Segitu itu baru untuk urus reklamasi, belum dll. - Rp 20 Triliun, Dana Siluman Pengembang Muluskan ReklamasiJakarta RABU, 07 FEBRUARI 2018 , 02:47:00 WIB | LAPORAN: ADEMULYANA AmirHamzah/Net RMOL. Pengembang mengucurkan danasiluman untuk memuluskan proyek reklamasi di teluk Jakarta. Total dana yangsudah dikucurkan hampir tiga kali lipat dana bailout Bank Century sebesar Rp6,7 triliun. "Duit Rp 20 triliun sudahdikeluarkan pengembang sejak Pilpres 2014 sampai sekarang. Makanya merekamati-matian berusaha agar proyek reklamasi tidak dibatalkan Gubernur AnisBaswedan," kata Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting MetropolitanWatch (BMW), Amir Hamzah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (6/2).
Amir mengungkapkan, duit siluman dari pengembang tersebut diantaranya digunakanuntuk menyuap mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi yangditangani KPK. Kasus suap pembahasan dua raperda reklamasi Teluk Jakarta itu juga menyeretPresiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja, dan karyawan PTAgung Podomoro Triananda Prihantoro. Terkait kasus suap reklamasi, lanjut Amir, berdasarkan keterangan tiga terdakwaterungkap ada keterlibatan anggota DPRD lain dan pejabat Pemprov DKI. Sementaraitu pimpinan KPK sempat menyebutkan bakal ada tersangka baru dalam kasus ini. "Sekarang momentum Gubernur Anies untuk mendorong KPK untuk menuntaskankasus suap reklamasi itu," ujar Amir. Disisi lain, kata Amir, publik juga sedang menunggu rampungnya penggodokanrencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2018-2022. Salah satu yang ditunggu adalah masalah reklamasi Teluk Jakarta. ApakahAnies-Sandi konsisten untuk membatalkan reklamasi sesuai janji kampanyenya padaPilgub 2017 lalu. Amir menilai sebenarnya soal reklamasi bukan semata dilanjutkan atau tidak.Melainkan terkait dengan tata ruang Pantai Utara Jakarta dan pengembangankawasan strategis pantai ibukota negara. "Hal lain yang perlu dicermati soal perkembangan geopolitik. Sehinggadiperlukan kehati-hatian.Sikap yang bersifat sentrifugal. Sehingga bisamenyeimbangkan kepentingan nasional dengan pengaruh perkembangan geopolitik dangeostrategi," pungkas Amir. [dem]
