Libngkaran setan ya harus diputus

2018-02-11 2:45 GMT+01:00 [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
>
> Dokter Sebut Gizi Buruk di Asmat Seperti Lingkaran Setan
> <http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/18/02/10/p3xe1v335-dokter-sebut-gizi-buruk-di-asmat-seperti-lingkaran-setan>
>
> Sabtu 10 February 2018 15:25 WIB
>
> Rep: Muhyiddin/ Red: Esthi Maharani
> [image: Warga Asmat saat diberikan bimbingan kesehatan oleh relawan Aksi
> Cepat Tanggap (ACT) di Kampung Yausakor, Distrik Siret, Kabupaten Asmat,
> Rabu (7/2).]
>
> Warga Asmat saat diberikan bimbingan kesehatan oleh relawan Aksi Cepat
> Tanggap (ACT) di Kampung Yausakor, Distrik Siret, Kabupaten Asmat, Rabu
> (7/2).
> *Gizi buruk disebabkan faktor ibunya yang mengalami gizi buruk lebih dulu..*
>
> REPUBLIKA.CO.ID, ASMAT -- Gizi buruk masih sampai saat ini menghantui
> anak-anak Asmat yang hidup di pedalaman, bahkan gizi buruk di pelosok Papua
> ini disebut seperti lingkaran setan yang tak ada akhirnya. Karena itu, tim
> Satgas TNI dan berbagai pihak masih terus memberikan pendampingan pada
> masyarakat Asmat agar mengetahui tentang gaya hidup sehat.
>
>
> Salah satu dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Cut Nurul Hafifah
> mengungkapkan beberapa hal yang dapat menyebebkan gizi buruk anak, yang
> diantaranya disebabkan faktor ibunya yang mengalami gizi buruk lebih dulu..
>
> Ketika hamil, asupan gizi ibunya juga tidak baik, sehingga ketika
> melahirkan gizi anaknya menjadi berkurang. "Kalau berat lahir rendah lebih
> butuh banyak gizi lagi asupannya. Berikutnya adalah kualitas asi nya juga
> kurang kan, karena tadi status gizi ibunya juga kurang," ujarnya saat
> ditemui *Republika.co.id <http://Republika.co.id>* di Gedung Pendidikan
> Wawasan Kebangsaan, Distrik agats, Asmat, Kamis (8/2).
>
> Ia menjelaskan lebih lanjut, pengetahuan masyarakat tentang makanan ibu
> yang menyusui juga kurang, sehingga menyebabkan anaknya kekurangan gizi.
> Menurut dia, hal ini juga tidak terlepas dari sulitnya masyarakat untuk
> mencari makanan yang lebih bergizi untuk anak.
>
> "Misalkan makanan yang biasa dimakan adalah hanya sagu. Sagu itu makanan
> untuk bayi tidak cukup hanya karbohidrat saja, mesti ada protein," ucapnya.
>
> Kendati demikian, lanjut dia, sebenarnya masyarakat bisa saja mencari
> makanan yang mengandung protein. Hanya saja, masyarakat Asmat belum banyak
> yang mengetahuinya, sehingga perlu dilakukan pendampingan.
>
> "Seperti ikan, kepiting disini banyak, tapi engetahuan tentang makanan
> pendamping itu yang belum dikuasai. Saat mereka sudah besar status gizinya
> kurang, kemudian hamil atau menikah dan melahirkan di usia muda kemudian
> menurunkan gizi buruk lagi pada anaknya," katanya
>
> "Seperti lingakaran setan balik lagi, jadi status gizi kurang ibunya,
> balik lagi ke anak kurang baik," imbuhnya.
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke