https://www.antaranews.com/berita/682200/presiden-minta-perjanjian-
perdagangan-bebas-segera-direalisasikan
Presiden minta perjanjian
perdagangan bebas segera
direalisasikan
Rabu, 31 Januari 2018 23:21 WIB
Presiden Joko Widodo. (ANTARANews/Joko Susilo)
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo meminta agar perjanjian
perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) antara Indonesia
dengan sejumlah negara bisa segera direalisasikan.
Sekretaris Kabinet Pramono Anung setelah rapat terbatas bertema
peningkatan investasi dan peningkatan ekspor yang dipimpin Presiden
Jokowi di Kantor Presiden Jakarta, Rabu, mengatakan Presiden telah
meminta sejumlah jajarannya untuk segera merampungkan proses perundingan
FTA dengan sejumlah negara.
"Diperintahkan ke Mendag, Menko Perekonomian untuk FTA dan PTA segera
diselesaikan. Free trade agreement-nya segera diselesaikan," katanya.
Hal itu terutama untuk FTA dengan negara-negara seperti Uni Eropa,
Amerika, dan Australia.
Selain soal FTA, Presiden Jokowi juga memerintahkan kepada seluruh
menteri untuk melakukan deregulasi peraturan terkait investasi dan ekspor.
"Intinya adalah menyederhanakan semua aturan yang berkaitan dengan
investasi dan ekspor," kata Pramono.
Selama ini, dinilai masih terlalu banyak persoalan yang ada di Indonesia
terkait regulasi yang justru membuat Indonesia tidak fleksibel dalam hal
investasi dan ekspor.
"Hal ini membuat kita tidak fleksibel dalam hal yang berkaitan dengan
investasi dan ekspor," katanya.
Oleh karena itulah, beberapa langkah dilakukan di antaranya dengan
menetapkan kebijakan untuk menyederhanakan tata niaga melalui pergeseran
pengawasan ketentuan Larangan dan/atau Pembatasan (Lartas) dari "border"
ke "post border".
Kebijakan ini bertujuan mendorong daya saing industri yang butuh bahan
baku impor, daya saing ekspor dan efisiensi kebutuhan konsumsi, dimana
pemerintah menerapkan kebijakan baru di perbatasan yang terkait dengan
pintu masuk barang impor.
Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018