Kalau Ustadznya bilang, kalau korupsi pasti masuk neraka,
apa KPK akan kekurangan pekerjaan, jadi bisa dibubarkan ?
Kalau Ustadznya sendiri korupsi, masuk ke mana ?


2018-02-04 12:40 GMT+01:00 Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com [GELORA45] <
GELORA45@yahoogroups.com>:

>
>
> *Mengapa harus ada neraka? Bukankah dikatakan bahwa manusia diciptakan
> sesuai dengan kehendak Allah? Jadi kalau ada manusia tidak beres seperti
> petinggi-petinggi neo-Mojopahit yang korupsi, menipu rakyat dsbnya, salah
> siapa?*
>
>
> www.suara-islam.comread/al-islam/akidah/24965/Kalimat-
> yang-Sangat-Ditakuti-Penduduk-Neraka
>
>
>
> *Kalimat yang Sangat Ditakuti Penduduk Neraka*
>
> 04 Februari 10:05 | Dilihat : 145
>
> Ilustrasi
>
> Jika kita ditanya, “apakah Anda takut dimasukkan ke neraka?” Kita pasti
> menjawab, “ya”. Seratus persen akan menjawab, “Aku takut masuk neraka, aku
> tidak sanggup masuk neraka.” Tapi seringnya, pengakuan itu hanya terucap
> pada lisan saja. Nyatanya kita mengaku takut akan masuk neraka, tetapi
> berani melakukan amalan-amalan yang menjerumuskan ke neraka. Seandainya
> Allah tampakkan neraka kepada kita, pasti kita tidak akan pernah tersenyum,
> tertawa, bahagia selama-lamanya. Karena betapa dahsyatnya siksa neraka.
> Neraka adalah seburuk-buruk tempat kembali di akhirat.
>
> Didalam neraka ada satu kalimat yang begitu menakutkan dan paling ditakuti
> oleh para penghuninya. Allah Ta'ala berfirman:
>
> فَذُوقُوا فَلَنْ نَّزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا
>
> *"Maka karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan
> kepadamu selain azab."* (QS. An-Naba' 78: Ayat 30)
>
> Kalimat tersebut menyatakan bahwa azab penduduk neraka akan terus
> bertambah. Dalam tafsir At-Thabari dijelaskan,
>
> فهم في مزيد من العذاب أبدا
>
> *"Mereka mendapatkan tambahan adzab yang abadi"*
>
> Kematian adalah kepastian, kita akan kembali kepada Allah mempertanggung
> jawabkan semuanya. Masihkah kita tidak peduli dengan akhirat kita?
> Jika lalai dan tidak peduli sama sekali, ketauhilah kita tidak sanggup
> menahan siksa api neraka.
> Pernahkah melihat orang yang menyesal? Menyesal sejadi-jadinya. Menyesal
> setelah nyata sakratul maut, Menyesal setelah bertemu Mungkar & Nakir,
> menyesal karena harta dan jabatan yang ia cari mati-matian, ternyata tidak
> ikut di bawa mati.
>
> Kita tidak akan sanggup menahan beratnya siksa api neraka karena pedihnya,
> penghuni neraka meminta kematian tapi dijawab dengan kekekalan di neraka,
> para penghuni neraka berkata sebagaimana, Allah Ta'ala, berfirman:
>
> وَنَادَوْا يٰمٰلِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ  ۖ  قَالَ إِنَّكُمْ
> مّٰكِثُونَ
>
> *"Dan mereka berseru, Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan
> kami saja. Dia menjawab, Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).."*
> (QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 77)
>
> Didalam AlQuran banyak sekali ayat ayat yang menceritakan tentang berbagai
> macam azab neraka, tapi seolah kita abaikan, kita baca hanya sekilas bacaan
> tanpa sedikitpun tersentak takut bahkan menangis pun tidak.
>
> Kita tahu betapa dasyatnya siksa itu, tapi karena sudah bertumpuknya dosa
> dan maksiat, menyebabkan hati ini berkarat dan kotor menghitam, hingga tak
> mampu menangis bahkan menetespun tidak air mata ini. Air mata kita obral
> untuk sekedar urusan hina dunia, begitu mahal airmata untuk secuil
> akhirat...masyaAllah.
>
> Maka mari kita selalu bersihkan kotoran kotoran dunia yang menempel di
> relung hati kita, seraya senantiasa berdoa sebagaimana firman Allah Ta'ala,
>
> ... رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ  ۖ  إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ
> غَرَامًا
>
> *"...Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami, karena sesungguhnya
> azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal,"* (QS. Al-Furqan 25: Ayat 65)
>
> *Wallahu a'lam*
>
> *Abu Miqdam*
> *Komunitas Akhlaq Mulia*
>
>
>
> 
>

Kirim email ke