310ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv4759340310
#yiv4759340310ygrp-sponsor #yiv4759340310ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv4759340310 #yiv4759340310ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv4759340310 #yiv4759340310ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv4759340310 #yiv4759340310ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv4759340310
#yiv4759340310ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv4759340310