----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Marco 45665 comoprim...@gmail.com 
[nasional-list] <nasional-l...@yahoogroups.com>Kepada: Chalik Hamid 
<nasional-l...@yahoogroups.com>; Sunny ambon <ilmeseng...@gmail.com>; 
'arif.hars...@t-online.de' arif.hars...@t-online.de [temu_eropa] 
<temu_er...@yahoogroups.com>; kh djie <dji...@gmail.com>; RKB 
<rumahkitabers...@yahoogroups.com>; Awind <j.gedea...@upcmail.nl>; Jakarta 
Globe <jgdir...@jg.thejakartaglobe.com>; Sheila Kartika 
sheila.kart...@yahoo.com [PERS-Indonesia] <pers-indone...@yahoogroups.com>; 
"sastra-pembeba...@yahoogroups.com" <sastra-pembeba...@yahoogroups.com>; 
wahana-n...@yahoogroups.com <wahana-n...@yahoogroups.com>Terkirim: Senin, 5 
Februari 2018 01.15.48 GMT+1Judul: Re: [nasional-list] Empat Provinsi Rawan 
Gunakan Isu SARA dalam Pilkada 2018
     



​Empat Provinsi Rawan Gunakan Isu SARA dalam Pilkada 2018
....Karena  tidak punya POLA BERPIKIR  DAN PROGRAM KERJA POLITIK YANG NYATA  
dan MEMBUMI ... selain bulak- balik menonjolkan MASALAH SARA dan  POLA 
PEMIKIRAN KERDIL NYA dari para AMATIR  YANG HANYA  BER- POLITIKING.....dengan 
Program Politik dan Program Kerjanya  yang tidak pernah Meyakinkan dan cendrung 
BISING UNTUK DIDENGAR  ...namun HAMPA untuk DIRASA ...
2018-02-04 23:13 GMT+01:00 Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com [nasional-list] 
<nasional-l...@yahoogroups.com>:

     

  
 Partaipolitik di daerah hanya pelayan induknya di pusat kekuasaan.Jadi isuSARA 
adalah buatan dari luar. 




https://pilkada.tempo.co/read/ 1057301/empat-provinsi-rawan- 
gunakan-isu-sara-dalam- pilkada-2018


​​Empat Provinsi Rawan Gunakan IsuSARA dalam Pilkada 2018  
Reporter: 
 
Chitra Paramaesti
 
Editor:  
 
 Amirullah

Minggu,4 Februari 2018 18:00 WIB 

0komentar 

51006
   
   -    
  


Presiden Joko Widodo memberi ucapan selamat kepada anggota DewanKehormatan 
Penyelenggara Pemilu (DKPP) usai pelantikan di IstanaNegara, Jakarta, 12 Juni 
2017. Tujuh anggota DKPP yang dilantikyakni, Hasyim Asy'ari (KPU), Ratna Dewi 
Pettalolo (Bawaslu) dan dariunsur tokoh masyarakat yaitu Hardjono, Teguh 
Prasetyo, Muhammad,Alfitra Salam, dan Ida Budhiati. ANTARA FOTO
 
TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu Ratna Dewi Pettalolo 
mengatakan setidaknya ada empat provinsi yang berpotensi tinggi menggunakan 
politik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam pilkada 2018. Untuk 
mencegah hal tersebut, Bawaslu akan menggelar deklarasi pilkada damai menjelang 
kampanye.
 
Ratna menyebutkan empat provinsi yang rawan menggunakan politik SARA itu. "Ada 
di Kalimantan Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Papua,” ujarnya dalam diskusi 
bertajuk kampanye SARA dalam pilkada 2018 di kantor Kode Inisiatif, Tebet, 
Ahad, 4 Februari 2018.
 
Baca juga: Bawaslu: Penyelenggara Pilkada 2018 Bisa Menjadi Pemicu Konflik
 
Ratna menjelaskan, politik kekerabatan dan dominasi tokoh agama sangat 
berpengaruh di empat wilayah tersebut. Menurutnya, dominasi tokoh adat dan 
agama dapat mempengaruhi pilihan seseorang.
 
Karena itu, Ratna menuturkan isu agama dan kesukuan di wilayah tersebut dapat 
menjadi alat propaganda politik. "Karena dianggap dapat mempengaruhi pemilih," 
katanya.
 
Pencegahan yang dapat dilakukan Bawaslu ialah menindak berdasarkan 
undang-undang. Namun, kata Ratna, Bawaslu memiliki kendala karena tidak 
memiliki keleluasaan untuk menindak. "Karena kami mengacu kepada kewenangan, 
prosedur, dan substansinya," tuturnya.
 
Baca juga: Uang Suap Bupati Jombang untuk Kampanye Pilkada 2018
 
Dalam upaya menciptakan pilkada serentak 2018 berjalan dengan aman, Bawaslu 
akan melakukan deklarasi tolak politik uang dan SARA di semua provinsi.
 
Bawaslu juga bekerja sama dengan berbagai pihak terkait, seperti Kepolisian RI 
dan kejaksaan untuk membantu menindak pelanggaran dalam pilkada 2018. "Kami 
merasa menangani politik uang dan isu SARA itu perlu kerja yang ekstra," 
ucapnya.






   



|  | Virus-free. www.avast.com  |

    

Kirim email ke