http://nasional.kompas.com/read/2018/01/25/13265461/mirwan-amir-minta-sby-hentikan-proyek-

e-ktp-tetapi-ditolak


 Mirwan Amir Minta SBY Hentikan Proyek


 E-KTP, tetapi Ditolak

Abba Gabrillin
Kompas.com - 25/01/2018, 13:26 WIB
Mantan pimpinan Banggar DPR Mirwan Amir usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (26/4/2013) terkait korupsi pengadaan sarana dan prasarana Proyek Hambalang. Anggota DPR Komisi I ini, diperiksa sebagai saksi dengan tersangka, Andi Mallarangeng, Dedi Kusdinar dan Teuku Bagus Muhammad Noer. Mantan pimpinan Banggar DPR Mirwan Amir usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (26/4/2013) terkait korupsi pengadaan sarana dan prasarana Proyek Hambalang. Anggota DPR Komisi I ini, diperiksa sebagai saksi dengan tersangka, Andi Mallarangeng, Dedi Kusdinar dan Teuku Bagus Muhammad Noer. (KOMPAS/ALIF ICHWAN)

*JAKARTA, KOMPAS.com* — Mantan Politisi Partai Demokrat, Mirwan Amir <http://indeks.kompas.com/tag/Mirwan-Amir>, pernah meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghentikan proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP). Namun, permintaan itu ditolak SBY <http://indeks.kompas.com/tag/SBY>.

Hal itu dikatakan Mirwan saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (25/1/2018). Mirwan bersaksi untuk terdakwa Setya Novanto.

"Saya menyampaikan ke Pak SBY agar e-KTP tidak diteruskan," ujar Mirwan di dalam persidangan.

(Baca juga: Fadli Zon Minta KPK Serius Usut Keterangan Novanto soal Bagi-bagi Duit e-KTP <http://nasional.kompas.com/read/2018/01/23/17411811/fadli-zon-minta-kpk-serius-usut-keterangan-novanto-soal-bagi-bagi-duit-e-ktp>)

Menurut Mirwan, saat itu ia mendengar informasi dari pengusaha Yusnan Solihin bahwa ada masalah dalam pelaksanaan proyek e-KTP <http://indeks.kompas.com/tag/proyek-e-KTP>.

Informasi itu kemudian disampaikan kepada SBY saat ada kegiatan di kediaman SBY di Cikeas, Jawa Barat.

Namun, menurut mantan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR itu, SBY menolak menghentikan proyek e-KTP yang sedang berlangsung. Alasannya, karena saat itu menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

"Tanggapan Bapak SBY karena ini menuju pilkada, jadi proyek ini harus diteruskan," kata Mirwan.

Dalam persidangan, Mirwan mengatakan, saat itu ia tidak memiliki kekuatan menghentikan proyek e-KTP.

Di KPK, karyawan dengan tertib keluar gedung setelah merasakan gempa dan berkumpul di seberang jalan gedung.(Kompas TV)

Kirim email ke