----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected]
[sastra-pembebasan] <[email protected]>Kepada: GELORA_In
<[email protected]>Terkirim: Kamis, 1 Februari 2018 05.25.51 GMT+1Judul:
#sastra-pembebasan# Anies: Saya Merasa Tugas di Kementerian dan Kegubernuran
Beda Sekali
Anies: Saya Merasa Tugas di Kementerian dan Kegubernuran Beda Sekali
JESSI CARINA
Kompas.com - 01/02/2018, 10:38 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gedung Teknis, Jalan Abdul Muis, Kamis
(1/2/2018). (KOMPAS.com/JESSI CARINA )
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedanmenceritakan bedanya
menjadi pemimpin di kementerian dan pemerintah daerah ketika membuka diklat
kepemimpinan PNS tingkat III dan IV DKI di Gedung Teknis, Jalan Abdul Muis,
Kamis (1/2/2018).
Anies, yang pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan kemudian
di-reshuffle oleh Presiden Joko Widodo, mengatakan, pemimpin di kementerian
adalah pembuat kebijakan publik (policy maker). Sementara pemimpin daerah bukan
hanya pembuat kebijakan, melainkan juga mewujudkan kebijakan (policy
implementation). Karena itu, dia mengatakan, tugas pemimpin di dua intansi
pemerintahan itu berbeda sekali.
"Saya merasakan tugas di kementerian dan tugas di kegubernuran beda sekali. Di
kementerian, we are policy maker. Di sini, ya, policy maker, ya, policy
implementation, semuanya," kata Anies di Gedung Teknis, Jalan Abdul Muis, Kamis
(1/2/2018).
Karena itu, dia meminta peserta diklat mengubah pola pikir mereka. Anies tidak
ingin mereka menganggap diklat itu sebagai prosedur biasa yang harus dilewati,
tetapi sebagai sebuah pembelajaran yang membantu Pemprov DKI menjadi policy
maker dan policy implementation yang baik.
"Pendidikan latihan kepemimpinan itu penting sekali, tidak boleh disepelekan.
Jadi, yang ikut harus serius. Jangan anggap diklat itu semata-mata prosedur
yang harus dilewati. Jadikan ini proses pembelajaran yang harus diambil
hikmahnya," ujar Anies.
Anies juga mengatakan, saat ini kriteria majunya sebuah negara sudah berubah.
Dulu ditandai dengan kemajuan industri, kini bangsa disebut maju jika menjadi
bangsa pembelajar.
Anies ingin peserta diklat menyesuaikan perubahan itu dengan menjadi pembelajar
juga.
"Bapak, Ibu tolong sadari bahwa tiap Anda adalah pembelajar.
Baca juga: Anies Tak Temui Sopir Angkot Tanah Abang, Ini Alasannya...