Dua Tahun Digenjot, Program Listrik Jokowi-JK Baru Tercapai 1.358 MW
SELASA, 30 JAN 2018 04:55 | EDITOR : SAUGI RIYANDI







 
Transmisi PLN (Dok. JawaPos.com)


Berita Terkait
  a.. Menteri Jonan: Belum Ada BUMN yang Mampu Kelola Tambang Freeport
   
  b.. Minyak Bumi Mau Habis, Gus Falah Dorong Penggunaan Energi Terbarukan
   
  c.. ESDM Ingin Harga Batubara Acuan Masuk Penetapan Tarif ListrikJawaPos.com 
- Pemerintah Jokowi-JK memiliki program prioritas di bidang kelistrikan yaitu 
pembangunan megaproyek 35.000 Megawatt (MW). Hal ini dilakukan untuk 
ketersediaan listrik yang memadai, merata dan harga yang terjangkau akan 
meningkatkan pertumbuhan investasi dan ekonomi masyarakat.

Tercatat, hingga 15 Januari 2018, Program 35.000 MW yang telah beroperasi 
adalah sebesar 1.358 MW. Di mana, 466 MW dibangun oleh PLN dan sisanya, sebesar 
892 MW dari perusahaan listrik swasta (IPP).

"Pembangkit 35.000 MW yang telah beroperasi tersebar di wilayah Sulawesi dengan 
total 538 MW, disusul Sumatera 455 MW, Maluku dan Papua 135 MW, Kalimantan 126 
MW, sedangkan sisanya tersebar di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 
104 MW," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama 
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi, di Jakarta, 
Senin (29/1).

 
Presiden Jokowi (Dok. Jawapos.com)



Agung juga menegaskan saat ini sebanyak 17.096 MW sudah memasuki tahap 
konstruksi. Sebesar 5.657 MW oleh PLN dan 11.439 yang berasal dari pengembang 
swasta.

"Dari Proyek 35.000 MW, 17.096 MW atau sekitar 48 persen sudah masuk tahap 
konstruksi. Sementara, 12.724 MW lainnya sudah kontrak namun belum kontruksi. 
Jadi yang belum melakukan kontrak atau Power Purchase Agreement hanya 4.682 MW. 
Ini trennya jelas, positif. Sekitar 20.000 MW diantaranya ditargetkan 
beroperasi pada tahun 2019," jelasnya.

Di samping Proyek 35.000 MW terdapat juga pembangunan pembangkit yang berasal 
Fast Track Program (FTP) tahap 1 dan 2 serta Program Reguler yang berjumlah 
sekitar 7.800 MW. Agung menjelaskan, ketiga program tersebut, sebesar 6..395 MW 
di antaranya telah beroperasi.

Sebagaimana diketahui, program 35.000 MW sangat berkontribusi terhadap rasio 
elektrifikasi. Hingga akhir tahun 2017, raihan rasio elektrifikasi Nasional 
mencapai 95,35 persen. Angka ini lebih tinggi dari target yang ditetapkan, 
yaitu 92,75 persen.

(sab/JPC)

Kirim email ke