*Apakah ada kemungkinan besar untuk memberi pekerjaan kepada 26 juta orang
miskin. Pada umumnya orang miskin melakukan pekerjaan manual yang dewasa
ini makin berkurang, karena diambil alih oleh adaptasi kemajuan teknologi
di berbagai bidang. Memakai alat modern dan automatisasinya jauh lebih
murah dari pada tenaga manusia.*


*http://mediaindonesia.com/index.php/news/read/144205/entas-rakyat-miskin-melalui-pemberdayaan-ekonomi/2018-02-07*
<http://mediaindonesia.com/index.php/news/read/144205/entas-rakyat-miskin-melalui-pemberdayaan-ekonomi/2018-02-07>


*Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonom**i*

Rabu, 7 February 2018 09:30 WIB Penulis:



TENAGA pendamping sosial dalam program pengentasan rakyat miskin idealnya
bukan sekadar bertugas mengantarkan bantuan. Mereka harus dibekali motivasi
untuk memberdayakan masyarakat miskin, minimal harus bisa meluruskan
pandangan masyarakat bahwa bantuan sosial (bansos) tidak cukup untuk
meningkatkan taraf hidup.

“Pendamping bukan hanya bertugas mengantarkan beras 10 kilogram setiap
bulan. Lebih dari itu, mesti meluruskan pikiran masyarakat agar bisa naik
kelas, tidak lagi jadi fakir miskin,” kata Menteri Sosial (Mensos) Idrus
Marham pada Bimbingan Pemantapan Pendamping Sosial di Makassar, Sulawesi
Selatan, kemarin.

Acara tersebut merupakan pembekalan bagi tenaga penyalur bantuan pangan
nontunai (BPNT) dan bantuan sosial beras sejahtera (rastra). Ia
mengungkapkan jumlah rakyat miskin di Indonesia saat ini sebanyak 26 juta
jiwa. Angka itu tidak bisa ditekan lewat berbagai bantuan, tetapi harus
melalui pemberdayaan ekonomi yang modelnya tengah dirumuskan pemerintah.

“Tenaga pendamping juga bukan sekadar menelusuri keluarga yang mendapatkan
bantuan, melainkan juga di sekitarnya, yang mungkin belum tersentuh
bantuan,” kata Idrus.

Mensos juga menegaskan Februari merupakan bulan pencanangan penuntasan
bansos kepada masyarakat penerima manfaat. Oleh karena itu, ia akan turun
ke daerah dan mengajak anggota komisi VIII DPR guna memastikan seluruh
bansos yang diberikan kepada masyarakat tuntas bulan ini.

Khusus terkait dengan rastra, pada Februari ini sudah 80% hingga 100%
disalurkan bertahap. “Kita pastikan nanti berjalan dengan baik sampai
kepada rakyat dan di sinilah urgensi kehadiran pada pendamping, tidak hanya
memastikan bansos sampai. Tapi paling penting pemanfaatannya di tengah
masyarakat dan tugas lain diberikan menelusuri kemungkinan ada yang tidak
mendapatkan,” ujarnya.

Bimbingan tenaga pendamping diikuti 589 peserta dari empat provinsi, yakni
Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
Para peserta diberi materi seputar fungsi dan tugas pendampingan sosial,
dalam penyaluran bansos.

“Kita ingin mempersiapkan tenaga berkompetensi dan berpengetahuan dalam
penanganan bantuan BPNT dan rastra,” kata Dirjen Penanganan Masyarakat
Miskin Kemensos Andi ZA Dulung. (RO/Ant/H-2)

Kirim email ke