https://nasional.tempo.co/read/1055749/sejumlah-ormas-melarang-bakti-sosial-gereja-santo-paulus-yogya?TerkiniUtama&campaign=TerkiniUtama_Click_3
Sejumlah Ormas Melarang Bakti Sosial Gereja
Santo Paulus Yogya
Reporter:
Shinta Maharani (Kontributor)
Editor:
Kukuh S. Wibowo
Selasa, 30 Januari 2018 23:07 WIB
0 komentar
<https://nasional.tempo.co/read/1055749/sejumlah-ormas-melarang-bakti-sosial-gereja-santo-paulus-yogya?TerkiniUtama&campaign=TerkiniUtama_Click_3#comments>
00102
# Font:
# Ukuran Font: -
<https://nasional.tempo.co/read/1055749/sejumlah-ormas-melarang-bakti-sosial-gereja-santo-paulus-yogya?TerkiniUtama&campaign=TerkiniUtama_Click_3#font-decrease>
+
<https://nasional.tempo.co/read/1055749/sejumlah-ormas-melarang-bakti-sosial-gereja-santo-paulus-yogya?TerkiniUtama&campaign=TerkiniUtama_Click_3#font-increase>
#
#
Sejumlah Ormas Melarang Bakti Sosial Gereja Santo Paulus Yogya
<https://nasional.tempo.co/read/1055749/sejumlah-ormas-melarang-bakti-sosial-gereja-santo-paulus-yogya?TerkiniUtama&campaign=TerkiniUtama_Click_3>
Petugas Gegana Brimob Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan
penyisiran di Gereja Kristen Jawa Gondomanan, Yogyakarta, 24 Desember
2016. Penyisiran yang dilakukan di sejumlah gereja di DIY itu guna
menjamin keamanan dan kenyamanan perayaan Natal 2016. ANTARA/Andreas
Fitri Atmoko
*TEMPO.CO, Bantul*- Panitia Gereja Santo Paulus, Pringgolayan,
Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta menggelar rapat internal
setelah kegiatan bakti sosial oleh gereja tersebut batal digelar,
Selasa, 30 Januari 2018. Sejumlah jemaat gereja dan kalangan yang peduli
kepada kerukunan umat beragama datang dalam rapat yang berlangsung di
aula gereja
<https://www.tempo.co/tag/pelarangan-penutupan-gereja?type=foto>itu.
Semula bakti sosial akan berlangsung di rumah Kasmijo, Kepala Dusun
Jaranan, Banguntapan. Kegiatan itu rangkaian dari memperingati 32 tahun
berdirinya gereja sekaligus peresmian paroki dari paroki administratif
menjadi paroki mandiri.
Baca: Peneliti: Intoleransi Yogyakarta Semakin Menguat
<https://nasional.tempo.co/read/836510/peneliti-intoleransi-yogyakarta-semakin-menguat>
Namun, Ahad pagi, 28 Januari 2018, sejumlah pemuda masjid dan organisasi
kemasyarakat atau ormas
<https://www.tempo.co/tag/ormas-organisasi-massa>yang mengatasnamakan
Islam mendatangi bakti sosial yang baru akan dimulai pagi itu. Di
antaranya Front Jihad Islam (FJI), Forum Umat Islam (FUI) dan Majelis
Mujahidin Indonesia.
Mereka menolak bakti sosial dengan alasan kristenisasi dan meminta
panitia gereja memindahkan kegiatan itu di gereja. “Ada sekitar 50 orang
dari ormas yang datang, di antaranya Front Jihad Islam. Demi menjaga
suasana dan pertimbangan keamanan, kami membatalkan bakti sosial,” kata
Ketua Panitia Acara, Agustinus Kelikasih.
Simak: Hadiri Doa 171717, Ketua MUI: Jaga Negara dari Kelompok Intoleran
<https://nasional.tempo.co/read/900882/hadiri-doa-171717-ketua-mui-jaga-negara-dari-kelompok-intoleran>
Bakti sosial tersebut sedianya akan diisi dengan menjual 185 paket
sembako murah. Paket itu di antaranya terdiri dari beras, teh dan gula.
Ada juga acara bersepeda bersama warga kampung. Selain bakti sosial,
panitia gereja pada hari yang berbeda telah menggelar tirakatan,
syukuran /paseduluran /dengan mengundang kalangan muslim. Ada juga
ziarah ke sejumlah tokoh.
Komandan Front Jihad Islam Abdurrahman mengakui laskarnya datang bersama
ormas lainnya. Ia menuding bakti sosial itu bagian dari kristenisasi
karena kalangan gereja melibatkan umat muslim. Menurut dia, bakti sosial
itu menyasar kaum muslim yang lemah secara ekonomi. “Seharusnya kegiatan
gereja dilakukan di gereja. Bukan melibatkan kaum muslimin,” kata
Abdurrahman ketika dihubungi.
Menurut dia, kedatangan laskar FJI ke tempat yang akan dijadikan sebagai
bakti sosial itu atas permintaan sejumlah penduduk yang menolak bakti
sosial. Ia menyebutkan satu atau dua penduduk di sana merupakan anggota FJI.
*SHINTA MAHARANI*
------------------------------------------------------------------------