http://sp.beritasatu.com/ekonomidanbisnis/penerbitan-surat-utang-makin-agresif/122445
*Penerbitan Surat Utang Makin Agresif* *ID* | Rabu, 24 Januari 2018 | 11:21 [JAKARTA]Pemerintah dan korporasi makin agresif menerbitkan surat utang sehingga berpotensi terjadi perebutan dana di pasar obligasi tahun ini. Pemerintah menargetkan penerbitan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 414,5 triliun (netto) untuk menutup defisit anggaran Rp 325,9 triliun dalam APBN 2018 atau 2,19% terhadap produk domestik bruto (PDB). Sementara itu, potensi emisi obligasi korporasi diproyeksi bisa mencapai Rp 158 triliun.. Saat ini pemerintah telah berhasil menghimpun Rp 64 triliun dari tiga kali lelang. *Pertama*, pada 3 Januari, dari lelang lima seri Surat Utang Negara (SUN) diraih Rp 25,5 triliun dari nilai penawaran Rp 86,2 triliun. *Kedua*, pada 9 Januari, pemerintah menyerap dana sebesar Rp 13 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 32,2 triliun. *Ketiga*, pada 16 Januari, pemerintah kembali menghimpun dana Rp 25,5 triliun dari lelang SUN dengan penawaran sebesar Rp 72,64 triliun. Sementara itu, Ditjen Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kemenkeu juga akan melakukan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (23/1). SBSN yang akan dilelang meliputi seri SPN-S (Surat Perbendaharaan Negara-Syariah) dan PBS (Project Based Sukuk). Lelang kali ini memiliki target Rp 8 triliun. Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menuturkan, pemerintah dan swasta berpotensi berebut dana di pasar obligasi tahun ini. Sebab, kedua pihak sangat agresif menerbitkan surat utang sejak tahun lalu. Akan tetapi, dia memprediksi penerbitan SBN dan obligasi korporasi tetap seimbang tahun ini, sama seperti pada 2017. “SBN dan obligasi korporasi memiliki karakteristik yang berbeda. SBN lebih stabil dan berisiko rendah, sedangkan obligasi korporasi cukup menarik untuk diperdagangkan. Jadi, karakter pembelinya juga berbeda,” ujar dia di Jakarta, akhir pekan lalu. Reza memprediksi pasar obligasi tahun ini tetap menarik, kendati kupon lebih rendah. Dia mencatat, kupon SBN tenor 10 tahun berkisar 6,8-6,9% pada 2018, turun dari tahun lalu 7,6-7,7%. Itu sebabnya, dia menilai langkah pemerintah yang jorjoran menerbitkan SBN pada awal tahun cukup tepat.[ID/M-6]
