Ada yang tahu total invest, investor ini di indonesia

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Friday, February 09, 2018 2:27 AM
To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; Persaudaraan 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Kementan gandeng Taiwan, wujudkan swasembada 
pangan





https://www.antaranews.com/berita/684390/kementan-gandeng-taiwan-

wujudkan-swasembada-pangan

Kementan gandeng Taiwan
wujudkan swasembada pangan

Kamis, 8 Februari 2018 22:57 WIB
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng lima pakar 
pertanian dari Taiwan untuk mengembangkan model pertanian korporasi di 
Kabupaten Karawang Jawa Barat guna mewujudkan swasembada pangan.

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Dedi 
Nursyamsi, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis mengatakan, Taiwan 
merupakan negara agraris yang maju di Asia sehingga memiliki pengalaman untuk 
mendukung program swasembada pangan di Indonesia.

Menurut dia, pertanian korporasi di Karawang bertujuan meningkatkan 
produktivitas lahan sawah irigasi di wilayah itu yang luasan kepemilikannya 
terfragmentasi, menjadi satu kesatuan pengelolaan.

"Langkah tersebut termasuk bagian program upaya khusus (UPSUS) dalam rangka 
mencapai swasembada pangan," katanya.

Sebagai langkah awal kerjasama dalam pengembangan pertanian korporasi tersebut 
Taiwan dan Indonesia menggelar "Workshop on Demonstration Farm of Corporate 
Agriculture" di Karawang pada 6-7 Februari 2018.

Ketua tim Council of Agriculture Taiwan, Hung Chung Hsiu mengatakan, Indonesia 
memiliki kondisi geografis yang baik, tanah yang subur, serta iklim yang baik 
sehingga idealnya mampu mewujudkan swasembada pangan.

"Tentu harus diraih dengan komitmen dan kerja keras," kata Hung.

Untuk mewujudkan itu, lanjutnya, pihaknya menugaskan lima pakar yang ahli dalam 
irigasi, padi, peternakan, hortikultura, dan penyuluhan.

Mereka bersama para pakar Indonesia terutama dari Badan Penelitian dan 
Pengembangan Pertanian untuk mendorong peningkatan produksi pangan nasional.

Untuk mencapai itu, menurut dia, petani harus memperkuat kelompok tani untuk 
meningkatkan kemampuan budidaya, promosi, dan pemasaran.

Hung menyatakan, dari kunjungan lapang ke lokasi demfarm di Jayakerta 
menunjukkan banyak hal yang harus diperbaiki seperti sarana irigasi dengan 
membangun dam parit dan saluran tersier.

Demikian pula sistem budidaya itik perlu berkelompok agar usaha tani efisien. 
Sistem pemasaran juga perlu diperbaiki terutama pemerintah harus menyediakan 
informasi pasar kepada petani.

Di sisi lain petani juga harus mampu membawa produk ke pasar dalam kondisi 
optimal melalui pengemasan yang baik

Sementara itu Dedi Nursyamsi menambahkan, para peneliti Indonesia harus mampu 
bekerjasama dengan baik dan menyerap teknologi dan inovasi Taiwan untuk 
diterapkan di tanah air.

"Pakar Indonesia harus mengkontekstualisasikan inovasi dan teknologi mereka 
(Taiwan) dengan kondisi Indonesia," katanya.

Kegiatan yang akan dikembangkan dalam kerjasama ini yaitu normalisasi long 
storage dan pembuatan dam parit, pengembangan budidaya padi, hortikultura, 
peternakan itik hingga aspek pemasaran dan kelembagaan pertanian.

Menurut Dedi, hasil utama dari kegiatan kerjasama ini adalah usaha tani yang 
memberikan kesejahteraan bagi petani.

"Petani harus modern, tapi juga untung. Jangan besar pasak daripada tiang," 
katanya.

Pewarta: Subagyo
Editor: Aditia Maruli Radja
COPYRIGHT © ANTARA 2018






Kirim email ke