Wah saya sangat setuju dengan tulisan anak SD ini yang bernama king Johnson, 
bahwa suku indian lah yang menemukan Amerika bukannya Colombus.
Seperti yang pernah saya posting sebelumnya bahwa disertasi DR. I Made Merte 
Sudah mengungkapkan bahwa suku maya berasal dari Bali age di bali yaitu 
kerajaan Maya Denawa, dengan bukti hampir seluruh budaya suku maya, dll ada di 
bali saat ini.
Makanya kita dibali menunggu-nunggu kehadiran  suku indian di Amerika untuk 
datang ke bali untuk menghormati leluhurnya di pure Besakih. Karena pure ini di 
bangun oleh nenek moyang suku indian

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Saturday, January 27, 2018 3:24 AM
To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; Persaudaraan 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Sebut Penemu Benua Amerika Bukan, Columbus, 
Tulisan Murid SD Jadi Viral





http://internasional.kompas.com/read/2018/01/26/16100061/sebut-penemu-benua-amerika-

bukan-columbus-tulisan-murid-sd-jadi-viral

Sebut Penemu Benua Amerika Bukan
Columbus, Tulisan Murid SD Jadi Viral
Veronika Yasinta
Kompas.com - 26/01/2018, 16:10 WIB
[Monumen Christopher Colombus di Barcelona, Spanyol.            (AFP/Josep 
Lago)]
Monumen Christopher Colombus di Barcelona, Spanyol. (AFP/Josep Lago)

CHICAGO, KOMPAS.com - Tulisan seorang murid berusia 8 tahun di Chicago, 
Amerika<http://indeks.kompas.com/tag/Amerika> Serikat, menjadi 
viral<http://indeks.kompas.com/tag/viral> di media sosial. Dia menulis jurnal 
untuk gurunya di mata pelajaran sejarah <http://indeks.kompas.com/tag/sejarah> 
pekan ini.

Dilansir dari The Huffington Post, Rabu (24/1/2018), murid sekolah dasar 
bernama King Johnson menulis jurnal tentang makna Hari Columbus.

Dalam tulisan itu, King memberi tahu gurunya bahwa penjelajah Eropa yang 
dikenal mengarungi samudera menuju Amerika pada 1492, Christopher 
Columbus<http://indeks.kompas.com/tag/Christopher-Columbus>, bukanlah penemu 
benua Amerika.

"Dia tidak menemukan negara kita, tapi suku Indian," tulisnya.

King mengawali tulisannya di jurnal dengan mengaku pelajaran sejarah hari itu 
tidaklah menyenangkan.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Indian Pertama Dilantik Jadi Presiden 
Bolivia 
<http://internasional.kompas.com/read/2018/01/22/14175621/hari-ini-dalam-sejarah-indian-pertama-dilantik-jadi-presiden-bolivia>

"Blah blah blah... saya hanya ingin Anda tidak berbicara. Anda mengatakan 
sesuatu yang salah dan saya tidak bisa mendengarkan kebohongan," tulisnya.

Di akhir jurnalnya, dia menuliskan sebuah pertanyaan yang mengecewakan gurunya.

"Bagaimana orang kulit putih mengajar sejarah tentang orang kulit hitam," tanya 
King.

Sang guru membalasnya dengan catatan yang ditulis dengan tinta merah, tepat di 
bawah pertanyaan terakhir pada jurnal King.

"King, saya sangat kecewa dengan jurnalmu hari ini," tulis sang guru.

Baca juga : Trump Ucapkan Kalimat Rasis di Hadapan Veteran Perang 
Indian<http://internasional.kompas.com/read/2017/11/28/14325081/trump-ucapkan-kalimat-rasis-di-hadapan-veteran-perang-indian>

Ibu King, Robin Johnson, mengaku sangat bangga dengan tulisan anaknya, kendati 
dia tidak berkenan dengan kalimat pembuka yang ditulis anaknya dalam jurnal.

"Saya selalu menghabiskan waktu untuk mengajar anak saya. Pada hari pertama 
libur sekolah di Hari Columbus, dia bertanya kenapa tidak masuk sekolah," 
katanya.

King mengatakan dia menulis jurnal tersebut karena dia tidak menyukai sisi 
gelap yang keluar dari pembohong.

"Sangat penting untuk mengatakan yang sebenarnya karena dunia harus dipenuhi 
dengan kepercayaan dan cinta," ujarnya.

Unggahan jurnal King di Facebook telah dibagikan lebih dari 135.000 kali.

Beberapa orang memuji keberanian King. Sementara, warga net lainnya berpikir 
kenapa sang guru tidak menggunakan momen itu sebagai sarana dialog.

Kirim email ke