Masalah pokok yang dihadapi setiap negara sebetulnya yaaa sama saja, kekuasan 
Pemerintah itu ditangan siapa? Ditangan RAKYAT dalam arti sesungguhnya atau 
hanya mengatasnamai rakyat, ... Tiongkok bersandar pada Partai Komunis 
menegakkan Republik Rakyat TIongkok, dimana sampai sekarang TETAP 
mempertahankan prinsip Dikatatur Proletariat, kekuasaan tunggal PKT! 

Sekalipun dihujat sementara orang yang menuduh PKT sudah berubah menjadi Partai 
KAPITALIS Tiongkok, menghianati RAKYAT, ... tapi dalam kenyataan, masih 
menunjukkan kemampuannya membawa maju 1,4 milyar RAKYAT TIongkok hidup lebih 
sejahtera dan BEBAS dari kemiskinan. Selalu menekankan keberhasilan 
mengentaskan kemiskinan RAKYAT sepenuhnya tergantung dari komite Partai 
setempat. Lebih dahulu membenahi organisasi Partai didesa-desa 
terbelakang/miskin itu, ... mengirimkan kader, teknokrat dan dana untuk 
membangun desa terbelang/miskin menjadi desa maju dan makmur, ...

Pengalaman dinegara lain, seperti Indonesia tentu harus bersandar pada kondisi 
di Indonesia sendiri, tidak bisa bersandar pada Partai Komunis yang sampai 
sekarang tetap saja dijadikan momok yg ditakut-takuti, semua orang yang bela 
RAKYAT jadi takut dituduh komunis! Sebelum pemerintah yang berkuasa sungguh2 
pemerintah RAKYAT, tentu tidak bisa dituntut seperti RRT, memusatkan kerjanya 
utk RAKYAT! Yaa, harus bangkitkan kesadaran masyarakat, termasuk kesadaran 
pengusaha berjiwa sosial, ... agar bersedia tanamkan modal utk mengentaskan 
kemiskinan RAKYAT disekitarnya saja? Atau ada gerak pengusaha berhasil 
kumpulkan dana, entah sekian % dari keuntungan setiap tahunnya dalam satu 
foundation, lalu menemukan organisasi sosial macam Lion Club untuk kerjakan 
usaha membantu RAKYAT miskin. Syukur pemerintah ikut memberikan rangsang dan 
kemudahan pengusaha utk buka usaha didaerah miskin, ...! Jadi BETUL-BETUL 
menggerakan sumber daya, SDM sebaik-baiknya dan bisa meningkatkan kesejahteraan 
dgn usaha yang berhasil, ... bukan hanya sedekah dengan memberi 10-20Kg beras 
saja!



From: ajeg ajegil...@yahoo.com [GELORA45] 
Sent: Friday, February 9, 2018 2:25 PM
To: GELORA45@yahoogroups.com 
Subject: Re: [GELORA45] Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi

  

Mengentaskan Rakyat miskin ya Rakyatnyalah yang harus 

didekati, diberi motivasi, dibimbing, didampingi sampai 

betul-betul berdaya untuk keluar dari kemiskinan. Berdikari.


Kalau yang didekati pengusaha, tidak ada jaminan kerja itu 

betul-betul memberdayakan Rakyat. Biasanya hanya 

memberdayakan si kepala pemerintahan dengan memperdaya 

Rakyat.


Kalau pun pengusaha berinisiatif melakukan gerakan sosial,
juga tidak ada jaminan bakal memberdikarikan Rakyat karena
gerakan sosialnya terbatas pada satu atau dua program dan 

berjangka waktu pendek. Walhasil bantuan sosialnya jatuhnya
hanya sekaliber sedekah.


Jadi, harus ada pengembalian pola pikir bahwa Rakyatlah 

pemilik tanah / negeri sesungguhnya. Rakyat bukanlah entitas
yang terstruktur untuk berada di bawah sementera penguasa, 

pengusaha, dan konco adalah kaum yang di atas. Ini yang 

diperjuangkan orang sejak perang dunia pertama, lalu seenaknya
dijungkirbalik oleh para "pemenang" perang dunia kedua.



Manusianyalah yang harus dibangun. Bukan desanya, kotanya, 

apalagi sekedar rel kereta.





--- djiekh@... wrote:

  
Kalau di beberapa kota kalau bupatinya mau melakukan pendekatan 
pada organisasi sosial dan pengusaha untuk membantu memajukan 
pedesaan melalui proyek2 kecil dulu, yang mereka sanggup lakukan,
saya kira bisa berhasil.
Kalau sudah berpengalan, ditawari kerjaan yang lebih besar. Jasa mereka
paling sedikit dipasang nama dan bantuannya di kabupaten, dan di desa
yang proyeknya berhasil.
Pengusaha biasanya suka mendekati bupati.
Teman saya (dua tahun yang lalu meninggal) memimpin sendiri proyek 
dari Lion Club Malang, menyalurkan air minum dan air mandi dari
gunung dengan pipa plastik dan bak tandon air di Blitar Selatan. Wah,
mereka omong enak saja, ngoko satu sama lain antara teman dengan
pak carik.
Teman saya angkut dan stuur sendiri bawa pipa2 plastik, dengan 
sambungan dan fittingnya, lalu ajari penduduk desa bikin ulir dan nyambung
pipa2 plastik. Waktu saya diajak, pipa2 di kamar mandi masih ditutupi gabus..
Minggu depan dia akan datang lagi, bawa dan pasang kran2nya bersama 
penduduk.
Penduduk langsung dapat ajaran bikin ulir, nyambung pipa pakai packing,
bikin konstruksi, bangun bak.
Pendeta Kristen di situ minta teman, supaya disebut proyek itu bantuan gereja.
Teman saya menolak, tidak bisa, ini proyek banuan Lion Club Malang, dan dibak
nya sudah ditatah nama Lion Club sebagai penyumbangnya..


2018-02-08 3:32 GMT+01:00 ajeg :

Buat RRC segalanya lebih mudah karena program-program 

disusun dan digarap partai tunggal selama puluhan tahun. 

Partai lainnya tetap boleh hidup, sekedar untuk pembuktian 

menganut sistem multipartai 



Usul Anda agar pemerintah memberi rangsang kepada pengusaha
untuk tanam modal di pedesaan (seperti di RRC?) menimbulkan 

banyak pertanyaan, dan pernyataan. Pernyataan teratas, pemerintah 

tidak bisa memberi rangsang kepada pengusaha karena yang terjadi 

selama ini justru sebaliknya. 


--- SADAR@... wrote:
Betuuul, yang harus dipikirkan bagaimana memberdayakan warga miskin, ... bukan 
sekadar bansos, memberikan 10Kg beras/bulan saja! Pemerintah disamping harus 
berani memberikan DANA untuk mereka menjalankan usaha, juga harus bisa 
memberikan bimbingan keahlian untuk berusaha, teknologi pertanian, peternakan, 
perkebunan yang hendak dikerjakan mereka dan tentunya untuk mendorong warga 
bisa tergabung dalam kerja kolektif, membentuk koperasi-desa yang baik. Begitu 
yang dijalankan Tiongkok dalam mengentaskan desa-desa miskin menjadi desa-desa 
makmur, dan tentu sandaran-utama yang mengerjakan adalah organisasi partai 
komunis didesa itu! Komite PKT yang baik tentu akan BERHASIL membawa desa itu 
berhasil menjadi makmur, ...

Jalan lain, Pemerintah berikan rangsang bagi pengusaha-pengusaha berhasil untuk 
tanamkan modal didesa-terbelakang itu membuka usahanya, ... jadi dana, 
teknologi dan manajemen diserahkan pada pengusaha berhasil utk meningkatkan 
sejahtera warga desa itu. Agak lebih lambat, mungkin karena kalah militansi 
dengan kader PKT, tapi juga ada yang berhasil, .......



From: Sunny ambon 
Apakah ada kemungkinan besar untuk memberi pekerjaan kepada 26 juta orang 
miskin. Pada umumnya orang miskin melakukan pekerjaan manual yang dewasa ini 
makin berkurang, karena diambil alih oleh adaptasi kemajuan teknologi di 
berbagai bidang. Memakai alat modern dan automatisasinya jauh lebih murah dari 
pada tenaga manusia.

http://mediaindonesia.com/ index..php/news/read/144205/ 
entas-rakyat-miskin-melalui- pemberdayaan-ekonomi/2018-02- 07

Entas Rakyat Miskin melalui Pemberdayaan Ekonomi
Rabu, 7 February 2018 09:30 WIB Penulis: 



TENAGA pendamping sosial dalam program pengentasan rakyat miskin idealnya bukan 
sekadar bertugas mengantarkan bantuan. Mereka harus dibekali motivasi untuk 
memberdayakan masyarakat miskin, minimal harus bisa meluruskan pandangan 
masyarakat bahwa bantuan sosial (bansos) tidak cukup untuk meningkatkan taraf 
hidup.
“Pendamping bukan hanya bertugas mengantarkan beras 10 kilogram setiap bulan. 
Lebih dari itu, mesti meluruskan pikiran masyarakat agar bisa naik kelas, tidak 
lagi jadi fakir miskin,” kata Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham pada 
Bimbingan Pemantapan Pendamping Sosial di Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin.
Acara tersebut merupakan pembekalan bagi tenaga penyalur bantuan pangan 
nontunai (BPNT) dan bantuan sosial beras sejahtera (rastra). Ia mengungkapkan 
jumlah rakyat miskin di Indonesia saat ini sebanyak 26 juta jiwa. Angka itu 
tidak bisa ditekan lewat berbagai bantuan, tetapi harus melalui pemberdayaan 
ekonomi yang modelnya tengah dirumuskan pemerintah.
“Tenaga pendamping juga bukan sekadar menelusuri keluarga yang mendapatkan 
bantuan, melainkan juga di sekitarnya, yang mungkin belum tersentuh bantuan,” 
kata Idrus.
Mensos juga menegaskan Februari merupakan bulan pencanangan penuntasan bansos 
kepada masyarakat penerima manfaat. Oleh karena itu, ia akan turun ke daerah 
dan mengajak anggota komisi VIII DPR guna memastikan seluruh bansos yang 
diberikan kepada masyarakat tuntas bulan ini.
Khusus terkait dengan rastra, pada Februari ini sudah 80% hingga 100% 
disalurkan bertahap. “Kita pastikan nanti berjalan dengan baik sampai kepada 
rakyat dan di sinilah urgensi kehadiran pada pendamping, tidak hanya memastikan 
bansos sampai. Tapi paling penting pemanfaatannya di tengah masyarakat dan 
tugas lain diberikan menelusuri kemungkinan ada yang tidak mendapatkan,” 
ujarnya.
Bimbingan tenaga pendamping diikuti 589 peserta dari empat provinsi, yakni 
Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Para 
peserta diberi materi seputar fungsi dan tugas pendampingan sosial, dalam 
penyaluran bansos.
“Kita ingin mempersiapkan tenaga berkompetensi dan berpengetahuan dalam 
penanganan bantuan BPNT dan rastra,” kata Dirjen Penanganan Masyarakat Miskin 
Kemensos Andi ZA Dulung. (RO/Ant/H-2)

Kirim email ke