http://nasional.kompas.com/read/2018/02/05/20280321/pdi-p-dan-gerindra-keteteran-di-pilkada-jabar
"PDI-P dan Gerindra Keteteran di Pilkada
Jabar..."
Estu Suryowati
Kompas.com - 05/02/2018, 20:28 WIB
Bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat TB Hasanuddin (kiri)
dan Anton Charliyan (kanan) mengepalkan tangan saat pengumuman
cagub-cawagub PDIP di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan,
Minggu (7/1). PDIP resmi mengumumkan para cagub dan cawagub enam
provinsi yakni provinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat,
Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur pada Pilkada 2018.
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww/18.
Bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat TB Hasanuddin (kiri)
dan Anton Charliyan (kanan) mengepalkan tangan saat pengumuman
cagub-cawagub PDIP di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan,
Minggu (7/1). PDIP resmi mengumumkan para cagub dan cawagub enam
provinsi yakni provinsi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat,
Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur pada Pilkada 2018.
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww/18.(SIGID KURNIAWAN)
*JAKARTA, KOMPAS.com* — Direktur Eksekutif Center for Strategic and
International Studies (CSIS) Philips J Vermonte melihat, Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDI-P
<http://indeks.kompas.com/tag/PDI-P>) dan Partai Gerindra
<http://indeks.kompas.com/tag/Gerindra> cukup keteteran di Pilkada Jawa
Barat (Jabar).
Pasalnya, berdasarkan survei Cyrus Network terbaru, suara calon pemilih
mengelompok pada pasangan Ridwan Kamil-Uu R Ulum (45,9 persen) dan Deddy
Mizwar-Dedi Mulyadi (40,9 persen).
"Sementara calon yang diusung PDI-P kecil sekali (perolehan suaranya),
demikian juga calon yang diusung Gerindra," kata Philips dalam paparan
survei opini publik Cyrus Network, Jakarta, Senin (5/2/2018).
Pasangan calon yang diusung PDI-P, yaitu TB Hasanuddin-Anton Charliyan,
dan Gerindra, yakni Sudrajat-Ahmad Syaikhu, memiliki tingkat
keterpilihan yang sangat rendah, masing-masing 2,5 persen dan 5 persen.
*Baca juga: Duet TB Hasanuddin-Anton Charliyan Tak Khawatir Dihantam Isu
SARA di Jabar
<http://nasional.kompas.com/read/2018/01/07/15364021/duet-tb-hasanuddin-anton-charliyan-tak-khawatir-dihantam-isu-sara-di-jabar>
*
"Ini menurut saya ironi besar dua calon yang diusung dua parpol terbesar
di Jabar," kata Philips.
Dia menambahkan, hasil survei tersebut setidaknya menunjukkan bahwa
kedua parpol terlambat dalam mengusung pasangan calon atau kalah cepat
dibandingkan partai-partai lainnya.
"Jadi, PDI-P dan Gerindra menurut saya mulai pilkada Jabar
<http://indeks.kompas.com/tag/Pilkada-Jabar> ini agak keteteran dari
parpol lain. Akibatnya, PR berat sekali untuk calon yang diusung PDI-P
dan Gerindra," kata Philips.
Selain itu, hasil tabulasi silang antara elektabilitas dan pilihan
partai politik menunjukkan bahwa soliditas pemilih PDI-P dan pemilih
Gerindra sangat rendah dibanding partai-partai pengusung Ridwan Kamil-Ulum.
*Baca juga: Aher Siap Menangkan Sudrajat-Syaikhu pada Pilkada Jawa Barat
2018
<http://regional.kompas.com/read/2018/01/21/16080821/aher-siap-menangkan-sudrajat-syaikhu-pada-pilkada-jawa-barat-2018>
*
"Pemilih PDI-P dan Gerindra malah memilih paslon lain yang tidak diusung
PDI-P dan Gerindra," kata Philips.
"Ini menurut saya PR besar karena partainya kelihatan tidak siap
menyiapkan calonnya untuk pilkada Jabar yang demikian penting," lanjut
Philips.
Meski demikian, dia melihat masih ada waktu lima bulan lagi untuk
mengerek tingkat keterpilihan. Apalagi, tingkat kemantapan responden
dalam survei opini publik ini baru 30,3 persen.
"69,7 persen bilang pilihannya masih bisa berubah. Masih goyah. Dan
pemilih Jabar adalah pemilih yang paling mudah pindah ke lain hati,"
katanya.
Dia menyebutkan, pemilihan legislatif 1999 Jabar dimenangkan oleh PDI-P,
tapi pada 2004 dimenangkan oleh Golkar. Pada 2009, Jabar dimenangkan
oleh Demokrat, dan pada 2014 dimenangkan oleh Gerindra.
Sudrajat-Syaikhu maju dengan dukungan tiga partai politik, yaitu,
Gerindra, PKS dan PAN.(Kompas TV)