Oh masih suka dikudhang-kudhang imperialis lain toh. Tapi ada yang lucu juga omongan Liu He ini. Dia bilang "Tiongkok akan terus mendorong keterbukaan terhadap dunia luar, secara besar-besaran membuka akses pasar". Lah pada hal sejak kapitalisme melancarkan ekspedisi kolonialisme ke seluruh penjuru dunia dlm rangka meningkatkan sistim kapitalismenya ke tingkat imperialisme, itu berarti nahwa tingkat hubungan perekonomian di dunia ini sudah terbuka dan imperialisme tidak jemu-jemunya sudah mulai menghisap kekayaan negeri-negeri jajahan dan rakyatnya dan begitu rakusnya proses caplok-mencaplok sasaran penghisapannya itu akhirnya antara negara-negara imperialisme itu sendiri melancarkan Perang Dunia ke-II; medan perang imperialisme itu terjadi juga di wilayah Asia termasuk di Tiongkok terhadap rakyat Tiongkok tempo doeloe yang sudah mulai bangkit melawan kaum feodal dan imperialis dibawah pimpinan PKT-nya Mao Cushi. Begitu lamanya penghisapan thd rakyat itu sampai-sampai kaum kompradornya tidak merasakan lagi dan merasa bersukur boleh hidup bersama-sama tuan imperialisnya sebagai kawulonya.
Nah baru setelah Mao Cushi pada 1 Oktober 1949 memproklamirkan berdirinya RRT dan menyatakan bahwa rakyat Tiongkok sudah bangkit dan berdiri tegak sejajar dengan rakyat-rakyat di dunia, eh si imperialis pada marah dan melancarkan embargo terhadap wilayah Tiongkok karena RRT menolak melakukan sistim hubungan ekonomi penghisapan terhadap rakyat Tiongkok dan dengan konsekwen membangun masyarakat sosialisme. Ini berlangsung sampai Mao Cushi wafat. Sesudah Deng, penguasa RRT berikutnya, memenuhi keinginan imperialis untuk menegakkan kembali sistim perekonomian kapitalisme, maka embargo yang sangat merugikan hubungan Tiongkok berdiri sejajar dengan dunia luar itu, baru dicabut oleh dunia barat dengan kata selimut: "Periode sesudah Tiongkok membuka diri." Mengapa demikian semantismenya seolah-olah sebelumnya yang menutup hubungan dng luarnegeri itu Tiongkok sendiri. Padahal kan RRT melakukan prinsip hubungan sama derajat! Lah maksudnya supaya daya hisap imperialisme tidak tampak kekejaman dan kebengisannya. Disamping itu juga untuk menipu mereka yang masih memandang imperialisme itu ada yang baik dan yang tidak dan berilusi bahwa Tiongkok sekarang masih menuju ke sosialisme. Am Fri, 26 Jan 2018 15:33:55 +0800 schrieb "'Chan CT' [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>: > Hadirin Davos Nilai Tinggi Kebijakan Ekonomi Tiongkok > 2018-01-26 13:44:31 Kantor Berita Xinhua > > Anggota Politbiro Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) > selaku Direktur Kantor Tim Pimpinan Keuangan dan Ekonomi Pusat, Liu > He hari Selasa (23/1) menghadiri sidang tahunan Forum Ekonomi Dunia > ke-48 dan menyampaikan pidato mengenai kebijakan ekonomi Tiongkok. > > Liu He dalam pidatonya menyampaikan keinginan Tiongkok untuk > mendorong proses globalisasi ekonomi. Liu He menegaskan, Tiongkok > akan terus mendorong keterbukaan terhadap dunia luar, secara > besar-besaran membuka akses pasar, aktif mendorong pembangunan "satu > sabuk satu jalan", memelihara multilateralisme dan sistem perdagangan > multilateral dengan pandangan konsultasi bersama, pembangunan bersama > dan pembagian bersama, mendorong penggalangan hubungan internasional > tipe baru, mendorong pembangunan komunitas senasib manusia. Deputi > Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Uni Emirat Arab, > Mohammed Sharaf menyatakan, kebijakan ekonomi Tiongkok yang terbuka > tidak saja bermanfaat bagi perkembangan Tiongkok, tetapi juga membawa > sejahtera kepada seluruh dunia. Dikatakannya, yang menggembirakan > ialah Tiongkok menentang proteksionisme dan membangun bersama > komunitas internasional dalam dunia yang ketidakstabilan. Tiongkok > telah menyampaikan informasi yang positif, keterbukaan Tiongkok tidak > saja bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi > seluruh dunia. > > Mengenai masalah kecemaran lingkungan dan perubahan iklim, > Mantan Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Atta Annan memuji intensitas > Tiongkok dalam mencegah polusi, memperbaiki kualitas lingkungan > ekologi dan menganjurkan pelaksanaan Persetujuan Paris di bawah kerja > sama internansional. > > Kofi Atta Anan berpendapat, Tiongkok mengekspresikan daya > pimpinan yang kuat dalam masalah perubahan iklim dan masalah > lingkungan, memainkan peranan yang sangat penting, ia menyatakan > yakin bahwa pemerintah semua negara akan mempelajarinya.
