*Kalau belum atau tak ada yang mampu lantas siapa yang akan mengolahnya
jika dinasionalisasikan? Ataukah untuk kepentingan kampanye Pemilu sengaja
diisukan hiruk pikuk dan nanti seandainya berhasil diambil alih akan
disewakan oleh rezim kaum neo-Mojopahit kepada konco bin sahabat mereka.
Dengan rejeki nomplok atas nama nasionalisasi. Adakah sesuatu lain dibalik
ucapan belum ada yang mampu?*


https://www.jawapos.com/read/2018/01/26/184079/menteri-jonan-belum-ada-bumn-yang-mampu-kelola-tambang-freeport



Menteri Jonan: Belum Ada BUMN yang Mampu Kelola Tambang Freeport

Jumat, 26 Jan 2018 11:16 | editor : Saugi Riyandi

<https://www.jawapos.com/uploads/news/2018/01/26/menteri-jonan-belum-ada-bumn-yang-mampu-kelola-tambang-freeport_m_184079.jpeg>

konferensi pers pemerintah RI dengan Freeport Mc Moran *(Dok. JawaPos.com)*

Berita Terkait

   -

   Dua Tahun Digenjot, Program Listrik Jokowi-JK Baru Tercapai 1.358 MW
   
<https://www.jawapos.com/read/2018/01/30/184855/dua-tahun-digenjot-program-listrik-jokowi-jk-baru-tercapai-1358-mw>
   -

   Minyak Bumi Mau Habis, Gus Falah Dorong Penggunaan Energi Terbarukan
   
<https://www.jawapos.com/read/2018/01/26/184074/minyak-bumi-mau-habis-gus-falah-dorong-penggunaan-energi-terbarukan>
   -

   ESDM Ingin Harga Batubara Acuan Masuk Penetapan Tarif Listrik
   
<https://www.jawapos.com/read/2018/01/26/184038/esdm-ingin-harga-batubara-acuan-masuk-penetapan-tarif-listrik>

*JawaPos.com* - Kontrak PT Freeport Indonesia akan berakhir pada 2021.
Namun, pemerintah diminta untuk menunggu kontrak habis dan menguasai 100
persen sahamnya ketimbang 51 persen perusahaan tambang asal Amerika Serikat
ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan
pemerintah harus menunjuk kontraktor asing atau perusahaan nasional jika
ingin mengambil alih pengelolaan tambang bawah tanah milik Freeport dengan
menyetop perpanjangan kontrak.

"Kalau tidak diperpanjang (kontrak), ada yang berpandangan bisa diserahkan
ke kontraktor asing lain untuk mengelola. Tapi ada yang berpandangan
diserahkan ke PT Aneka Tambang (Antam) Tbk," ujar Jonan di Jakarta, Kamis
(25/1) malam.

Freeport *(Dok. Jawapos.com)*

Namun, dia pesimistis dengan kemampuan Antam mengelola tambang bawah tanah
Freeport. Sebab, belum ada pengalaman dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
maupun perusahaan nasional mengelola tambang yang dinilai sangat kompleks
tersebut.

"Kalau diserahkan ke Antam, saya yakin tidak bisa karena *expertise*-nya
tidak pernah ada. Karena ini adalah tambang tembaga bawah tanah yang
panjang terowongannya 700 km dan kita tidak pernah mengelola tambang
sekompleks ini. Di dunia pun, ini *one of the most complex engineering
design* yang pernah dibikin untuk tambang bawah tanah," tegas Jonan.

Dia mengatakan, saat ini upaya pemerintah adalah menguasai 51 persen saham
Freeport Indonesia dengan harga paling wajar. Salah satu caranya dengan
membeli hak partisipasi perusahaan asal Australia, Rio Tinto di tambang
Freeport Indonesia sebesar 40 persen.

"Sebesar 40 persen hak partisipasi ini bisa dikonversi menjadi saham pada
2021 seiring dengan perpanjangan hak partisipasi antara Rio Tinto dan
Freeport McMoran pada periode yang sama," kata Jonan.

Kirim email ke