----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'j.gedearka' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: "[email protected]" 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; Persaudaraan 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]>Terkirim: 
Rabu, 31 Januari 2018 07.29.25 GMT+1Judul: [GELORA45] Sejumlah Ormas Melarang 
Bakti Sosial Gereja,Santo Paulus Yogya
     
 


 
 
https://nasional.tempo.co/read/1055749/sejumlah-ormas-melarang-bakti-sosial-gereja-santo-paulus-yogya?TerkiniUtama&campaign=TerkiniUtama_Click_3
 
 
 Sejumlah Ormas Melarang Bakti Sosial Gereja 
 
 
Santo Paulus Yogya 
   Reporter: 
Shinta Maharani (Kontributor)
   Editor: 
Kukuh S. Wibowo
  Selasa, 30 Januari 2018 23:07 WIB     0 komentar     00102       
   -  Font: 
           
   -  Ukuran Font: - + 
   -    
 
   -    
 
       
Petugas Gegana Brimob Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan 
penyisiran di Gereja Kristen Jawa Gondomanan, Yogyakarta, 24 Desember 2016. 
Penyisiran yang dilakukan di sejumlah gereja di DIY itu guna menjamin keamanan 
dan kenyamanan perayaan Natal 2016. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
   
TEMPO.CO, Bantul- Panitia Gereja Santo Paulus, Pringgolayan, Banguntapan, 
Kabupaten Bantul, Yogyakarta menggelar rapat internal setelah kegiatan bakti 
sosial oleh gereja tersebut batal digelar, Selasa, 30 Januari 2018. Sejumlah 
jemaat gereja dan kalangan yang peduli kepada kerukunan umat beragama datang 
dalam rapat yang berlangsung di aula gereja itu.
 
Semula bakti sosial akan berlangsung di rumah Kasmijo, Kepala Dusun Jaranan, 
Banguntapan. Kegiatan itu rangkaian dari memperingati 32 tahun berdirinya 
gereja sekaligus peresmian paroki dari paroki administratif menjadi paroki 
mandiri.
 
Baca: Peneliti: Intoleransi Yogyakarta Semakin Menguat
 
Namun, Ahad pagi, 28 Januari 2018, sejumlah pemuda masjid dan organisasi 
kemasyarakat atau ormas yang mengatasnamakan Islam mendatangi bakti sosial yang 
baru akan dimulai pagi itu. Di antaranya Front Jihad Islam (FJI), Forum Umat 
Islam (FUI) dan Majelis Mujahidin Indonesia.
   
Mereka menolak bakti sosial dengan alasan kristenisasi dan meminta panitia 
gereja memindahkan kegiatan itu di gereja. “Ada sekitar 50 orang dari ormas 
yang datang, di antaranya Front Jihad Islam. Demi menjaga suasana dan 
pertimbangan keamanan, kami membatalkan bakti sosial,” kata Ketua Panitia 
Acara, Agustinus Kelikasih.
 
Simak: Hadiri Doa 171717, Ketua MUI: Jaga Negara dari Kelompok Intoleran
 
Bakti sosial tersebut sedianya akan diisi dengan menjual 185 paket sembako 
murah. Paket itu di antaranya terdiri dari beras, teh dan gula. Ada juga acara 
bersepeda bersama warga kampung. Selain bakti sosial, panitia gereja pada hari 
yang berbeda telah menggelar tirakatan, syukuran paseduluran dengan mengundang 
kalangan muslim. Ada juga ziarah ke sejumlah tokoh.
 
Komandan Front Jihad Islam Abdurrahman mengakui laskarnya datang bersama ormas 
lainnya. Ia menuding bakti sosial itu bagian dari kristenisasi karena kalangan 
gereja melibatkan umat muslim. Menurut dia, bakti sosial itu menyasar kaum 
muslim yang lemah secara ekonomi. “Seharusnya kegiatan gereja dilakukan di 
gereja. Bukan melibatkan kaum muslimin,” kata Abdurrahman ketika dihubungi.
 
Menurut dia, kedatangan laskar FJI ke tempat yang akan dijadikan sebagai bakti 
sosial itu atas permintaan sejumlah penduduk yang menolak bakti sosial. Ia 
menyebutkan satu atau dua penduduk di sana merupakan anggota FJI.
 
SHINTA MAHARANI
   
 
 
 
 
 
    

Kirim email ke