Pertama Kalinya, Monyet Tiongkok Dikloning DNA Manusia 
http://www.netralnews.com/news/nasional/read/125591/pertama.kalinya..monyet.tiongkok.dikloni
 Minggu, 28 Januari 2018 | 15:35 WIB

 

 
Daily MailSejumlah ilmuwan mengklaim telah mengkloning dua ekor monyet di 
Tiongkok dengan DNA manusia.

 

 SHANGHAI, NNC – Sejumlah ilmuwan, salah satunya Mu-Ming Poo, mengklaim telah 
mengkloning dua ekor monyet di Tiongkok dengan DNA manusia.
 Para periset mengatakan bahwa mereka telah memecahkan penghalang terakhir 
melakukan kloning manusia dan menawarkan harapan perawatan untuk penyakit 
Alzheimer, Parkinson dan lainnya.
 Monyet adalah hewan yang paling mirip dengan manusia yang dan bisa diciptakan 
melalui 'kloning sejati', yakni secara efektif mengcopy DNA dari satu individu. 
Namun ada pihak penentang dan mengatakan bahwa perkembangan tersebut 
mengkhawatirkan.
 "Kami khawatir bahwa ini adalah batu loncatan untuk penciptaan manusia. Meski 
kelihatannya sulit secara teknis, mereka yang memiliki sumber keuangan cukup 
dan ambisi untuk menjadi yang pertama melakukan kloning cenderung coba-coba,” 
kata kata Dr David King dari kelompok lobi Human Genetics Alert, seperti 
dilansir dari laman Daily Mail, Minggu (28/1/2018).
 Monyet yang bernama Zhong Zhong dan Hua Hua  adalah primata pertama yang 
dikloning dengan menggunakan teknik transfer sel somatik sel. DNA diambil dari 
sel janin kera, dimasukkan ke dalam telur dan dibuahi secara artifisial untuk 
membentuk embrio yang kemudian lahir dari ibu pengganti.
 Zhong Zhong dan Hua Hua lahir delapan dan enam minggu yang lalu masing-masing 
di cabang neuroscience Chinese Academy of Sciences. Butuh 21 monyet pengganti, 
yang hanya memiliki enam kehamilan yang sukses.
 Dr Poo mengatakan timnya tidak berniat menggunakan metode mereka untuk 
menciptakan manusia. Namun Darren Griffin, profesor genetika di University of 
Kent, mengatakan kloning primata non-manusia niscaya akan menimbulkan 
serangkaian masalah etika.
 Profesor Robin Lovell-Badge, seorang ahli kloning di Francis Crick Institute 
di London, mengatakan bahwa dia tidak yakin bahwa penelitian tersebut 
meningkatkan kemungkinan manusia dikloning.
 “Karya di makalah ini bukanlah batu loncatan untuk menetapkan metode untuk 
mendapatkan klon manusia hidup. Ini jelas merupakan hal yang sangat bodoh untuk 
dicoba. Ini akan tidak efisien, terlalu tidak aman, dan juga tidak ada 
gunanya,” kata profesor.

 
 
 Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
 Editor : Lince Eppang

 

Kirim email ke