----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected]
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: GELORA_In
<[email protected]>Terkirim: Rabu, 31 Januari 2018 12.43.08 GMT+1Judul:
[nasional-list] Ekspor Indonesia kalah dengan tetangga, Presiden minta Kemendag
tanggungjawab
Ekspor Indonesia kalah dengan tetangga, Presiden minta Kemendag tanggungjawab
Rabu, 31 Januari 2018 11:40 WIB
Presiden Joko Widodo. (ANTARA /Puspa Perwitasari)
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo menyindir dan menyebut ada yang
salah dengan ekspor Indonesia karena masih kalah dengan negara tetangga di
ASEAN.
Presiden menyebut ekspor Indonesia pada 2017 mencapai 145 miliar dolar AS masih
kalah dengan Thailand yang mencapai 231 miliar dolar As, Malaysia 184 miliar
dolar dan Vietnam yang mencapai 160 miliar dolar.
"Negara sebesar ini kalah dengan Thailand. Dengan resources dan SDM yang sangat
besar, kita kalah. Ini ada yang keliru dan harus ada yang diubah," kata
Presiden saat pidato pembukaan rapat kerja Kementerian Perdagangan 2018 di
Istana Negara Jakarta, Rabu.
Menurut Presiden, ini semua tanggung jawab Kementerian Perdagangan untuk
meningkatkan ekspor Indonesia. "Ini tanggung jawab saudara sekalian," kata
Jokowi.
Presiden menyebut ada kekeliruan yang harus dibenahi sehingga ekspor Indonesia
tidak kalah dengan negara-negara tetangga yang jumlah penduduk dan sumber
dayanya masih dibawah Indonesia.
Jokowi juga menyebut Indonesia terlalu monoton dan mengurus pasar tradisonal
saja dan tidak mau membuka pasar baru.
"Kita nggak lihat Pakistan yang penduduknya 270 juta dibiarkan dan tidak
diurus. Bangladesh misalnya penduduknya tidak kecil, 160 juta ini pasar besar
meski sudah surplus tapi angkanya terlalu kecil. Afrika tidak pernah kita
tengok, bahkan ada expo di sana kita tidak ikut. Kesalahan seperti ini yang
rutin dan tidak pernah diperbaiki," ungkap Presiden.
Jokowi mengingatkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita untuk melakukan
evaluasi dan apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan ekspor Indonesia.
"Setelah pembukaan (Raker) tolong Pak Menteri secara detail dievaluasi dan apa
yang harus dilakukan. Jangan raker tapi tidak memunculkan sesuatu yang baru dan
tidak memunculkan ide baru, gagasan baru agar kita bisa bersaing dengan negara
lain," katanya.
Presiden di awal pidatonya juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya
didorong oleh dua hal, yakni investasi dan ekspor.
"Sudah berulang kali saya sampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi kuncinya ada dua.
Bagaimana kita bisa meningkatkan investasi dan meningkatkan ekspor, hanya itu
ngak ada yang lain. Oleh sebab itu Kementerian Perdagangan sangat berperan
sekali terutama di satu hal ekspor," kata Presiden.
Dalam pembukaan rapat kerja Kemendag ini beberapa menteri dan kepala lembaga
hadir, diantaranya Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mendag Enggartiasto
Lukita, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kapolri Jenderal (Pol) Tito
Karnavian, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko.
Pewarta: Joko Susilo
Editor: Unggul Tri Ratomo