Anies: Saya Merasa Tugas di Kementerian dan Kegubernuran Beda Sekali
JESSI CARINA

Kompas.com - 01/02/2018, 10:38 WIB


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gedung Teknis, Jalan Abdul Muis, Kamis 
(1/2/2018). (KOMPAS.com/JESSI CARINA )

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedanmenceritakan bedanya 
menjadi pemimpin di kementerian dan pemerintah daerah ketika membuka diklat 
kepemimpinan PNS tingkat III dan IV DKI di Gedung Teknis, Jalan Abdul Muis, 
Kamis (1/2/2018). 

Anies, yang pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan kemudian 
di-reshuffle oleh Presiden Joko Widodo, mengatakan, pemimpin di kementerian 
adalah pembuat kebijakan publik (policy maker). Sementara pemimpin daerah bukan 
hanya pembuat kebijakan, melainkan juga mewujudkan kebijakan (policy 
implementation). Karena itu, dia mengatakan, tugas pemimpin di dua intansi 
pemerintahan itu berbeda sekali.

"Saya merasakan tugas di kementerian dan tugas di kegubernuran beda sekali. Di 
kementerian, we are policy maker. Di sini, ya, policy maker, ya, policy 
implementation, semuanya," kata Anies di Gedung Teknis, Jalan Abdul Muis, Kamis 
(1/2/2018).

Karena itu, dia meminta peserta diklat mengubah pola pikir mereka. Anies tidak 
ingin mereka menganggap diklat itu sebagai prosedur biasa yang harus dilewati, 
tetapi sebagai sebuah pembelajaran yang membantu Pemprov DKI menjadi policy 
maker dan policy implementation yang baik.

"Pendidikan latihan kepemimpinan itu penting sekali, tidak boleh disepelekan. 
Jadi, yang ikut harus serius. Jangan anggap diklat itu semata-mata prosedur 
yang harus dilewati. Jadikan ini proses pembelajaran yang harus diambil 
hikmahnya," ujar Anies.

Anies juga mengatakan, saat ini kriteria majunya sebuah negara sudah berubah. 
Dulu ditandai dengan kemajuan industri, kini bangsa disebut maju jika menjadi 
bangsa pembelajar.

Anies ingin peserta diklat menyesuaikan perubahan itu dengan menjadi pembelajar 
juga.

"Bapak, Ibu tolong sadari bahwa tiap Anda adalah pembelajar.

Baca juga: Anies Tak Temui Sopir Angkot Tanah Abang, Ini Alasannya...


Kirim email ke