----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sri Isni <mi...@ziggo.nl>Kepada: 
"diskusifo...@googlegroups.com" <diskusifo...@googlegroups.com>Cc: 
"dji...@gmail.com" <dji...@gmail.com>Terkirim: Jumat, 9 Februari 2018 18.30.41 
GMT+1Judul: Ada Unsur Politisasi di Balik Viralnya Video Pidato Kapolri Suara 
Pembaruan
   l    
Ada Unsur Politisasi di Balik Viralnya Video Pidato Kapolri
Jumat, 9 Februari 2018 | 7:15
 Boni Hargens. [Dok. SP] 


Berita Terkait
   
   - Sejarawan: Konteks Pidato Kapolri Jangan dibawa ke Masa Lampau 
   - ICMI Menilai Tak Ada Niat Buruk dari Kapolri 
   - Kapolri Tito Dapat Gelar Kehormatan Masyarakat Riau 
   - Tito Karnavian Beri Pesan Kepada Kapolda Baru 
   - Tito Karnavian Resmi Pimpin BNPT 

[JAKARTA] Menanggapi video Pidato Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang sempat 
viral serta memantik reaksi bagi sebagian ormas. Pengamat politik Lembaga 
Pemilih Indonesia, Boni Hargens berpendapat dibalik viralnya video Kapolri ada 
unsur politisasi yang bermain dibelakangnya.

“Otomastis inikan ada skenario, video itukan direkam bulan Februari 2017, baru  
ramai Januari 2018, Nah artinya Tito ini ingin ditembak oleh banyak kepentingan 
baik oleh kelompk radikalnya sendiri maupun oleh lawan lawan politknya yang 
terancam dengan ketagasan Tito ini terkait juga dengan pengamanan pemerintahan 
Jokowi. Ujar Boni, Jakarta, Kamis (8/2).

Boni menilai menyikapi video tersebut harus secara menyeluruh, jangankan 
Kapolri, bisa saja kedepan Presiden Jokowi sendiri akan dibegitukan menginjak 
tahun tahun seperti politik ini, ia menganggap ada orang orang pencundang yang 
sengaja bermain dibelakangnya untuk mengacaukan keamanan negara. “Mau mereka 
politisasi macam apapun harus kita jaga institusi baik itu kepolisian, BIN dan 
TNI, kalau Negara kalah bisa tumbang pemerintahan Jokowi.” Ulasnya.

Senada dengan Boni, pengamat politik Charta Politika, Yonarto Wijaya 
berpandangan situasi sekarang memang sangat sensitif, terkait isu keamanan dan 
isu sara semenjak Pilpres 2014 lalu. Terkait video tersebut ketika ada ormas 
yang meminta Kapolri segera Mundur atau dicopot dari jabatannya sudah masuk 
ranah politis.

“Apa yang dilakukan Kapolri menjawab dengan melakukan tindakan sowan kepada 
ormas-ormas islam menurut saya sudah tindakan tepat jadi kalau masih ada yang 
menuntut kapolri mundur saya pikir sudah politis lah itu sifatnya, beber 
Yonarto.

Menurutnya, ormas yang meminta Tito mundur kalau memang ada niatan baik untuk 
mencari kebenaran, sebaiknya meminta klarifikasi, membuka dialog. Namun kalau 
langsung meminta pengunduran diri, langsung meminta pemecatan jelas itu 
politis. “Jelas itu sifatnya subjektif dan terkait dengan isu politik 
tertentu.” Tuntasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia, Raja Juli 
Antoni menyatakan berlebihan jika video macam itu dijadikan alasan untuk 
meminta Tito mundur atau meminta Presiden Jokowi mencopot mantan Kapolda metro 
Jaya tersebut.

“Saya kira kejauhan lah dan sayang rasanya energi bangsa ini untuk 
mempermasalahkan hal hal yang seperti ini,” terangnya.

Ia beranggapan, apa yang disampaikan Tito itu suatu hal yang faktual 
berdasarkan latar belakang historis, dengan mengatakan ormas NU dan 
Muhammadiyah yang paling berjasa sebenarnya beliau sedang melakukan pengadian 
dan ormas lainya sebenarnya juga berjasa, “ tidak semuanya harus disebutkan 
satu persatu. Tuntasnya.[PR/L-9]
 
  

Kirim Komentar Anda  

Copyright ©2018 Suara Pembaruan, All Rights Reserved 
Berita Satu Plaza 11th Floor, Suite 1102 | Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | 
Jakarta 12950 | Indonesia
Telepon: +62 21 2995 7500 | Fax: +62 21 5277975 
 

-- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"forumdiskusi" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to diskusiforum+unsubscr...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to diskusifo...@googlegroups.com.
Visit this group at https://groups.google.com/group/diskusiforum.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.
  

Kirim email ke