Trump bangun jejaring 5G untuk tangkal spionase China
 Senin, 29 Januari 2018 10:14 WIB
 
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (REUTERS/Jonathan Ernst)

Washington (ANTARA News) - Tim keamanan nasional Presiden Donald Trump tengah 
mengkaji opsi menghadang ancaman China memata-matai panggilan telepon di 
Amerika Serikat, di antaranya dengan mempertimbangkan pembangunan jaringan 
nirkabel supercepat 5G, kata seorang pejabat senior pemerintahan Trump seperti 
dikutip Reuters. 

Opsi itu kini sedang diperdebatkan pada eselon rendah pemerintahan dan tinggal 
enam atau enam bulan sebelum disampaikan kepada Presiden Trump.

Konsep 5G ini ditujukan untuk melawan ancaman China terhadap keamanan siber dan 
keamanan ekonomi AS.

Pemerintahan Trump mengambil kebijakan yang jauh lebih keras dari pendahulunya 
Barack Obama dalam berbagai isu, mulai dari peran China dalam mengekang ambisi 
Korea Utara, sampai usaha China mengakuisisi perusahaan-perusahaan AS.

Baca juga: Donald Trump kadang 'ngetwit' dari tempat tidur

Bulan ini saja, perusahaan AT&T (T.N) dipaksa membatalkan rencana menawarkan 
handset buatan perusahaan China Huawei setelah beberapa anggota Kongres melobi 
pemerintah untuk membatalkan rencana itu.

Pemerintah AS juga menghalangi rangkaian akusisi perusahaan oleh China dengan 
alasan masalah keamanan nasional, termasuk proposal Ant Financial membeli 
perusahaan transfer uang, MoneyGram International Inc.

"Kami ingin membangun sebuah jaringan yang membuat China tak bisa mendengarkan 
panggilan telepon Anda," kata sang pejabat senior kepada Reuters. "Kami harus 
mempunyai jaringan yang aman yang tidak boleh dimasuki aktor-aktor jahat. Kami 
juga harus memastikan China tidak menguasai pasar dan mencampakkan semua 
jaringan non-5G."


Pewarta: -
Editor: Jafar M Sidik

Kirim email ke