Under China’s labor management system, independent unionism is strictly
banned,and the state’s official trade union body monopolizes worker
representation. That means that all of China’s806,498,521 workers are barred
from forming independent organizations toagitate for their interests — in an
economy where the poorest 25 percent of households own just 1 percent of the
country’s total wealth, andwhere long hours, safety hazards, and authoritarian
management define life inthe factories. (25% keluarga termiskin memilik hanya
1% dari kekayaan total Tkk……)
This official antagonism has not stopped theemergence of workers’ resistance.
The number of strikes has been increasing over the past twodecades, and as Eli
Friedman wrote last year, “on a typical dayanywhere from half a dozen to
several dozen strikes are likely taking place.”Workers’ rights NGOs, while
operating from a distinct disadvantage, have becomeincreasingly involved and
visible.
The Chinese state denies the legality and evenexistence of these growing
strikes. Thus the landscape of coverage and analysishas been sparse. ( Ini
penting untuk diingat: Penguasadi Tiongkok tidak mengakui pemogokan sebagai
seseuatu yang legal. Mereka jugamenolak mengakui adanya pemogokan yang terus
berkembang, Peliputan terhadap pemogokan sangat jarang. Olehkarena itu orang
seperti Chan remo mana tahu dan mana mau mengakui akan adanyaperlawanan dari
kaum buruh!!! )
China on Strike: Narratives ofWorkers’ Resistance hasarrived to fill that gap.
It was compiled by Chinese university students,workers, and activists who
embedded themselves in workers’ communities andworkplaces, hoping not only to
record their stories but to outline a roadmap ofresistance to other workers.
The following excerpt serves both as arecord of one person’s working life and
of a particular strike in the southernmetropolis of Shenzhen; its underlying
causes, how workers developed aconsensus about what to do and what to demand,
and its ultimate outcome.
It both encapsulates the extraordinarycircumstances ordinary Chinese workers
face and shows the transformativepotential of China’s expansive labor unrest.
On Wednesday, January 31, 2018 9:00 PM, "'Chan CT' [email protected]
[temu_eropa]" <[email protected]> wrote:
Kirim ulang ke 2X, ... entah mengapa belum juga keluar di GELORA45, ...!
Dan sedikit perbaikan redaksi dan tambahan foto desa Xiao Gang dimasa miskin.
From: Chan CT
Sent: Tuesday, January 30, 2018 10:51 AM
To: Tatiana Lukman ; [email protected] ; [email protected] ;
DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Farida
Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; [email protected] ; Ronggo A. ;
Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; [email protected] ; Sie Tik Tan ;
Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; Nunu Nugroho
Subject: Re: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang pemimpin mahasiswa
maois Universitas Peking
Sudahlah, tak da guna kita teruskan pertengkaran dari teori ke teori lagi,
..... CUKUP kita sabar melihat dan saksikan sendiri bagaimana kenyataan yang
terjadi di Tiongkok saja, khusus mencapai target yg telah ditetapkan Kongres-18
PKT dan dipertegas dalam Kongres-19 yg baru lalu itu, nanti 2020, tinggal 2
tahun kedepan, di Tiongkok TIDAK ADA LAGI KEMISKINAN! Sekarang ini, atau
konkritnya ditahun 2017 yl. dinyatakan masih 30 juta rakyatnya yang tersisa
hidup dalam garis kemiskinan. Jadi, nanti 2020 Tiongkok memasuki masyarakat
sedikit MAKMUR, seorangpun tidak boleh tertinggal dalam kemiskinan! Bukankah
tujuan perjuangan KOMUNIS itu membebaskan umat manusia dari penderitaan dan
kemiskinan!?
Tentu tujuan KOMUNIS juga menghapuskan PENGHISAPAN manusia atas manusia, .....
yang menjadi masalah bagaimana dan kapan bisa dilaksanakan! Yang PASTI tidak
bisa main GEMPUR saja! Tidak bisa menyalahi HUKUM perkembangan masyarakat itu
sendiri! Kalau saja dikatakan masyarakat sosialis adalah kelanjutan masyarakat
kapitalis tingkat tinggi, tentu tidak mungkin dicapai dalam masyarakat masih
peralihan dari feodal ke kapitalis, dimana masyarakat masih sangat miskin dan
tenaga produktif masih sangat terbelakang! Artinya, baik di Rusia masa 1917
maupun Tiongkok tahun 1956, BELUM mencapai masyarakat kapitalis tingkat tinggi,
tidak mungkin memasuki masyarakat sosialis! Itulah sebab Ketua Mao diawal mula
perjuangannya menentang dilaksanakan Rev. Sosialis di Tiongkok yang masih
sangat miskin dan kapitalis baru mulai tumbuh itu..
Kenyataan yang terjadi, dengan jalan revolusi Sosialis dengan paksa membasmi
kapitalis untuk mewujudkan tiada penghisapan manusia atas manusia lagi,
akhirnya MERUSAK sistim perkembangan masyarakat itu sendiri. Tanpa disadari,
begitu kapitalis-kapitalis dibasmi dan diganti PEJABAT-PEJABAT kader komunis,
dipihak lain kehidupan BURUH juga terjadi perubahan, ... tidak lagi dalam
kehidupan pemerasan kapitalis, tapi didorong bekerja atas KESADARAN klas buruh.
Ternyata, KESADARAN manusia dalam masyarakat itu terjadi dalam kehidupan
sehari-hari yang dialami dan dalam perjuangan kerjanya itu sendiri. Bukan
terutama hasil propaganda apalagi dengan dicekoki dan dengan menindas,
menangkapi orang-orang yang berbeda pendapat saja. Disinilah terjadi kasalahan
Stalin dan Mao setelah BERHASIL merebut kekuasaan dan usaha merubah kesadaran
manusia normal yang egoistis menjadi kesadaran komunis dengan mencekoki bahkan
memaksakan orang berkesadaran sosialis, ... Akibatnya terjadi tidak sedikit
pelanggaran HAM, mengakibatkan tidak sedikit pejabat, kader bahkan orang kecil
yang tidak berdosa jatuh korban dengan tuduhan segala macam “KANAN”,
“Anti-Partai”, “Anti-Sosialis”, “Penempuh Jalan Kapitalis” dsb. dsb.nya ,
...... ratusan ribu orang dijebloskan dalam kamp konsentrasi kerja utk mencuci
otak! Kesadaran dengan dicekoki yang bersandar pada paksaan, kekerasan begitu
dalam kenyataan tidak merubah KESADARAN dan mental manusia sesusungguhnya!
Buktinya, begitu Sovyet Uni, negara sosialis pertama didunia dihianati
Gobarchove dan bahkan PKUS dibubarkan Jeltsin, kader-kader PKUS yg berkesadaran
Bolsyewiek itu TIDAK berkemampuan melawan dan meneruskan perjuangan dengan
bangkitkan rakyat Sovyet yg selama masa Lenin-Stalin tergembleng dicecoki
kesadaran Leninisme itu, ...
Saya melihat yang dijalankan Tiongkok lebih 30 tahun terakhir ini, ... dengan
memperkenankan sementara orang kaya lebih dahulu, kembali memperkenankan
kapitalis hidup, tumbuh dan berkembang. Artinya, Tiongkok lebih dahulu berusaha
melepaskan diri dari kemiskinan, lebih dahulu mengejar tingkat kemakmuran
masyarakat. Jadi mengambil cara terbalik, bukan melorot kapitalis yang sudah
kaya, apalagi membasmi kapitalis, tapi mengangkat kesejahteraan buruh/tani dari
kemiskinan ketaraf hidup yang lebih manusiawi dan lebih baik, meningkatkan
kesejahteraan masyarakat luas lebih didahulu. Caranya?
Dijalankan dengan proses perlahan-lahan, sesuai perkembangan masyarakat yang
ada, dengan reformasi dan berangsur-angsur memperluas demokrasi. Setelah
kekuasaan ditangan rakyat tentu tidak harus jalankan REVOLUSI dengan perubahan
radikal lagi! Yang diutamakan bisa meningkatkan kesejahteraan 1,3M rakyat
Tiongkok! Jadi, TIDAK benar dikatakan BURUH di Tiongkok diperas bekerja lebih 8
jam/hari dengan tidak ada jaminan sosial yang memadai. MAYORITAS MUTLAK Buruh
Tiongkok sekarang ini merasakan kehidupan jauh lebih baik, jauh lebih makmur
ketimbang kehidupan mereka ditahun sebelum 1978! Kehidupan mayoritas mutlak
buruh-tani di TIongkok sudah jauh, jauh lebih sejahtera ketimbang sebelum tahun
1978! Bukan saja hidup berkecukupan, sebagian besar sudah bisa bertamasya
keberbagai objek tamasya dalam negeri bahkan TIDAK SEDIKIT yang sudah bisa
bertamasya keluarnegeri! Ketentuan UU Perburuhan di TIongkok sudah cukup bagus
dalam membela kepentingan buruh/pekerja nya. Sudah tentu, disana-sini bisa saja
ada kapitalis-kapitalis nakal yang melanggar dan melakukan penghisapan berlebih
yang tidak manusiawi saja. Tentu semua ini bisa terjadi karena perbaikan masih
dalam proses dan belum menjadi KESADARAN masyarakat. Pejabat dan kader PKT nya
juga masih saja ada yang korup, bejad moral dsb. Itulah kenyataan kwalitas
manusia dalam masyarakat terbelakang yang harus dihadapi dan menemukan cara
mengatasinya dengan baik. Jangan terbalik saja dalam menilai, NILA yang setitik
itu jadi rusak susu sebelangga!
Lalu bagaimana petani didesa-desa?
Saya pernah memperhatikan mengapa yang diangkat DESA-TELADAN keberhasilan
melepaskan diri dari kemiskinan menjadi deesa makmur adalah Desa Xiao Gang di
An Hui, bukan desa Hua Xi yang jauh lebih dahulu makmur? Mungkin, didesa Xiao
Gang inilah yang dianggap terjadi proses pengenalan keharusan KERJA-KOLEKTIF
dengan mendirikan koperasi-desa secara alamiah, yang dipelopori 18 petani di Da
Gang itu, sebagaimana seruan Ketua Mao diawal tahun 1950! Dan BERHASIL dengan
baik meningkatkan produksi dan kesejahteraan warga desa Xiao Gang. Bagi yang
mengerti bhs. Th, bisa lebih lanjut mengikuti di :
http://china.chinadaily.com.cn/2018-01/16/content_35517167.htm
Ini bentuk rumah petani melarat di desa Xiao Gang yang sengaja dipertahankan
untuk PELAJARAN, jangan lupa Perjuangan klas, Cengkam erat Revolusi, Mendorong
maju produksi, pekerjaan dan siap Perang! Garis Politik adalah Program,
segalanya jelas dengan mengusung program! Begitu tulisan yg terbaca
dikiri-kanan pintu masuk rumah tanah lempung itu, ...
Saya ambilkan saja foto pintu-gerbang desa Xiao Gang dan gedung AULA untuk
menerima pendatang saling-belajar dalam usaha memperkenalkan pengalaman desa
Xiao Gang menjadi makmur! Desa terbelakang dan sangat miskin berhasil menjadi
makmur begini, salah satu cara yang diambil, menjadikan setiap petani warga
desa PEMILIK SAHAM desa, tergabung dalam SAHAM Koperasi-desa yang mereka bentuk
itu! Jadi bukan mengambil cara menghapusw hak milik kapital perseorangan,
sebaliknya justru menjadikan setiap petani desa adalah pemilik kapital desa,
setiap tahun mendapatkan BONUS dari keuntungan produksi yang didapatkan tahun
itu! Hanya saja saya belum tahu bagaimana rinci pembagian bonus di desa Xiao
Gang ini.
Tapi itulah kenyataan yang terjadi di Tiongkok dalam usaha mengentaskan
kemiskinan yang masih tertinggal. Tidak harus semua desa-desa dijalankan dengan
cara yang sama, karena memang setiap desa miskin ada masalahnya sendiri dan ada
kondisi yang mengakibatkan dan berbeda-beda, ... Tapi, dari kisah-kisah
pengalaman desa-desa melepaskan diri dari kemiskinan yang bisa saya ikuti,
semua mengambil cara merubah PETANI-DESA menjadi PEMILIK SAHAM Desa!
Jadi jalan yang ditempuh Tiongkok, hakmilik perseorangan atas SumberDaya
produksi sepenuhnya dihapus menjadi MILIK NEGARA, tapi belum menghapus hak
milik perseorangan sebagaimana seruan “Manifes Komunis” yang seharusnya menjadi
tujuan komunis, tapi justru merubah setiap warga menjadi kapitalis-kapitalis,
pemilik KAPITAL, pemilik saham desa! Yang pasti jalan sosialis adalah jalan
BARU yang masih ditempuh dengan meraba-raba, adalah satu usaha dimana setiap
bangsa harus berani menemukan jalannya sendiri, sesuai dengan kondisi
masyarakat nya, ... TIDAK ADA seorangpun didunia ini yang bisa menunjukkan
jalan yg dianggap paling BENAR dan mutlak harus diikuti... TIDAK ADA!
Lalu, kapan dilaksanakan penghapusan hak milik perseorangan itu, kapan
penghisapan manusia atas manusia dihapus secara total??? Barangkali masih
sangat jauh, biarlah proses menempuh jalan sosialis tingkat pertama yang sedang
dijalankan di Tiongkok ini dicapai lebih dahulu. Yaitu satu usaha melepaskan
diri dari kemiskinan dahulu, usaha mewujudkan 1,3 M rakyatnya sedikit makmur.
Lepaskan PENDERITAAAN KEMISKINAN yang sudah berkepanjangan diderita rakyat
banyak bisa segera diakhiri dahulu! Target PKT lebih lanjut, baru nanti di
tahun 2049, yaitu 100 tahun berdirinya Republik Rakyat Tiongkok mencapai
masyarakat adil dan makmur dalam arti sesungguhnya. Menjadi satu negara makmur
dan kuat!
Hanya saja sayang seribu sayang, kita semua sudah tidak lagi bisa ikut
menyaksikan sendiri KEBERHASILAN rakyat Tiongkok mewujudkan impian Tiongkok
mereka, ...! Untuk membuktikan dalam praaktek KEBENARAN jalan sosislime
bercirikan Tiongkok yang ditempuh sekarang ini, ...
Salam,
ChanCT
From: Tatiana Lukman
Sent: Tuesday, January 30, 2018 3:10 AM
To: [email protected] ; [email protected] ; DISKUSI FORUM HLD ;
Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ;
Lingkar Sitompul ; [email protected] ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman
Romana ; Harsono Sutedjo ; [email protected] ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ;
Tjoa ; Andreas Sungkono ; Nunu Nugroho ; Chan CT
Subject: Re: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang pemimpin mahasiswa
maois Universitas Peking
Si remo Chan ini betul-betul sombong dan goblok!! Karena dirinya sendiri tidak
pernah bisa mengajukan kutipan Mao ataupun guru-guru besar Marxis lainnya untuk
mendukung dan membenarkan pendapatnya yang lahir dari pikiran subjektifnya
sendiri yang sudah mengkhianati Sosialisme, maka dia hina dan menuduh seenak
perutnya sendiri orang yang justru dapat menampilkan ajaran guru-guru besar
Marxis yang memperlihatkan dan membelejeti pikirannya yang remo dan anti-Marxis
itu.
Saya membantah pendapatnya dengan mengajukan kutipan Mao atau Lenin. Karena dia
sendiri tidak bisa membantah ajaran yang ada dalam kutipan itu, maka
satu-satunya cara adalah menghina kutipan-kutipan. Padahal kutipan-kutipan dan
karya para guru Marxis itu adalah analisa dan penyimpulan dari penelitian dan
studi mereka terhadap keadaan kongkrit masyarakat (ekonomi, politik dan sosial)
ketika itu. Dan si Chan jubir kaum remo Tkk ini betul-betul BUTA dan KURANG
AJAR menuduh Lenin seolah-olah apa yang diajarkan itu TIDAK DIBUKTIKAN DALAM
PRAKTEK!!! Lho coba toh, sudah demikian dalamnya kebodohan dan penghinaannya
terhadap Lenin!! Jadi revolusi Oktober itu apa, kalau bukan penerapan dari
teorinya Lenin tentang Rusia bahwa ketika itu sudah waktunya dilancarkan
pemberontakan untuk membangun sosialisme???? Dengan Revolusi Oktober Lenin
membuktikan kesalahan orang-orang sosdem/revisionis Eropa Barat yang dia kritik
dalam kutipan tersebut!!! Si Remo ini tak sepatahpun omong tentang Revolusi
Oktober!!!
Kemudian bagaimana dengan Sosialisme yang dibangun rakyat Soviet di bawah
pimpinan Stalin?? Itu bukan praktek dan pembuktian dari teori Leninis bahwa
sosialisme dapat dibangun di satu negeri??? Kalau bukan sosialisme, lalu sistim
apa yang dibangun Stalin itu? JAWAB INI!!!
Dengan mengatakan bahwa perkembangan masyarakat sekarang belum siap untuk
revolusi sosialisme berarti si Chan menghapus semua praktek pembangunan
sosialisme di Soviet Uni dan Tkk dibawah Mao!! Apa artinya ini kalau bukan
sikap dan pandangan reaksioner anti sosialis, anti-Mao dan anti-Lenin!!
Mencak-mencak tiak mengakui sikap yang anti Mao dan anti Lenin, tapi sama
sekali tidak ada argumentasinya untuk membantah apa yang dikatakan Lenin.
Kutipan dan tulisan para guru Marxis itu juga merupakan bimbingan orang-orang
progresif dan komunis yang masih terus berjuang untuk sosialisme!! Nah, supaya
orang semakin melihat bagaimana oportunisnya orang-orang remo dan pengkhianat
seperti Chan, perhatikan apa yang saya katakan di bawah ini. Sekarang Chan
menghina dan meremehkan kutipan Lenin, karena tidak berdaya melawan argumentasi
Lenin tentang Rusia ketika itu yang sudah siap untuk melancarkan revolusi
sosialis. Tapi, tahun lalu, Tkk remo (untuk menyelubungi terus pengkhianatannya
terhadap Lenin dan lipservice) ikut-ikut memperingati 100 tahun Revolusi
Oktober dan menerbitkan beberapa karya Lenin. Nah, anjing jaga Remo Tkk, si
Chan, ikut-ikut juga menulis dan memuiji karya Lenin. Waktu itu saya tantang,
nah sudah diterbitkan lagi karya Lenin, baca dan pelajarilah!!! Diam seribu
bahasa!! Mana mau si Chan baca dan mempelajari karya Lenin. Di samping malas
untuk baca karya Lenin, si Chan tidak mau baca karena di situ dia akan
menemukan banyak sekali ajaran Lenin yang bertentangan dengan pikiran
revisionisnya!!!
Sebetulnya perdebatan ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Dan otak si
Chan yang sudah bulukan dan karatan dengan revisionisme tidak mengalami
kemajuan apapun.
Nih, saya tampilkan kembali perdebatan itu
Setelah teori diadu dengan teori, menurut saya benar-tidak TEORI itu tetap
harus di BUKTIKAN dalam PRAKTEK! Tidak hanya karena apa yang dijalankan Deng
dan RRT sekarang ini berbeda dengan yang ditunjukkan Marx, Lenin, lalu boleh
saja dinyatakan sudah menempuh jalan KAPITALISME bahkan IMPERIALISME! TIDAK!
Saya kembali pada beberapa PERTANYAAN yang pernah saya ajukan sebelumnya dan
menurut saya patut dicermati lebih lanjut. Karena apa yang diajukan Bung Sie
Tik, dalam catatan dibawah, sepenuhnya juga BENAR disaat revolusi Sosialisme
dijalankan, dimana klas kapitalis dijadikan musuh yang harus dimusnahkan!
Sedang sekarang, tingkat perjuangan yang sedang dihadapi klas proletariat
sedunia sekarang ini, belum sampai ketingkat revolusi sosialisme, BELUM TIBA
saatnya melancarkan revolusi sosialisme dan bisa menjadikan klas kapitalis
menjadi musuh yang HARUS DIBASMI! TIDAK ADA satu NEGARA pun didunia ini yang
sudah bisa dan mempunyai syarat melancarkan revolusi sosialisme itu! Mengapa?
Jelas teori harus dibuktikan oleh praktek. Dalam jawaban yang saya kirim
kemarin saya jelaskan mengapa saya melihat Tkk dibawa KEMBALI KE KAPITALISME
melalui reform-reformnya Deng. PRAKTEK juga memperlihatkan bagaimana Deng
membongkar dulu sistim ekonomi yang sudah dibangun oleh Mao. Tanpa menghapus
undang-undang dan peraturan perburuhan yang sudah dibuat pemerintahan jaman
Mao, tidak bisa Deng memasukkan undang-undang yang sepenuhnya merugikan kaum
buruh dan menguntungkan kaum majikan. Betul tidak bahwa sekarang buruh Tkk
bekerja lebih dari 8 jam sehari, 6 sampai 7 hari seminggu tanpa tunjangan
social apa-apa, tidak ada lagi hak untuk mogok, status pekerja tetap digantikan
dengan sistim kontrak di mana buruh dapat dengan begitu saja dipecat oleh
majikan, upah sering ditangguhkan bahkan tidak dibayar? Semua ini adalah hasil
reform perburuhan kapitalis Deng!!!
Jadi kalau saya katakan Tkk menempuh jalan kapitalisme, itu bukannya tanpa
alasan, tanpa berdasar kepada kenyataan dan fakta. Dan bukan hanya karena ia
berbeda dengan yang ditunjukkan Marx, Lenin dan Mao, tapi DALAM KENYATAAN DAN
PRAKTEK YANG KELIHATAN DI DEPAN MATA KITA DENGAN JELAS, DI TKK KITA BERHADAPAN
DENGAN KAPITALISME BRUTAL!!! KAUM KAPITALIS TKK DAN ASING MELAKUKAN PENGHISAPAN
DAN MENDAPATKAN KEUNTUNGAN (NILAI LEBIH) DARI TENAGA KERJA BURUH. Apa namanya
sebuah masyarakat yang berdasarkan pada penghisapan manusia atas manusia???
Bukan kapitalisme? Modal Tkk yang sudah membeli property dan perusahaan di AS
dan Eropa, Australia, multibilyuner yang terus dilahirkan, apakah itu hasil
dari Sosialisme, bukan Kapitalisme?
Profesor Wertheim juga menyatakan dengan gamblang bahwa ide mendorong sebagain
orang untuk jadi kaya sama dengan mengundang kapitalisme masuk dari pintu
depan!!! Apakah ia mengatakan itu dengan seenak perutnya sendiri, tanpa
penelitian dan pengetahuan yang membuatnya mampu untuk membedakan Sosialisme
dari Kapitalisme?
Masalahnya adalah Anda dan Suar Suroso sudah mem-buat teori sendiri, yaitu
dalam membangun sosialisme, penghisapan itu diperlukan. Sedangkan guru-guru
tentang sosialisme memberi pengertian bahwa Sosialisme adalah satu sistim yang
bertujuan akhirnya menghapus peng-hisapan.
Di satu pihak, anda membenarkan Tan Sie Tik tentang revolusi sosialis yang
harus memusnahkan kelas kapitalis. Di lain pihak anda bilang tidak ada satupun
negeri di dunia ini yang sudah punya syarat untuk melancarkan revolusi sosialis.
Lenin dulu juga harus menghadapi kaum Revisionis-Sosdem dari Internasional
Kedua yang mengatakan Rusia belum ada syarat untuk melancarkan revolusi
sosialis. Lenin secara teori dan juga dalam praktek telah membuktikan salahnya
kaum Revisionis dan Sosdem.
Simak kata-kata Lenin:
16 Januari, 1923, dalam “Our Revolution”, Lenin menulis:
“Infinitely stereotyped, is the argument they learned by rote during the
development of West-European Social-Democracy, namely, that we are not yet ripe
for socialism, but as certain "learned" gentleman among them put it, the
objective economic premises for socialism do not exist in our country. Does it
not occur to any of them to ask: what about the people that found itself in a
revolutionary situation such as that created during the first imperialist war?
Might it not, influenced by the hopelessness of its situation, fling itself
into a struggle that would offer it at least some chance of securing conditions
for the further development of civilization that were somewhat unusual?
"If a definite level of culture is required for the building of socialism
(although nobody can say just what that definite 'level of culture' is), why
cannot we begin by first achieving the prerequisites for the definite level of
culture in a revolutionary way, and then on the basis of the workers' and
peasants' government and the Soviet system, proceed to overtake the other
nations? . .
Lenin sudah menjawab/membantah pernyataan anda itu pada abad yang lalu. Lenin
menentang orang-orang revisionis dan sosdem yang menganggap di Rusia tidak ada
syarat-syarat ekonomi untuk Sosialisme, bahwa kondisinya belum matang untuk
Sosialisme. Lenin bicara soal situasi yang tercipta sebagai akibat dari perang
imperialis (PD Pertama) dan menghimbau kaum proletar sertai partainya untuk
tidak mendukung Perang imperialis, tapi mengubah perang itu menjadi perang
dalam negeri melawan kaum borjuasi di negerinya masing-masing dan merebut
kekuasaan. Tapi politik ini ditolak oleh Internasional Kedua yang sudah merosot
menjadi revisionis dan bersedia berkolaborasi dengan kaum borjuasi negerinya
masing-masing.
Rusia ketika itu adalah negeri kapitalis dengan keterbelakangan ekonomi dan
teknologi dan dengan penduduk mayoritasnya kaum tani yang masih hidup dalam
hubungan produksi pra-kapitalis. Itulah yang membuat kaum sosdem/revisionis
menganggap belum matang syaratnya untuk Sosialisme.
Karena memang hanya Leninlah yang mampu melihat tentang perkembangan tak
seimbang dan tak merata dari kapitalisme yang juga sudah berkembang dan
mencapai tingkat tertinggi, yaitu imperialisme. Salah satu ciri dari
imperialism adalah semakin meningkatnya kontradiksi antara kekuatan imperialis
yang berusaha untuk membagi kembali dunia guna mendapatkan daerah pengaruh, dan
SDA serta pasar bagi modal dan barang dagangannya. Gejala itu terus kita lihat
dengan gamblang sampai sekarang.
Kondisi internasional inilah yang memungkinkan rakyat revolusioner di bawah
pimpinan partai kelas buruh untuk menjebol di tempat-tempat di mana mata rantai
imperialis paling lemah. Timbullah teori yang terkenal itu: mata rantai
terlemah.
Jadi “teori” yang anda ciptakan, bahwa Sosialisme baru bisa dilancarkan kalau
masyarakat/rakyat sudah kaya, adalah absurd dan tidak pernah dibuktikan dalam
PRAKTEK.
On Monday, January 29, 2018 4:28 AM, "'Chan CT' [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:
Heheee, ... ini nenek jadi seperti anjing galak yang bisanya menggongong dan
sudah atidak lagi mampu menggigit! Bisanya hanya memaki REMO, anti-Lenin,
Anti-Mao, ... dengan kutipan-kutipan saja, tanpa bisa menjelaskan dan
membuktikan perjuangan pemikiran dalam melihat situasi objektif masyarakat
ketika itu yang terjadi. Bukankah setiap perbedaan pikiran yang terjadi itu
dasarnya atau hakekatnya adalah perbedaan dalam menilai/melihat kekutan musuh
dan kekuatan diri sendiri? Begitulah orang HARUS menjawab pertanyaan tepatkah
dimulai Revolusi Sosialis? Sekalipun sebelumnya tentu harus ada kesepakatan
lebih dahulu apa dan bagaimana Revolusi Sosialis itu. Dan, ... hendaknya kita
bisa berpikir dengan KEPALA DINGIN yang jernih, TIDAK asal tuduh dan maki lawan
pendapat adalah anti-Lenin, anti-Mao dsb., ...! Tak guna itu semua, karena
KEBENARAN tetap harus dibuktikan dalam PRAKTEK! Bukan siapa yang mengatakan!
Itulah sikap saya, ...!
Ketua Mao sejak awal sudah TEGAS mengatakan untuk masyarakat Tiongkok yang
masih 1/2 jajahan, 1/2 feodal, dan masih sangat terbelakang dan miskin, dengan
berani menyatakan BELUM BISA melancarkan Revolusi Sosialis, masih ndalam
tingkat Revolusi Borjuasi Nasional dan karena sekarang dibawah pimpinan PKT
jadi Revolusi Demokrasi Baru. Dan, ... ingat, karena ketika itu pimpinan PKT
banyak dipengaruhi Komintern yg menentukan, pemikiran GEMILANG ketua Mao ini
baru berhasil dimenangkan didalam Partai Komunis Tiongkok ditahun 1945. Sejak
itulah daerah basis-revolusioner yang dibentuk tidak lagi dinamakan daerah
basis negara Sovyet, tapi daerah bais revolusioner dan negara yang dibentuk dan
diproklamasikan pada 1 Oktober 1949, bukan Negara Sovyet tapi Republik Rakyat
Tiongkok yang masih memperkenankan kapitalis hidup dan berkembang!
Saya yakin begitu juga sebenarnya pertentangan perbedaan pendapat yang terjadi
antara Bolsyewiek dan Mensyewiek, ... perbedaan dalam menilai situasi dan
menemukan jalan keluar pemecahannya saja! Orang boleh saja menuduh hakekat
perbedaan pembelaan klas, tapi dalam kenyataan kedua belah pihak berjuang
dengan pemikirannya yang tentu masing-masing anggap paling benar untuk
memperbaiki kehidupan klas Buruh/Pekerja. Diawal 50 tahun dengan kemenangan
Rev. Oktober Lenin menunjukkan KEUNGGULAN, hanya saja sayang akhirnya harus
diakui akibat dari KESALAHAN yg terjadi USSR terjungkel dengan sendirinya,
dengan sangat tragis PKUS dicampakkan Rakyat! Sebaliknya kelompok Mensyewiek
yang jalankan Sosial-Demokrat itu masih bertahan sampai sekarang, dan dengan
kekurangan/kesalahan yang ada, dalam batas-batas tertentu tetap bisa dikatakan
yang berhasil meningkatkan kesejahteraan Buruh/Pekerja di Eropah barat-utara!
Kehidupan rakyat yang jauh lebih makmur ketimbang negara-negara yang dinamakan
sosialis dimasa Lenin-Stalin itu, ...
Tapi itulah menurut saya, setiap pemikiran ada salah juga ada benarnya, tidak
bisa dimutlakkan Lenin/Bolsyewiek BENAR seluruhnya dan tidak ada salahnya,
sebaliknya Mensyewiek salah sepenuhnya! Dalam kenyataan baik Lenin, Stalin, Mao
maupun Deng dengan segala kegenialan yang ada, TETAP adalah manusia-manusia
NORMAL yang bisa berbuat KESALAHAN! BUKAN DEWA2 yang tidak bisa berbuat
KESALAHAN dan boleh dikritik! Atau kalau mengkritik dituduh anti-Lenin,
anti-Stalin dan anti-Mao, ...
Berbicara masalah hak-milik, ... kapan dan sebatas mana hak-milik perseorangan
harus dibasmi menurut ajaran komunis? Sebagaimana dalam Manifes Komunis yang
bisa dinyatakan dengan tandas dalam satu kalimat: “TUJUAN KOMUNIS membasmi
Hak-milik Perseorangan!”, banyak diperbincangkan di Tiongkok dengan berbagai
penafsiran. Sebenarnya apa yang dimaksudkan Marx hak-milik perseorangan dalam
Manifes Komunis itu? Apakah bisa dan mungkin hak-milik perseorangan dibasmi
begitu saja???
Jelas masalah hak-milik atas sumberdaya produksi yang menentukan perbedaan
Sosialisme dan Kapitalisme, khususnya hak-milik atas TANAH! Begitu perjuangan
selama lebih 150 tahun ini, berkutat pada masalah hak-milik atas TANAH dan
kekayaan bumi-alam. Lalu bagaimjana dengan kapital? Dimana salahnya kapital
jadi milik perseorangan dan kenapa harus dibasmi dan dirampas jadi milik
negara? Disinilah menurut saya kesalahan Lenin yg kemudian segera dikoreksi
ditahun 1921 dengan NEP, kembali memperkenankan kapitalis hidup/berkembang,
dengan jalankan prinsip kapitalisme Negara. Dimana Negara Sovyet yang telah
berkuasa mengendalikan pertumbuhan kapitalis. Hanya saja sayang, Stalin segera
mengembalikan basmi kapitalis perseorangan tidak lama setelah Lenin meninggal.
Dan ternyata KESALAHAN ini diikuti Mao yg terburu nafsu berkeinginan membawa
masyarakat Tiongkok memasuki sosialis ditahun 1956, mulai membasmi kapitalis
perseorangan dan membentuk komune-rakyat didesa-desa.
Kesalahan inilah yang oleh Deng dikoreksi ditahun 1980, kembali memperkenankan
kapitalis hidup/berkembang dgn kebijakan Reformasi dan Keterbukaan. Dan,
sekalipun juga terjadi kesalahan-kesalahan, kebablasan disana sini, namun
kenyataan yang bisa kita saksikan bersama, dalam waktu 30 tahun lebih
pertumbuhan ekonomi nasional Tiongkok sangat dahsyat, ... Artinya, RRT dengan
kembali memperkenankan kapitalis perseorangan tumbuh/berkembang, disamping itu
TETAP mempertahankan BUMN sebagai yg utama dan menentukan ekonomi nasional,
juga mengembangkan hak-milik kolektif tumbuh berkembang lebih baik, khususnya
didesa-desa, ... bukankah ini membuktikan hak milik KAPITAL perseorangan tidak
seharusnya dibasmi, setidaknya ditingkat perjuangan dimana kita baru memasuki
tahap pertama Revolusi Sosialis. Kalau itu hendak dikatakan revolusi, karena
dalam kenyataan yang dijalankan hanyalah reformasi saja. Memperkenankan
sementara orang kaya lebih dahulu, ... Dan, sekarang RRT menjadi ancaman
terbesar bagi AS, begitu akhirnya Trump harus dgn tegas mengambil posisi
“MENDAHULUKAN” AS melindungi kapitalis domestik yg nyaris kalah saing dengan
Tiongkok!
Salam,
ChanCT
From: Tatiana Lukman
Sent: Sunday, January 28, 2018 9:19 PM
To: Chan CT ; [email protected] ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat
Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar
Sitompul ; [email protected] ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ;
Harsono Sutedjo ; [email protected] ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ;
Andreas Sungkono ; GELORA_In ; Nunu Nugroho
Subject: Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang
pemimpin mahasiswa maois Universitas Peking
Ha..ha ngatain orang lain dalam tempurung. Padahal justru dirinya sendirilah
yang terus terkungkung dalam pengkhianatan revisionis Tiongkok. Bayangkan,
masih berkoar-koar belum tiba waktunya untuk revolusi sosialis. Sedangkan Lenin
tahun 1917 sudah berhasil menang dengan revolusi sosialisnya!! Stalin dan Mao
juga sudah membuktikan keberhasilan dan keunggulan sistim sosialisme. Jadi si
remo Chan ini ingin mundur ke jaman feodalisme Eropa!!! Sikap remo Chan PERSIS
seperti orang-orang sosdem-revisionis eropa barat, yang menganggap ketika itu
di Rusia belum ada syarat untuk revolusi sosialis. Simak sendiri kata-kata
Lenin di bawah:
Infinitely stereotyped, for instance, is the argument they learned by rote
during the development of West-European Social-Democracy, namely, that we are
not yet ripe for socialism, but as certain "learned" gentleman among them put
it, the objective economic premises for socialism do not exist in our country.
Does it not occur to any of them to ask: what about the people that found
itself in a revolutionary situation such as that created during the first
imperialist war? Might it not, influenced by the hopelessness of its situation,
fling itself into a struggle that would offer it at least some chance of
securing conditions for the further development of civilization that were
somewhat unusual?
"The development of the productive forces of Russia has not yet attained the
level that makes socialism possible." All the heroes of the Second
International, including, of course, Sukhanov, beat the drums about this
proposition. They keep harping on this incontrovertible proposition in a
thousand different keys, and think that it is decisive criterion of our
revolution.
Cukup dengan kata-kata Lenin ini untuk menunjukkan SEKALI LAGI watak
revisionis, pengkhianat sosialisme dari si Chan. Bukan saja si Chan anti-Mao
(walaupun dia tidak mau mengakuinya, tapi semua pandangan yang ditulis di
internet ini sudah lebih dari cukup membuktikan sifat anti-Maonya), tapi juga
anti-Lenin. Ya dimana salahnya saya bilang dia anti Lenin, wong sudah
berkali-kali dia bilang Lenin dan juga Mao terburu-buru membabat kaum
kapitalis!!!Pertanyaan saya belum pernah dijawab. Kalau dia anggap Lenin
terburu-buru membabat kaum kapitalis, lalu revolusi Oktober itu revolusi apa?
Dan apa bedanya dengan revolusi borjuis 1789 Perancis!???
Memang dasar otak udang si chan ini. Mao bersalaman dengan Nixon dianggap
seolah-olah Mao lupa akan watak kelas kaum imperialis!!! gobloknya si Chan ini.
Waktu perang melawan Jepang, Mao juga berfront dengan Chiang kai shek!! apakah
itu berarti Mao melupakan watak kelas rezim chiang kai shek!!! Chan ngomong
soal "perubahan sikap kapitalis/imperialis"... Ha...ha.... ha itulah yang
dikatakan Khrustjov, gembong remo Soviet!! Uh , dasar remo, di semua
pernyataannya dan tulisan selalu tercermin KESAMAAN PANDANGAN DAN IDEOLOGINYA
DENGAN REMO SOVIET DAN REMO TIONGKOK!!!
Udah sana, peluklah imperailisme AS dan wakilnya, si Trump itu, kawan
seideologi kamu!!!
On Sunday, January 28, 2018 2:01 AM, Chan CT <[email protected]> wrote:
Satu pernyataan nenek dalam tempurung yang mempertegas dirinya TIDAK MAMPU
melihat dengan jernih bahwa tingkat perkembangan masyarakat didunia sekarang
ini, BELUM BISA melancarkan REVOLUSI SOSIALIS yang menyasar dan menjadikan
kapitalis MUSUH yang harus dibasmi! Tingkat perjuangan didunia sekarang ini,
dimanapun kita berada masih HARUS melalui masyarakat KAPITALIS, .... Bersatu
dan BERJUANG menghadapi kapitalis dalam KESATUAN dari segi-segi yang
bertentangan, dan belum bisa membasmi kapitalis! Dan itulah sebab, Ketua Mao
sendiri bisa menerima kehadiran dan bersalaman dengan Pres. Nixon di Beijing
tahun 1972 itu. Artinya, bentuk perjuangan yang dijalankan juga berubah
sebagaimana perubahan sikap kapitalis/imperialis itu, ... KONTRADIKSI itu tidak
mesti selalu diantagoniskan, dibenturkan baku-hantam dan saling BUNUH lagi,
tapi BERUBAH menjadi berjuang dalam satuKESATUAN , bersatu dan berjuang untuk
merebut KESEMPATAN memperkuat diri sendiri, memperkuat kekuatan RAKYAT! Dan,
... itulah yang terjadi di Tiongkok, dan selama lebih 30 tahun ini membuktikan
KEBERHASILAN dalam perjuangan menghadapi kapitalis dalam negeri bahkan juga
dalam menghadapi dedengkot kapitalis dunia, AS, ... RRT yang BERHASIL
mengalahkan berbagai bentuk usaha AS untuk mencekik mati RRT! RRT bukan melemah
bahkan mati tercekik AS, sebaliknya sekarang nampak AS yang terpojok bahkan
Trump harus lebih dahulu meengutamakan kepentingan AS sendiri, makin terdesak
oleh KEMAJUAN RRT! Hanya kamu saja yang BUTA atau TIDAK BERANI melihat
kenyataan objektif ini, ... atau hanya mempercayai propaganda HITAM pihak barat
bahkan Falungong saja!
Kamu tidak berhasil melihat bagaimana puluhan-juta petani miskin di DESA-DESA
terbelakang berubah menjadi desa-desa MAKMUR, dimana warga desa menjadi PEMILIK
desa itu sendiri, setelah menggabungkan KAPITAL perseorangan mereka dalam
KOPERASI-DESA yang dibentuk! Jadi Tiongkok sekarang menjalankan sistem TIDAK
membasmi kapital perseorangan seperti sebelumnya, sebaliknya TETAP
mempertahankan kapital perseorangan itu didalam KAPITAL DESA! Kapital
koperasi-desa itu merupakan gabungan dari kapital-perseorangan warga desa itu
sendiri, yang HARUS DIPERHITUNGKAN dengan mendapatkan BONUS dari keuntungan
produksi yang didapatkan! Pemikiran demikian inilah yang menurut saya lebih
TEPAT ketimbang MEMBASMI kapital-perseorangan dimasa lalu, atau bisa juga
dikatakan disinilah KESALAHAN ajaran komunis yl itu! Bukankah hak-milik
kolektif itu merupakan gabungan dari hak-milik perseorangan, kalau hak-milik
perseorangan dibasmi, ditiadakan, ... dimanalagi ada hak-milik kolektif itu?
Petani desa itu BEKERJA lebih giat, lebih KERAS, ... sepenuhnya untuk mereka
sendiri, bukan untuk kapitalisme! Mereka-mereka itu, PETANI-PETANI sendirilah
menjadi kapitalis-kapitalis didesa itu! Dan mereka merasakan hasil kerja keras
mereka setiap tahun itu dengan ketambahan BONUS yg didapat untuk meningkatkan
kesejahteraan mereka sendiri! Koperasi-desa itulah yang mengurusi dan
menanggung pendidikan anak-anak dan kesehatan setiap warga desa, ... Itulah yg
terjadi sekarang di Tiongkok! Tentu usaha macam ini bukan soal mudah, sangat
BERAT! Bagaimanpunh juga harus ada resort Partai Komunis yang kuat didesa itu,
harus ada kader-kader yang bisa berjuang dan bekerja untuk kepentingan rakyat,
bisa mengorganisasi masa tani dalam pembagian kerja produksi dengan
sebaik-baiknya dan mengerti teknologi pertanian, perkebunan, peternakan yang
dijalankan, .... Jadi, nampak terakhir ini PKT juga berusaha menggerakkan
sarjana muda bersedia turun kedesa-desa terbelakang membantu mengentaskan
kemiskinan, mendorong kader-kader Partai, termasuk TPRT pensiunan bisa
menyumbangkan sisa-hidupnya untuk ikut membantu mengentaskan kemiskinan
didesa-desa terbelakang itu, ... Juga nampak beberapa tahun terakhir ini
pemerintah Tk mengajak konglomerat-konglomerat bersedia investasi menanamkan
modal membuka usaha didesa-desa trerbelakang itu, ... Menyelesaikan TUGAS MULIA
membebaskan lebih 30 juta rakyat yang masih terbelenggu kemiskinan, yang masih
tersisa itu! Mudah-mudahan saja target membebaskan kemiskinan, bahkan Xi berani
bilang tidak seorangpun boleh tertinggal melarat bisa selesai ditahun 2020
nanti! RRT memasuki masyarakat sedikiit makmur, ...
Salam,
ChanCT
From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45]
Sent: Sunday, January 28, 2018 3:19 AM
To: [email protected] ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ;
Daeng ; Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ;
[email protected] ; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo
; [email protected] ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ;
GELORA_In ; Nunu Nugroho
Subject: Re: [temu_eropa] Re: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang
pemimpin mahasiswa maois Universitas Peking
Sudah tentu orang remo pro-kapitalis seperti kamu tidak akan mengerti apa yang
diperjuangan kaum Maois di Tiongkok!!! Buat kalian penghisapan dan penindasan
adalah hal yang NORMAL dan harus DITERIMA!! Kesenjangan yang begitu menganga
besar antara para bilyuner dan kaum buruh dan tani yang ada di jenjang paling
bawah piramid sosial adalah kenyataan yang bersifat "kriminal"!!! Oxfam saya,
yang bukan orang-orang komunis, dapat merasakan "horror" nya kesenjangan yang
begitu jahat!! Di negara-negara welfare Eropa Barat yang penghisapannya begitu
"lembut" saja, tetap ada orang-orang dan kaum pemuda dan organisasi komunis dan
Maois yang berjuang untuk Sosialisme... Karena mereka mengerti kemakmuran
material yang mereka nikmati berasal dari penghisapan dan penindasan terutama
rakyat negeri Dunia Ketiga dan juga rakyatnya sendiri. Memang tidak ada orang
kelaparan, tapi banyak sekali kaum pemuda yang bekerja sekarang, mereka bekerja
dengan gajih jauh lebih rendah dan yang penting lagi mereka hidup dengan
INSECURITY. Kamu tidak akan pernah mengerti bagaimana orang Tkk dulu di jaman
Mao , walaupun secara material masih belum kecukupan seluruhnya, tapi mereka
hidup dengan SECURITY, mereka merasa 'AMAN", mereka tahu tidak akan
diperlakukan secara sewenang-wenang, tidak akan dipukuli atau disiksa. Yang
paling penting mereka tahu para pemimpin komunisnya yang bersama Mao bekerja
sepenuhnya buat kepentingan mereka. Mereka merasa dilindungi negara!! Orang
remo seperti kamu tidak mengerti arti hidup dengan 'security', bekerja sepenuh
hati untuk tanah air sosialis, orang rela mengorbankan dirinya untuk
sosialisme. Tapi orang remo seperti kamu, memandangnya sama seperti
penghisapan!!! Bayangin!! Kamu sudah tidak mampu membedakan kerja keras
membangun sosailisme dengan TERPAKSA KERJA KERAS untuk hidup di kapitalisme!!!
Orang hanya bisa menggeleng-geleng kepala saja, ketika membaca pendapatmu yang
menyamakan kerja keras di sosailisme jaman Mao dengan kerja keras di
kapitalisme!!!
On Saturday, January 27, 2018 3:56 AM, "'Chan CT' [email protected]
[temu_eropa]" <[email protected]> wrote:
Lalu, ... APA yg sedang DIPERJUANGKAN tokoh dibilang Maois, Zhang Yunfan dengan
ngumpukan massa demonstrasi ini sampai ditangkap dan PANTAS dibela???
From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45]
Sent: Saturday, January 27, 2018 3:36 AM
To: Yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Daeng ; Harry
Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; [email protected]
; Ronggo A. ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; [email protected] ;
Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; GELORA_In ; Nunu
Nugroho
Subject: [GELORA45] Kutukan terhadap penahanan seorang pemimpin mahasiswa maois
Universitas Peking
Sayang beritanya dalam bahasa Spanyol. Pada pokoknya memberitakan tentang surat
dari sebuah grup intelektual yang mengutuk persekusi terhadap pengikut Maoisme
di Tkk dan menuntut dibebaskannya seorang tamatan Universitas Peking (Beida,
universitas di mana bung Burhan belajar ekonomi politik dan Marxisme ) Maois,
Zhang Yunfan, umur 24 tahun. Zhang dituduh "mengumpulkan orang-orang untuk
mengganggu ketertiban umum". Masih mau berkaok-kaok pimpinan PKT dan RRT
revisionis-kapitalis menghormati Mao dan mengikuti ajarannya???? Potret dan
patungnya masih belum ditum bangkan, tapi sudah sejak lama dikhianati ajaran
dan karya besarnya yang dibangun bersama rakyat Tkk, yaitu Sosialisme tanpa
embel-embel!!! Qian Liqun (ahli kritik sastra dan kebudayaan post-Mao dan
mantan prof. di Univ. Peking), Kong qingdong, juga mengajar di universitas dan
Fan Jinggang, pendiri toko buku Wuyou, termasuk yang menandatangani surat tsb.
Lambat laun kelas buruh akan meningkatkan kesadarannya.... Dan saya yakin
seyakin-yakinnya, begitu kelas buruh mencengkam senjata ideologinya, yaitu
fikiran Mao Tsedong/Maoisme, semua kaum kapitalis komprador dan birokrat dan
pengkhianat revisionis akan mereka hancurkan!!!! Itu adalah hukum perkembangan
masyarakat!!! Dalam hal ini Mao dan guru-guru M-L tidak pernah salah!!!! Dimana
ada penghisapan dan penindasan, di situ pasti timbul perlawanan!!! Tak ada
pengorbanan yang sia-sia!!
25 DE ENERO DE 2018
Denuncian la detención de un líder estudiantil maoísta de la Universidad de
Pekín por las autoridades chinas.
Una carta de un grupo de universitarios e intelectuales de la Universidad de
Pekin denuncia la persecución del maoísmo en China y pide la liberación del
estudiante maoísta, Zhang Yunfan.
El graduado de la Universidad de Pekín, Zhang Yunfan, de 24 años, fue arrestado
en una sesión de lectura maoísta el pasado 15 de noviembre, como se explica en
la carta publicada en el periódicoSouth China Morning Post.
El líder estudiantil fue acusado de "reunir a una multitud para alterar el
orden público", después de expresar su opinión sobre "ciertos acontecimientos
históricos", según la explicación de las autoridades, agregando que había sido
encerrado en un lugar no especificado y que permanecerá detenido durante seis
meses. Los citados "acontecimietnos" se refieren a la galopante precarización
de las condiciones del proletariado chino frente al creciente aumento de los
beneficios de los, también crecientes en número, capitalistas chinos.
Uno de los signatarios de la carta es Qian Liqun, un experto en crítica
literaria y cultural post-Mao, y un profesor jubilado de la Universidad de
Pekín.. Otros de los intelectuales maoístas firmantes son Kong Qingdong, quien
también enseña en la universidad, y Fan Jinggang, el fundador de la librería
Wuyou, muy popular entre los maoístas chinos.
Se sabe que Zhang, como muestran algunas fuentes de internet, lidero a un grupo
de estudiantes de la Universidad de Pekín en una visita al lugar de nacimiento
de Mao Zedong, y que allí rindieron homenaje al fundador de la República
Popular China, y se sospecha que esto pudo desencadenar su arresto.
Un testimonio, que hizo declaraciones bajo condición de anonimato por temor a
represalias, contó que a Zhang le preocupaban mucho las malas condiciones de
los trabajadores inmigrantes en China y que en el pasado se había ofrecido
voluntario para enseñar a niños en áreas desfavorecidas. Parece estar vinculado
a movimientos maoistas.
Zhang Yunfan, líder estudiantil maoista
Uno de los movimientos maoistas más conocidos en Occidente es el Partido
Comunista Maoísta de China- Se trata de un partido comunista clandestino
antirrevisionista de la República Popular de China que sigue el
marxismo-leninismo-maoísmo . El PCMCh buscaba sustituir al " bloque gobernante
revisionista dentro del Partido Comunista Chino " (PCCh), cuyas reformas desde
la muerte de Mao han "restaurado las condiciones sociales capitalistas ".
Siguiendo este objetivo, PCMCh pretende iniciar una "segunda revolución
socialista " para restablecer la dictadura del proletariado.
El PCMCh fue fundado el 28 de noviembre de 2008 y ha reunido miembros y
seguidores, en un estado no confirmado, que se extiende por miles en las
tierras rurales de China, entre los trabajadores y campesinos descontentos con
la precarización de las condiciones laborales y el auge de las grandes empresas
capitalistas en el país, creciendo el porcentaje de medios de producción en
manos privadas año a año.
Surgió desde dentro del propio PCCh. En 2007, diecisiete miembros del PCCh,
desde oficiales retirados, oficiales militares y académicos, emitieron una
carta pública al PCCh instando al final de las reformas procapitalistas y para
volver al " Pensamiento Mao Zedong ". Esto se convirtió en una conmoción
significativa para las mentes de la clase obrera china, ya que mostraba que el
creciente descontento dentro del PCCh no era solo por los que vivían en las
calles y tierras rurales de China, sino también por aquellos que habían
trabajado estrechamente con los del PCCh.
Finalmente, el PCMCh, debido a las persecuciones, no se desarrolló como
partido, aunque movimientos maoístas similares se extienden por China conforme
el capitalismo se va desarrollando en el país y empeoran las condiciones
sociales y laborales de los trabajadores y campesinos.
Los maoístas critican el actual sistema económico y político de China, que
traiciona la visión de Mao Zedong y de la clase obrera china de una economía
socialista. También denuncian las reformas proclives a la economía de mercado
del país, causante de una creciente brecha de riqueza y de una creciente
corrupción.
El apoyo al movimiento maoísta ha crecido en los últimos años y, como
resultado, sus reuniones son vigiladas de cerca por las autoridades. Sin
embargo, la persecución del maoísmo en China no puede hacerse tan abiertamente
como el gobierno y sus , porque, en contra de la élite del PCCh y de la
creciente burguesía china (recordemos que hoy China es el segundo país en
número de multimillonarios), un gran número de trabajadores y campesinos se
sigue considerando maoista y rechazan las reformas hacia el capitalismo de la
aburguesada dirigencia comunista dirigida por Deng Xiaoping y Xi Jimping.
Tal y como se afirma en el artículo de B.N. Turner, Capital financiero en
China, "Todo este desarrollo del capitalismo chino, hoy primera potencia
mundial también financiera, se ha desarrollado desde que Den Xiaoping y sus
acólitos, a los que ya Mao había desenmascarado como los “defensores del camino
capitalista”, lanzaron la “buena nueva” de que “hacerse rico es glorioso”,
comenzando a llenarse el Partido de los seguidores de lo que se conoce como
xiahai (que se podría traducir como “zambullirse en el mar de la empresa
privada“), también conocidos como “capitalistas rojos“".
Recordamos también que recientemente un grupo de estudiantes chinos en Berlín
denunciaban, en una entrevista traducida por este blog y Victoria de los
Oprimidos y Explotados, que " En China hay una enorme explotación y un gran
desarrollo del capitalismo / imperialismo. Pocos chinos saben que una gran
cantidad de capital chino está en el extranjero. Hay muchas protestas y
huelgas. Las masas a menudo luchan espontáneamente y sin un liderazgo claro
contra los capitalistas. Los verdaderos comunistas participan junto a ellos en
su esfuerzo. Muchos capitalistas no llaman a la policía, sino que llaman a la
mafia, simplemente porque es más barato. Existe una alta tasa de personas sin
hogar; muchos duermen en estaciones de ferrocarril o edificios vacíos (...) Sin
embargo, no podemos ni debemos ser demasiado abiertos con muchas de nuestras
posiciones... La represión hoy es enorme en China. Tenemos reuniones de
formación de forma clandestina y además, organizamos una escuela nocturna para
trabajadores universitarios y empleados".
Dalam wawancara dengan sebuah grup siswa Tiongkok di Berlin, mereka mengemukakan
Di Tiongkok penghisapan terjadi besar-besaran dan kapitalisme / imperialisme
berkembang pesat. Hanya sedikit orang Tkk yang tahu banyak modal Tkk ditanam di
luar negeri. Terjadi banyak protes dan pemogokan. Massa sering berjuang secara
spontan melawan kaum kapitalis tanpa pimpinan yang jelas. Kaum komunis sejati
ikut serta dalam perjuangan mereka. Banyak kapitalis tidak memanggil polisi,
tapi memanggil mafia, karena lebih murah. Banyak sekali orang yang tak punya
tempat tinggal ; banyak tidur di stasiun kereta api atau bangunan kosong (...)
Namun, kita tidak bisa dan tidak boleh terlalu membuka posisi kita. Penindasan
dewasa ini sangat besar di Tiongkok. Kami mengadakan pertemuan pelatihan di
bawah tanah dan kami juga menyelenggarakan sekolah malam untuk para pekerja
universitas dan pegawai ".
Las diferencias, pues, son cada vez menos entra la República Popular China y
los países tradicionalmente capitalistas, situación que sufren cada vez más los
trabajadores y campesinos y los defensores del socialismo y de un Partido
Comunista al servicio de la clase obrera y no al del mercado
[Non-text portions of this message have been removed]
#yiv1056291490 #yiv1056291490 -- #yiv1056291490ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv1056291490
#yiv1056291490ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv1056291490
#yiv1056291490ygrp-mkp #yiv1056291490hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv1056291490 #yiv1056291490ygrp-mkp #yiv1056291490ads
{margin-bottom:10px;}#yiv1056291490 #yiv1056291490ygrp-mkp .yiv1056291490ad
{padding:0 0;}#yiv1056291490 #yiv1056291490ygrp-mkp .yiv1056291490ad p
{margin:0;}#yiv1056291490 #yiv1056291490ygrp-mkp .yiv1056291490ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv1056291490 #yiv1056291490ygrp-sponsor
#yiv1056291490ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv1056291490
#yiv1056291490ygrp-sponsor #yiv1056291490ygrp-lc #yiv1056291490hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv1056291490
#yiv1056291490ygrp-sponsor #yiv1056291490ygrp-lc .yiv1056291490ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv1056291490 #yiv1056291490actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv1056291490
#yiv1056291490activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv1056291490
#yiv1056291490activity span {font-weight:700;}#yiv1056291490
#yiv1056291490activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv1056291490 #yiv1056291490activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv1056291490 #yiv1056291490activity span
span {color:#ff7900;}#yiv1056291490 #yiv1056291490activity span
.yiv1056291490underline {text-decoration:underline;}#yiv1056291490
.yiv1056291490attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv1056291490 .yiv1056291490attach div a
{text-decoration:none;}#yiv1056291490 .yiv1056291490attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv1056291490 .yiv1056291490attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv1056291490 .yiv1056291490attach label a
{text-decoration:none;}#yiv1056291490 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv1056291490 .yiv1056291490bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv1056291490
.yiv1056291490bold a {text-decoration:none;}#yiv1056291490 dd.yiv1056291490last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1056291490 dd.yiv1056291490last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv1056291490
dd.yiv1056291490last p span.yiv1056291490yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv1056291490 div.yiv1056291490attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv1056291490 div.yiv1056291490attach-table
{width:400px;}#yiv1056291490 div.yiv1056291490file-title a, #yiv1056291490
div.yiv1056291490file-title a:active, #yiv1056291490
div.yiv1056291490file-title a:hover, #yiv1056291490 div.yiv1056291490file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv1056291490 div.yiv1056291490photo-title a,
#yiv1056291490 div.yiv1056291490photo-title a:active, #yiv1056291490
div.yiv1056291490photo-title a:hover, #yiv1056291490
div.yiv1056291490photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv1056291490
div#yiv1056291490ygrp-mlmsg #yiv1056291490ygrp-msg p a
span.yiv1056291490yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv1056291490
.yiv1056291490green {color:#628c2a;}#yiv1056291490 .yiv1056291490MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv1056291490 o {font-size:0;}#yiv1056291490
#yiv1056291490photos div {float:left;width:72px;}#yiv1056291490
#yiv1056291490photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv1056291490
#yiv1056291490photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv1056291490
#yiv1056291490reco-category {font-size:77%;}#yiv1056291490
#yiv1056291490reco-desc {font-size:77%;}#yiv1056291490 .yiv1056291490replbq
{margin:4px;}#yiv1056291490 #yiv1056291490ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv1056291490 #yiv1056291490ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1056291490
#yiv1056291490ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv1056291490
#yiv1056291490ygrp-mlmsg select, #yiv1056291490 input, #yiv1056291490 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv1056291490
#yiv1056291490ygrp-mlmsg pre, #yiv1056291490 code {font:115%
monospace;}#yiv1056291490 #yiv1056291490ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv1056291490 #yiv1056291490ygrp-mlmsg #yiv1056291490logo
{padding-bottom:10px;}#yiv1056291490 #yiv1056291490ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv1056291490 #yiv1056291490ygrp-msg
p#yiv1056291490attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv1056291490
#yiv1056291490ygrp-reco #yiv1056291490reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv1056291490 #yiv1056291490ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv1056291490 #yiv1056291490ygrp-sponsor
#yiv1056291490ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv1056291490
#yiv1056291490ygrp-sponsor #yiv1056291490ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv1056291490
#yiv1056291490ygrp-sponsor #yiv1056291490ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv1056291490 #yiv1056291490ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv1056291490 #yiv1056291490ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv1056291490 #yiv1056291490ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv1056291490
#yiv1056291490ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv1056291490