----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Marco 45665 [email protected] 
[wahana-news] <[email protected]>Kepada: Chalik Hamid 
<[email protected]>; Sunny ambon <[email protected]>; Temu 
Eropa <[email protected]>; kh djie <[email protected]>; RKB 
<[email protected]>; Jakarta Globe 
<[email protected]>; Sheila Kartika [email protected] 
[PERS-Indonesia] <[email protected]>; Awind 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>; [email protected] 
<[email protected]>; Hsin Hui Lin <[email protected]>Terkirim: Rabu, 
31 Januari 2018 17.08.19 GMT+1Judul: [wahana-news] Re: [nasional-list] Menteri 
Jonan: Belum Ada BUMN yang Mampu Kelola Tambang Freeport
     

Jika hanya dimulut saja ....Tidak pernah ada Perusahaan Nasional maupun Ahli 
Indonesia  yang bisa memproces segala Proces Produksi dan Menagement dari 
setiap Perusahaan Cabang Utama apalagi Dunia PERTAMBANGAN....
1/. KOK anehnya CHINA atau India sanggup dan bisa bermandiri ..... !! Padahal 
Chinapun dan atau Indiapun adalah Bangsa Asia .... seperti juga Indonesia.... 
2/.Jika BUMN dan Pemerintah R.I. dan DPR .RI sementara ini belum sanggup  
Juga.... dan bahkan selama dan  setelah 7O th Merdeka belum juga sanggup 
MENGATASI dan MENGUASAI  MASALAH  INDUSTRI PERTAMBANGANNYA (bukan menglola  
atau Meng-kelola !!  ...karena salah  memakaI Istilah maka tak pernah bisa  
menyelesaikan sesuatu hal2 yg Essential Pokok, makaTAK HERAN karena selalu 
Salah Memahami  Hakiki Masalahnya..  )..... maka TIDAK BERARTI HARUS MENJUAL 
dan MENGOBRAL  LISENSI  DAN IZIN  OPERATIONIL PERTAMBANGAN melalui PERJANJIAN  
JANGKA PANJANG YANG HAMPIR TAK TERBATAS  DAN PRAKTIS DAN SANGAT DAN SANGAT 
MERUGIKAN NEGARA  serta MEMBIARKAN FREEPORT Mac MORRANdan PERUSAHAN2 MONOPOL 
DUNIA SEJNISNYA untuk HABIS2AN MENGURAS KEKAYAAN ALAM MILIK NEGARA dan BANGSA 
INI dan Tanpa Peduli MENINGGALKAN SAMPAH INDUSTRI  yang mematikan serta KRATER 
YANG SANGAT MERUSAK KELESTRAIAN ALAM  dan LINGKUNGAN HIDUP BANGSA INDONESIA..
      3/. Jika BUMN dan Pemerintah R.I. dan DPR .RI sementara ini belum sanggup 
.... Lalu mengapa selama 7O thn Merdeka Tidak mengirim dan menyekolahkan Para 
     Ahli Pertambangannya da Ahli2 Technik dan Technology   Indonesia untuk 
belakajar di LN 9 misalnza di USA, Canada , German , Swedia ,dll,dll .. )  
Ketimbang       hanya Mengirim para Eselon Partai Politik dan Anggouta2 serta 
Eselon2 DPR .R.I yg duduk untuk " STUDY BANDING " ke  Luar Negri  untuk 
MEMPERBESAR       PRODUKSI HAJI  yang sama sekali TIDAK PRODUKTIVE dan Tidak 
lebih hanya Menghamburkan Uang Negara FOR NOTHING dan menghabiskan Waktu yang   
   sangat berharga FOR NOTHING ..KETIMBANG untuk dipakai BERPIKIR dan 
MEMECAHKAN MASALAH POKOK NASIONAL dibidang Ekonomi  dan       PENDIDIKAN 
Pendidikan NOTHING an Ilmiah , dibidang Social dan terutama juga dibidang 
Cabang2 Perekonomian Nasional yang Pokok agar bisa berdikari        dalam 
segala Bidang Pokok Nasional seperti PERTANIAN, PERTAMBANGAN, INFRASTRUKTUR DAN 
KOMUNIKASI ( Darat,Laut dan Udara ), ENERGY (Listrik,       Air dan Angin serta 
Solar System ) serta dibidang INDUSTRI ( Berat, Sedang  dan Ringan ), RESEARCH 
ILMIAH dan PENDIDIKAN , PERTUKANGAN AHLI,       INDUSTRI MAKANAN , MINUMAN 
,TEXTIL dan SUKU CABANG ( Spare Parts ) serta INDUSTRI MINYAK ( Oil  Refinery 
Industry ) dan INDUSTRI KIMIA       ( termasuk Kimia Makanan dan Obat2an) , 
dll, dll....????
4/- BAGAIAMANA BUMN , PEMERINTAH , DPR RI dan NEGARA BISA BERHASIL MENGGULANGI 
SEGALA MASALAH POKOK NASIONAL  , jika Banyak PARA      "  ILMUWAN Yang 
berijazah PERGURUAAN TINGGI dan bahkan SEMENTAR PROFESORNYA dan JUTAAN MANUSIA 
INDONESIA "  lebih baik dan lebih       senang menyambut , mengelu- ngelukan 
dan menghabiskan Waktu , Beaya dan Energinya bahkan Tanpa mikir ,membiarkan 
dirinya  DIINDOKTRINASI MENTAL       serta  JIWANYA dikuasai dan Disulap  oleh 
SEORANG HABIB - PROCESOR  ( Bukan Professor ) dan DOKTOR  ( Obat Muzizat ) 
..dari Padang Pasir  Hadramaut      ...??  Yang kerjanya Tidak lebih 
MENYEBARKAN KEBENCIAN , KEKERASAN DAN MEMECAH BELAH BANGSA dng AGATASI dan 
PROVOKASI2NYA  yang       bersifat dan bermuatan RADIKALISME , EXTERMISME dan 
bahkan Yang mengarah ke TERROR....?Y
5/.   BAIK TIDAKNYA MUTU  MANAGEMENT SYSTEM BUMN  ( System Pengendalian atau 
POLICY BUMN ) akan selalu terikat, tergantung dan langsung saling berhubungan 
dengan  (Langsung TAK  Langsung ) dan DIPENGARUHI OLEH SYSTEM PEMERINTAHAN , 
nota bene akan tergantung PADA POLITIK DAN POLICY  PEMERINTAH itu sendiri , 
pada KEPUTUSAN DPR  dan pada SYSTEM HUKUMNYA ( dng kata lain pada  Policy 
Pemerintah > Governance System serta  pada  KEBIJAKSANAAN POLITIK PEMERINTAH - 
Pada Kebijaksanaan Legislative dan pada KEBIJAKSANAAN HUKUM ( System Hukum ) 
yang berlaku -Termasuk  KELEMAHAN dan atau KETIDAK SEMPURNAAN PASAL2 HUKUM  
dibidang Usaha Terkait ( BIDANG PERTAMBANGAN - termasuk SystemPemberian Lisensi 
dan Izin Usaha Operationil dibidang terkait ,dll  dan atau pada Level dan 
Kesanggupan Para EXPERT dibidangnya masing2...)..          > DARI YANG UMUM 
menjurus pada   YANG KHUSUS  dan atau Dari SYSTEM ke SUBSYTEM....
   Sedangkan BANYAK Orang  yang cenderung berpikir sebaliknya .....    
2018-01-31 11:21 GMT+01:00 Sunny ambon [email protected] [nasional-list] 
<[email protected]>:

     

  



Kalaubelum atau tak ada yang mampu lantas siapa yang akan mengolahnya 
jikadinasionalisasikan? Ataukah untuk kepentingan kampanye Pemilu 
sengajadiisukan hiruk pikuk dan nanti seandainya berhasil diambil alih 
akandisewakan oleh rezim kaum neo-Mojopahit kepada konco bin sahabatmereka. 
Dengan rejeki nomplok atas nama nasionalisasi. Adakah sesuatulain dibalik 
ucapan belum ada yang mampu?




https://www.jawapos.com/read/ 2018/01/26/184079/menteri- 
jonan-belum-ada-bumn-yang- mampu-kelola-tambang-freeport







Menteri Jonan: Belum Ada BUMN yang Mampu KelolaTambang Freeport

Jumat, 26 Jan 2018 11:16 | editor : Saugi Riyandi 



konferensi pers pemerintah RI dengan Freeport Mc Moran (Dok.JawaPos.com) 

BeritaTerkait 
   
   -    
 Dua Tahun Digenjot, Program Listrik Jokowi-JK Baru Tercapai 1.358 MW 
 
   -    
 Minyak Bumi Mau Habis, Gus Falah Dorong Penggunaan Energi Terbarukan 
 
   -    
ESDM Ingin Harga Batubara Acuan Masuk Penetapan Tarif Listrik 


JawaPos.com - KontrakPT Freeport Indonesia akan berakhir pada 2021. Namun, 
pemerintahdiminta untuk menunggu kontrak habis dan menguasai 100 persensahamnya 
ketimbang 51 persen perusahaan tambang asal Amerika Serikatini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonanmengatakan 
pemerintah harus menunjuk kontraktor asing atau perusahaannasional jika ingin 
mengambil alih pengelolaan tambang bawah tanahmilik Freeport dengan menyetop 
perpanjangan kontrak.

"Kalau tidak diperpanjang (kontrak), ada yang berpandanganbisa diserahkan ke 
kontraktor asing lain untuk mengelola. Tapi adayang berpandangan diserahkan ke 
PT Aneka Tambang (Antam) Tbk,"ujar Jonan di Jakarta, Kamis (25/1) malam.

 

Freeport (Dok. Jawapos.com) 

Namun, dia pesimistis dengan kemampuan Antam mengelola tambangbawah tanah 
Freeport. Sebab, belum ada pengalaman dari Badan UsahaMilik Negara (BUMN) 
maupun perusahaan nasional mengelola tambang yangdinilai sangat kompleks 
tersebut.

"Kalau diserahkan ke Antam, saya yakin tidak bisa karenaexpertise-nya tidak 
pernah ada. Karena ini adalah tambangtembaga bawah tanah yang panjang 
terowongannya 700 km dan kita tidakpernah mengelola tambang sekompleks ini. Di 
dunia pun, ini one ofthe most complex engineering design yang pernah dibikin 
untuktambang bawah tanah," tegas Jonan.

Dia mengatakan, saat ini upaya pemerintah adalah menguasai 51persen saham 
Freeport Indonesia dengan harga paling wajar. Salah satucaranya dengan membeli 
hak partisipasi perusahaan asal Australia, RioTinto di tambang Freeport 
Indonesia sebesar 40 persen.

"Sebesar 40 persen hak partisipasi ini bisa dikonversimenjadi saham pada 2021 
seiring dengan perpanjangan hak partisipasiantara Rio Tinto dan Freeport 
McMoran pada periode yang sama,"kata Jonan.






   

    

Kirim email ke