----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com 
[nasional-list] <nasional-l...@yahoogroups.com>Terkirim: Jumat, 9 Februari 2018 
23.28.13 GMT+1Judul: [nasional-list] Temui Jokowi, Komisioner HAM PBB Minta 
LGBT Tak Didiskriminasi
     

  
http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/24995/Temui-Jokowi-Komisioner-HAM-PBB-Minta-LGBT-Tak-Didiskriminasi

Temui Jokowi, Komisioner HAM PBBMinta LGBT Tak Didiskriminasi

07 Februari 08:18 | Dilihat : 1350 

Presiden Jokowi beserta jajarannya menerima Komisioner HAM PBB.(foto: kompas)

Jakarta (SI Online) - Presiden Joko Widodomenerima kedatangan Komisaris Tinggi 
Hak Asasi Manusia (HAM)Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Zeid bin Ra'ad Zeid 
Al-Hussein, diIstana Merdeka, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, yang ikut mendampingi Jokowibertemu Zeid, 
menjelaskan, pria asal Yordania itu meminta pemerintahIndonesia tidak melakukan 
diskriminasi kepada kelompok LGBT. Terkaitpermintaan tersebut, pemerintah 
menjelaskan sikap yang diambil atasisu tersebut. 

"Beliau mengatakan bahwa kita tidak boleh melakukandiskriminasi. Tetapi 
Indonesia punya budaya dan kepercayaan bahwapromosi (LGBT) secara publik itu 
tidak dapat diterima," ucapYasonna dikutip dari Kumparan.com

"Saya menyampaikan bahwa apa yang dikonsep pemerintah tentangitu, adalah 
perbuatan kepada minor, itu dalam konsep pemerintah, tapipembahasan masih di 
parlemen," sambung Yasonna.

Yasonna menambahkan, ketika berbincang dengan Presiden Jokowi,Zeid juga 
menyampaikan pesan agar pemerintah melindungi kelompokminoritas. "Beliau 
menekankan bahwa sama ketika beliau berbicaradi Eropa maka dia meminta 
(pemerintah setempat) melindungi juga hakasasi masyarakat minoritas di Eropa," 
tuturnya.

"Hal yang sama kita juga di Indonesia harus tetap menghormatihak-hak masyarakat 
seperti minoritas agama, kelompok termarjinalkan,dan beliau percaya pak 
Presiden Indonesia dapat melakukannya denganbaik," ucapnya.

Seperti diketahui, perluasan pemidanaan LGBT sedang dalampembahasan di DPR. 
Pada Pasal 495 ayat (1) hanya diatur setiap orangyang melakukan perbuatan cabul 
dengan orang lain yang sama jeniskelaminnya yang diketahui atau patut diduga 
belum berumur 18 tahun,dipidana dengan pidana penjara paling lama 9 tahun. DPR 
meminta agarperbuatan homoseksual atau pelaku LGBT antar orang dewasa 
dapatdipidana.

red: adhila




    
  • [GELORA45] Temui Jokowi, ... Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com [GELORA45]
    • [GELORA45] Fw: [nasi... Chalik Hamid chalik.ha...@yahoo.co.id [GELORA45]

Kirim email ke