*Benarkah sex bebas banyak melahirkan bayi, bila demikian halnya mengapa
pertumbuhan penduduk begitu pesat di negeri-negeri yang tidak diberlakukan
sex bebas? Kalau remaja berhubungan sex itu siapa yang menciptakan tenaga
gaib pada mereka untuk gasak-gasak. Barangkali ada baiknya diadakan doa
bersama di alon-alon minta kepda Maha Kuasa atas bumi dan langit agar
diciptakan manusia yang tidak dihinggapi kehendak surga dunia sebelum
masanya untuk kencang-berkencang atau berenak-enakan. Amin.*


http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/24913/Banyak-Bayi-Dibuang-Akibat-Seks-Bebas-yang-Semakin-Parah



Banyak Bayi Dibuang Akibat Seks Bebas yang Semakin Parah

31 Januari 17:40 | Dilihat : 18

[image: Banyak Bayi Dibuang Akibat Seks Bebas yang Semakin Parah] Ilustrasi
aksi tolak pergaulan bebas

*Jakarta (SI Online) *- Indonesian Police Watch (IPW) mengungkapkan,
tingkat sadisme dan seks bebas di kalangan remaja Indonesia kian
memprihatinkan. Hal ini ditandai makin tingginya angka pembuangan bayi di
jalanan di sepanjang Januari 2018.

"Ada 54 bayi dibuang di jalanan di Januari 2018. Pelaku umumnya wanita muda
berusia antara 15 hingga 21 tahun," papar Ketua Presidium Neta S Pane
melalui keterangan persnya di Jakarta, Rabu (31/01/2018).

IPW mendata, sepanjang Januari 2018 bayi yang dibuang di Indonesia ada
sebanyak 54 bayi. Angka ini mengalami kenaikan dua kali lipat (100 persen
lebih) jika dibandingkan dalam periode yang sama pada Januari 2017, yang
hanya ada 26 kasus pembuangan bayi.

Di 2017 angka pembuangan bayi di Indonesia tergolong tinggi dalam sejarah,
yakni ada 179 bayi yang dibuang di jalanan, 79 tewas, 10 masih bentuk janin
dan 89 berhasil diselamatkan.

"Sepertinya di 2018 ini trennya akan lebih meningkat lagi karena di Januari
saja sudah naik 100 persen," kata dia.

Untuk diketahui, terang dia, sebagian besar orang tua yang melakukan
pembuangan bayinya itu lebih memilih menaruh jabang bayinya di jalanan.

Dari 54 bayi yang dibuang di sepanjang Januari 2018, terang dia, sebanyak
27 bayi bisa diselamatkan. Kondisi bayi dalam keadaan hidup. Hal ini
dikarenakan warga dengan cepat membantu bayi yang ditemukannnya untuk
dibawa ke puskesmas dan dilaporkan ke polisi. Sementara sebanyak 27 bayi
meninggal dunia saat dibuang oleh orang tuanya.

Adapun daerah yang kasus pembuangan bayi terbanyak, ungkap dia, adalah Jawa
Timur menempati posisi tertinggi dalam kasus pembuangan bayi di Januari
2018, dengan 15 kali kejadian.

"Di bulan yang sama tahun 2017 lalu, Jatim juga menempati peringkat pertama
dengan 9 kasus. Sidoarjo sebagai kabupaten terbanyak kasus pembuangan bayi
di Januari 2018, yakni ada tiga kasus pembuangan bayi, disusul Malang yang
ada dua kasus. Setelah itu Surabaya, Mojokerto, Nganjuk, Jombang, Madiun,
Ponorogo, Lamongan, dan Bangkalan masing-masing satu kasus," paparnya.

Sedangkan, sambung dia, Hingga akhir Januari, Jakarta dan Jateng, menempati
urutan kedua paling banyak terjadinya pembuangan bayi. Yakni masing-masing
ada enam kasus bayi dibuang.

Jabar di urutan ketiga, ada lima bayi dibuang. Kepri dan Sulsel di urutan
keempat, ada tiga bayi dibuang di jalanan. Daerah kelima rawan pembuangan
bayi adalah Jogja, Sumsel, Sumut, Sumbar dan Aceh, masing masing dua kasus
pembuangan bayi.

Sedangkan peringkat enam dari jumlah bayi yang dibuang. Di Banten, NTB,
NTT, Jalteng, Sultra dan Bali, masing-masing ada satu kejadian.

Diungkapkannya kembali, Dalam kasus pembuangan bayi ini, orang tuanya yang
rata rata masih berumur muda itu cenderung mengambil gampangnya dan mencari
jalan pintas, yakni dengan cara membuang bayinya ke jalanan, dengan kantong
kresek maupun dus mi instan.

"Sehingga bayi yang dibuang di jalanan di sepanjang Januari menempati
posisi terbanyak, dengan 12 kasus. Urutan kedua tempat Favorit membuang
bayi adalah sungai atau kali atau selokan atau parit, ada 11 peristiwa dan
sebagian ditemukan mengapung," lirih Neta.

Selain itu, tanbah dia, Rumah warga baik itu di halaman depan atau
belakangnya, maupun diteras juga jadi tempat pembuangan bayi hasil hubungan
gelap, yakni ada tujuh kejadian.

Namun, kata dia, ada juga para orang tua yang tidak bertanggung jawab itu
membuang jabang bayi ke tempat sampah atau bak sampah.

"Jumlahnya sebanyak 6 kejadian, Kamar mandi atau kloset dan emperan
toko/warung/kios juga dijadikan tempat pembuangan bayi, ada sebanyak 4
kejadian," terangnya.

Sementara itu, jelas dia, pembuangan bayi di Mushola atau masjid menempati
urutan ke-enam sebagai tempat Favorit pembuangan bayi, dengan 3 kejadian.
Di urutan ke delapan, sawah sebagai tempat pembuangan bayi, ada 2 kejadian,
Di urutan terakhir, dengan satu kejadian, para orang tua yang tidak
bertanggung jawab itu memilih membuang bayinya di hutan, kebun, bak mobil,
toilet pesawat, dan ada juga yang meracuni dan mengubur bayinya hidup-hidup.

Menurutnya, makin menggilanya aksi pembuangan bayi hasil hubungan gelap dan
seks bebas ini perlu perhatian semua pihak.

Disarankannya, Pemerintah, para pendidik, tokoh-tokoh agama, tokoh
masyarakat dan para orang tua perlu mencermati fenomena seks bebas yang
telah melahirkan sikap nekat di sebagian generasi muda ini.

"Sehingga aksi pembuangan bayi yang melonjak 100 persen lebih di Januari
2018 ini bisa diantisipasi agar tidak lebih meluas lagi," ujar Neta.

"Jajaran kepolisian sendiri terlihat sudah bekerja keras untuk mengungkap
kasus kasus pembuangan bayi di Januari 2018. Terbukti sebagian dari pelaku
berhasil diciduk polisi, sehingga terlacak usia pelaku antara 15 hingga 21
tahun," pun

Kirim email ke