Apa di Universitas dan politeknik tidak bisa membuka fakultas yang siap pakai 
seperti ini.
Kemarin saya sempat baca, pak Jokowi menyarankan agar dibuka fakultas ekonomi 
jurusan ekonomi kreatif dan bisnis online.
Terus terang, semakin tahun pengangguran semakin banyak lataran tamatan dari 
universitas tidak berbekal skil.
Jika ada jurusan ekonomi kreatif dan bisnis online sudah tentu pengangguran 
dapat dikurangi.

Atau mungkin pemerintah perlu mensubsidi kursus-kursus ketrampilan dengan waktu 
lama 1-2 tahun.
Sehingga mahasiswa yang masih menyusun sikripsi, KKN serta PKL bisa ikut 
program ini.
Sebagai contoh Mahasiswa di LP3I, perhotelan begitu tamat rata-rata diterima 
diperusahaan maupun dihotel

From: GELORA45@yahoogroups.com [mailto:GELORA45@yahoogroups.com]
Sent: Monday, February 05, 2018 2:40 PM
To: GELORA_In <GELORA45@yahoogroups.com>
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Hadapi Industry 4.0, SMK Kemenperin buka 
jurusan Mekatronika


Hadapi Industry 4.0, SMK Kemenperin buka jurusan Mekatronika

 Senin, 5 Februari 2018 12:46 WIB
[Hadapi Industry 4.0, SMK Kemenperin buka jurusan Mekatronika]

Sekretaris Jenderal Haris Munandar (kiri) didampingi Kepala Pusat Pendidikan 
dan Pelatihan Industri Mujiyono (kanan) menjadi narasumber mengenai pelaksanaan 
program pendidikan vokasi industri yang dilaksanakan oleh Kementerian 
Perindustrian pada diskusi mingguan dengan Forum Wartawan Industri (Forwin) di 
Jakarta, 17 Maret 2017. (Kemenperin)
Jakarta (ANTARA News) - SMK Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) 
Yogyakarta di bawah Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian 
Perindustrian membuka jurusan Mekatronika atau ilmu mekanik, elektronika dan 
informatika.

"Tahun ini mulai menerima jurusan baru di SMTI Yogyakarta," ujar Kepala 
Pusdiklat Kemenperin Mujiyono kepada ANTARA News di Jakarta, Senin.

Mujiyono menyampaikan, pembukaan jurusan baru tersebut dilakukan untuk 
mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang perindustrian dalam menghadapi 
era Industry 4.0 yang saat ini sedang dikembangkan.

Selain itu, dalam membuka jurusan Mekatronika, SMTI Yogyakarta juga bekerja 
sama dengan produsen elektronik dalam negeri Polytron untuk membuka kelas 
khusus bagi calon karyawan yang akan bekerja di perusahaan tersebut.

"Jadi alat-alat praktek yang ada di sana sudah dilengkapi, sudah hampir sama 
dengan alat-alat industri," ujar Mujiyono.

Menurut Mujiyono, 98 persen lulusan SMTI Yogyakarta saat ini sudah terserap di 
berbagai perusahaan manufaktur, hal tersebut karena kurikulumnya sudah mengacu 
pada kebutuhan industri yang berbasis kompetensi.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, era Industry 4.0 tidak 
bisa lagi dihindari karena sudah berjalan.

Sistem revolusi industri keempat ini mengintegrasikan setiap sektor produksi di 
industri secara online.

"Kami tengah membuat roadmap Industry 4.0. Langkah ini juga untuk kesiapan 
dalam menghadapi era ekonomi digital saat ini," kata Airlangga.

Tidak hanya untuk industri skala besar, Kementerian Perindustrian juga 
mendorong industri kecil dan menengah (IKM) agar ikut menangkap peluang 
Industry 4.0 dengan memanfaatkan perkembangan teknologi manufaktur terkini.

"Kami telah meluncurkan program e-Smart IKM, pada awal tahun 2017. Salah satu 
tujuannya adalah meningkatkan akses pasar melalui internet marketing," tutur 
Airlangga.


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Monalisa

  • [GELORA45] ... 'Chan CT' sa...@netvigator.com [GELORA45]
    • Re: [G... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
    • RE: [... 'Karma, I Nengah [PT. BI-POS]' ineng...@chevron.com [GELORA45]
      • Re... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]
        • ... b...@yahoo.com [GELORA45]
          • ... 'Chan CT' sa...@netvigator.com [GELORA45]
            • ... b...@yahoo.com [GELORA45]
        • ... 'Karma, I Nengah [PT. BI-POS]' ineng...@chevron.com [GELORA45]
          • ... kh djie dji...@gmail.com [GELORA45]

Kirim email ke