http://www.suara-islam.com/read/kabar/daerah/24991/-Tak-Miliki-KTP-Begini-Nasib-Warga-Muslim-Pulau-Kera-NTT

Tak Miliki KTP, Begini Nasib Warga Muslim Pulau Kera NTT 06 Februari
22:02 | Dilihat
: 615
[image: Tak Miliki KTP, Begini Nasib Warga Muslim Pulau Kera NTT] Ketua
Umum Parmusi H Usamah Hisyam bersama anak-anak Muslim warga Pulau Kera,
NTT.
<http://www.suara-islam.com/read/kabar/daerah/24991/-Tak-Miliki-KTP-Begini-Nasib-Warga-Muslim-Pulau-Kera-NTT#>
<http://www.suara-islam.com/read/kabar/daerah/24991/-Tak-Miliki-KTP-Begini-Nasib-Warga-Muslim-Pulau-Kera-NTT#>
<http://www.suara-islam.com/read/kabar/daerah/24991/-Tak-Miliki-KTP-Begini-Nasib-Warga-Muslim-Pulau-Kera-NTT#>
<http://www.suara-islam.com/read/kabar/daerah/24991/-Tak-Miliki-KTP-Begini-Nasib-Warga-Muslim-Pulau-Kera-NTT#>

*Pulau Kera, NTT (SI Online) *- Kondisi warga di Pulau Kera, Nusa Tenggara
Timur (NTT) sangat memperihatinkan. Hak-hak dasar sebagai warga negara
tidak mereka peroleh.

Warga Pulau Kera hidup dalam garis kemiskinan. Mereka tak memiliki
identitas atau KTP karena tak diakui sebagai warga oleh Pemerintah
Kabupaten Kupang. Perlu waktu sekira satu jam dari Kota Kupang untuk sampai
di Pulau Kera.

Warga pulau yang berpenduduk mayoritas Muslim itu hanya diberi janji-janji
manis saat menjelang pilkada. Janji diakui sebagai warga Kupang sirna
setelah perhelatan pilkada bubar.

Menurut informasi, mereka menempati Pulau Kera turun temurun sejak tahun
1900. Sementara Pemerintah Kabupaten Kupang menganggap Pulau Kera tak
berpenghuni dan mereka yang tinggal di dalamnya adalah warga pendatang.

Buta huruf menjadi ancaman serius anak-anak Pulau Kera. Tidak ada satu pun
sekolah di pulau yang berpenduduk 411 orang itu. Hal ini yang menjadi
perhatian serius Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi).

Pada safari dakwah di NTT, Parmusi meresmikan sekolah informal untuk
anak-anak Pulau Kera.

“Kami akan mengirim secara rutin guru-guru untuk belajar anak-anak di sini.
Pulau Kera ini kami tetapkan sebagai Desa Madani, desa binaan Parmusi,”
ujar Usamah kepada warga yang berkumpul di Masjid Darul Bahar Pulau Kera,
NTT, Senin (5/2/2018) siang.

Dikatakan Usamah, Parmusi juga memfasilitasi anak-anak Pulau Kera untuk
diikutsertakan ujian Paket C di sekolah Hidayatullah Kupang.

Sementara itu, Usamah mengatakan telah menceritakan kondisi warga Pulau
Kera kepada Presiden Joko Widodo. “Saya Desember 2017 bertemu langsung
dengan Bapak Presiden. Saya ceritakan kondisi di sini kepada Presiden.
Mudah-mudahan segera ada tindak lanjut,” ungkap Usamah.

Tokoh masyarakat setempat Arsyad Abdul Latief mengungkapkan bahwa di Pulau
Kera memang dilarang mendirikan sekolah. Puskesmas pun tidak ada. Bahkan
kabarnya warga terancam direlokasi karena Pulau Kera akan dibangun tempat
wisata dan kasino.

Luas pulau 40 hektare dikabarkan 25 hektarnya telah dimiliki pengusaha
beretnis China. “Kami kabarnya akan direlokasi ke Kupang. Tapi kami akan
mempertahankan tanah leluhur ini,” ujar Arsyad.

Kirim email ke