Kalau saya dan bung Ajek bicara soal "Kepepet" dalam hubungannya dengan
perjuangan rakyat yang berhasil menekan kaum imperialis untuk mengubah
sikapnya. Si Chan, yang memang berideologi pedagang konglomerat dan pemodal,
pikirannya hanya didominasi oleh uang!!! Yang ada di dalam WTO antara
negara-negara imperialisnya adalah PERSAINGAN dalam merebut pasar...penanaman
modal dsb. Persaingan itu SAMA SEKALI TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN RAKYAT DAN
PERJUANGANNYA!!! Masa bodo amat siapa yang menang dan siapa yang rugi di
kalangan kaum imperialis besar dan kecil itu!! emangnya gue pikirin!!! cukup
orang-orang remo seperti anda saja yang memikirkannya!!! Dikiranya rakyat ikut
gembira kalau Tiongkok menang dalam persaingan dagangnya dengan AS????!!!
Busyeeet!!! gobloknya!!!
On Sunday, February 11, 2018 1:56 PM, Chan CT <[email protected]> wrote:
Inilah nenek yang tidak bisa melihat setiap negara, setiap orang mempunyai
kondisi yang berbeda-beda dan boleh-boleh saja bersikap dan menentukan sendiri
strategi-taktik dalam menghadapi WTO atau apa saja untuk memperjuangkan
kepentingan negara dan bangsanya! TIDAK MESTI apalagi harus bersikap sama
dengan negara lain, ...! RRT sesuai dengan kondisi dan kemampuannya bertarung
dalam WTO, sekalipun AS bermaksud gempur ekonomi RRT dengan neoliberalisme yg
dijalankan, ternyata beberapa tahun terakhir malah AS sendiri kewalahan dengan
dibanjiri barang-barang Made In China! Bukan hanya beberapa tahun yl. ban mobil
RRT yg akhirnya harus dikenai pajak tinggi, sekarang baja, mesin cuci juga
dikenai pajak tinggi. Bahkan elektronik RRT tidak boleh masuk AS! Coba bilang
siapa yang kepepet dalam persaingan ekonomi di WTO yg terjadi? Hehehee, ...
From: Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] Sent: Sunday, February
11, 2018 6:55 PMTo: Yahoogroups ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Harry
Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ;
[email protected] ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ;
[email protected] ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ;
GELORA_In ; Nunu Nugroho Subject: [GELORA45] Usir WTO dari Argentina!
Momentumnya sudah lewat, tapi untuk si Chan yang ngotot membela kaum remo
Tiongkok. Siapa yang harus keluar dari tempurungnya???? Lihat, Chan , bagaimana
rakyat Argentina menuntut WTO (OMC dalam bahasa Spanyol) keluar dari
ARGENTINA...
Usir WTO dari Argentina!
Di Argentina, negeri tempat lahirnya “guerrillero heroico” Che Guavara,
Desember adalah bulan terjadinya banyak protes dan demonstrasi rakyat berbagai
sektor melawan kebijakan berbagai lembaga imperialis dan juga kebijakan
pemerintah Argentina sendiri. Pesta Natal dan Tahun Baru dirayakan secara
umum dan luas sehingga kebutuhan rakyat pada bulan Desember jauh lebih besar
dari pada bulan-bulan sebelumnya. Tapi kebijakan Pemerintah justru tidak
meme-nuhi kebutuhan itu. Begitulah kata kawan-kawan Argentina.
Dari tanggal 10 sampai dengan 13 Desember 2017, Argentina menjadi tuan rumah
KTT ke-11 Organi-sasi Perdagangan Dunia (WTO). Negeri-negeri industri maju dan
korporasi transnasionalnya menggunakan WTO untuk meraih peraturan baru guna
mencapai kesepakatan perdagangan bebas lainnya. Tujuannya sudah tentu untuk
lebih memperluas dan memperkuat hak dan wewenang perusahaan transnasional,
mengintensifkan perampasan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM)
dunia guna mencegah krisis over-produksi sistem kapitalisme monopoli global
yang berikut.
Kenyataan dengan jelas membuktikan bahwa keberadaan WTO selama 22 tahun telah
menye-babkan kehancuran mata pencaharian ratusan juta petani dan nelayan miskin
di negeri-negeri Asia, Afrika dan Amerika Latin. Berbagai macam organisasi
massa dan lembaga di dunia yang sadar bawah WTO adalah alat kaum imperialis
telah dan akan terus dengan aktif berjuang me-lawan dan menuntut dibubarkannya
WTO. Sebagaimana juga lembaga imperialis lainnya seperti Bank Dunia dan Dana
Moneter Internasional, WTO adalah musuh rakyat sedunia.
Ketika WTO menyelenggarakan KTT ke-9 di Bali, Desember 2013, berbagai ormas
progresif na-sional dan internasional mengadakan People’s Global Camp Against
WTO (Kemah Rakyat Sedu-nia). Argentina tidak ketinggalan! KTT ke-11 WTO
dinyatakan ‘non-grata’ oleh banyak ormas dan lembaga nasional dan
interrnasional yang berkumpul di Buenos Aires sejak tanggal 8 De-sember.
Seminar Anti-Imperialis Revolusioner Ketiga diselenggarakan oleh Liga
Internasional Perjuangan Rakyat Chapter Argentina dari tanggal 8 sampai dengan
10 Desember. Tema pokok dibagi dalam 5 blok besar. Blok pertama tentang HAM,
penindasan dan persekusi terhadap perjuangan rakyat dan masyarakat adat dan
tahanan politik. Salah satu subtema penting dalam blok ini adalah perjuangan
Bangsa Mapuche yang selama tiga abad membela haknya untuk hidup dalam sistim
sosial, politik, budaya dan kepercayaan komunitas kolektifnya melawan, pertama,
Imperium Inca, kemudian penjajah kolonial Spanyol dan dewasa ini, Negara
Argentina dan Chili. Wilayah bangsa Mapuche menjadi terpisah oleh terbentuknya
Chili dan Argentina selama pen-jajahan kolonial Spanyol.
Tema pokok dalam blok kedua adalah Imperialisme dan kaum reaksi di Amerika
Latin dan perlawanan rakyat. Dalam blok ini seorang kawan dari Venezuela
menjelaskan keadaan politik dan ekonomi aktuil di negerinya Hugo Chavez dan
sambutan Jose Maria Sison sebagai Ketua ILPS.
Kesehatan dan Lingkungan menjadi tema blok ketiga dengan tiga pembicara dari
Argentina dan satu dari Filipina.
Tema pokok blok keempat adalah krisis imperialisme yang dibagi dalam empat
subtema. Subte-ma pertama adalah pemerintahan Trump, perang agresi dan
kemungkinan perang antar-impe-rialis. Subtema kedua diisi oleh wakil dan jubir
Republik Demokratis Rakyat Korea yang turut serta melalui Skype di mana
dijelaskan situasi serta perlawanan rakyat Korea terhadap intimi-dasi dan
ancaman perang serta blokade dan sanksi ekonomi kaum imperialis guna mencekik
dan menghapus RDRK dari muka bumi. Subtema ketiga adalah konfrontasi di Timur
Tengah dengan perang agresi, perlawanan rakyat dan kompetisi antara kekuatan
imperialis yang dijelaskan oleh seorang profesor, wartawan dan ahli dalam
masalah Timur Tengah dari Chili. Subtema keempat adalah strategi perlawanan
rakyat Palestina melawan Zionisme yang diurai-kan oleh seorang peneliti dan
penulis blog dari Uruguay.
Blok terakhir berhubungan dengan peringatan seratus tahun Revolusi Oktober
Bolshevik. Tema “Warisan Revolusi Oktober dan hubungannya dengan Trotskisme dan
Revisionisme Modern” merupakan makalah yang diajukan oleh wakil dari Indonesia
dan Venezuela.
Seminar Anti-Imperialis Revolusioner Ketiga ditutup hari minggu, 10 Desember,
dengan pawai besar melawan WTO. Jam dua siang ribuan peserta aksi dari berbagai
organisasi massa dan partai politik berangkat dari Obelisco, sebuah monumen
sejarah yang dibangun tahun 1936 dan dianggap sebagai ikon kota Buenos Aires.
Pawai menyusuri Avenida 9 de Julio, jalan raya paling lebar di dunia. Bendera
dan panji berbagai organisasi berkibar ditiup angin cukup kencang sehingga
panas matahari terasa berkurang. Ditengah-tengah tambur yang ramai ditabuh,
slogan-slogan anti-WTO, anti-kapitalisme dan anti-imperialisme diteriakkan.
Semua orang, laki-laki dan perempuan, tua dan muda dan anak-anak jalan dengan
penuh semangat. Tak terasa sampailah kami pada barisan polisi dan tentara
bersenjata lengkap, siap menghadang jalan maju pawai. Di belakang mereka
terlihat kendaraan militer berwarna hitam yang pasti tak akan ragu-ragu
bergerak jika pawai bermaksud maju menerobos halangan yang dipasang alat
keke-rasan Negara.
Pawai terus maju sampai berhadap-hadapan dengan barisan polisi dan tentara.
Lagu-lagu revolusioner dinyanyikan, slogan-slogan diteriakkan dan tambur terus
ditabuh. Tiba-tiba terdengar aba-aba. Berhenti slogan, nyanyian dan tambur.
Para wakil dari berbagai organisasi massa dan serikat buruh mulai berpidato.
Semua mengutuk keberadaan WTO sebagai alat korporasi multi-nasional dan kaum
imperialis yang telah dan akan terus menyengsarakan rakyat jika rakyat ti-dak
berjuang menuntut pembubarannya.
Sementara itu di Plaza del Congreso, sebuah lapangan di depan gedung Parlemen,
berbagai macam ormas dan lembaga menyelenggarakan Festival dengan panggung
budaya melawan WTO. Setelah ikut pawai besar, kami sempat turut serta dalam
Festival. Sebuah grup musik menyanyikan lagu-lagu revolusioner. Las Madres de
la Plaza de Mayo (Ibu-ibu Lapangan Mei) juga hadir dan mengucapkan pidato yang
mendorong semangat untuk terus melanjutkan per-juangan sampai kemenangan
tercapai.
Dari tanggal 11 sampai dengan 13 Desember, sebagai bagian dari “Seminggu Aksi
Global Melawan WTO” yang sudah dimulai tanggal 7 Desember, diselenggarakan KTT
Rakyat dengan tema:”Usir WTO—Bangun Kedaulatan” di Fakultas Ilmu Sosial,
Universitas Buenos Aires. Ber-bagai macam forum, seminar, debat dan diskusi
serta loka karya digelar dengan tema , antara lain “Hak dan Kedaulatan Vs
Perdagangan Bebas, Utang dan Kekuasaan Korporasi”, “Interna-sionalisme dan
Solidaritas di Benua Amerika Kita, Lawan Kapitalisme”, “Kedaulatan dalam
Pen-didikan”, “Kedaulatan dalam Sanitasi, Dampak Neoliberalisme pada
Kesehatan”, “Perdagangan Bebas dan Mega-Korporasi, Implikasi Agribisnis pada
HAM dan Kedaulatan Pangan”, “Senjata yang Membunuh Rakyat Palestina dan
Menindas Rakyat Argentina adalah Zionisme dan WTO”, “Imperialisme dan
Militerisme”.
Tanggal 12 Desember, mulai jam 6 sore, rakyat kembali turun ke jalan. Pawai
berangkat dari Plaza del Congreso. Manifestasi hari itu jauh lebih besar dari
pada yang sudah diorganisasi tanggal 10 desember. Pawai menyusuri jalan raya
Callao menuju Obelisco. Setelah berjalan kurang lebih dua jam sampailah pawai
di Obelisco. Para peserta aksi berkebangsaan asing tidak diijinkan terus ikut
pawai, demi menjaga keselamatan. Para warga asing diminta untuk belok ke kanan
dan jalan menyusuri jalan raya 9 de Julio menjauhi Obelisco. Tiba-tiba
terdengar suara berisik kendaraan polisi dan tentara yang mondar mandir dan
diselingi bunyi tembakan. Penindasan alat kekerasan Negara dimulai.
Perundingan KTT WTO berakhir 13 Desember tanpa dokumen deklarasi umum karena
gagal mengatasi perbedaan pendapat yang membawanya ke jalan buntu.
Sebelum KTT WTO, rakyat Argentina sudah mulai turun ke jalan untuk menentang
reformasi tenaga kerja dan pensiun yang diajukan oleh presiden Macri, boneka
kaum burjuasi besar Ar-gentina dan imperialisme AS. Reformasi tenaga kerja
berarti jam kerja diperpanjang, kontribusi majikan untuk pensiun para
pekerjanya berkurang, mempermudah majikan untuk memecat pekerjanya tanpa
pesangon. Dengan kata lain menghapus hasil perjuangan kelas pekerja Argen-tina
yang telah dicapai dalam periode sejarah sebelumnya.
29 November yang lalu di seluruh Argentina sudah dimulai protes dan manifestasi
menentang reformasi tenaga kerja dan pensiun.. Selesai dengan manifestasi
menentang WTO, rakyat Argen-tina meneruskan perlawanannya menentang rencana
reformasi pemerintah neoliberal Macri.
14 Desember, pagi hari berbagai macam organisasi politik dan sosial serta
konfederasi sindikal turun ke jalan dan menjadi bagian dari pawai raksasa
menuju gedung Parlemen untuk menga-wal perdebatan parlementer yang sedang
berlangsung . Namun kekuatan polisi dan tentara menghalangi para peserta aksi
untuk mendekati Parlemen. Maka terjadilah dorong mendorong antara para
demonstran dan tentara serta polisi yang berusaha membubarkan konsentrasi
ribuan manusia di sekeliling Parlemen dengan paksa dan kekerasan. Polisi dan
tentara mulai memukul, menyemprot air dan gas air mata dan menembak.
Tekanan massa rakyat membuat Parlemen menunda keputusan tentang reformasi
tenaga kerja dan pensiun. Penundaan sementara ini telah membuat pimpinan CGT
(konfederasi terbesar di Argentina) membatalkan pemogokan yang rencananya akan
dilaksanakan 16 Desember. Peng-khianatan pimpinan CGT kepada kelas pekerja
lebih lanjut tercermin dengan kesediaannya untuk menerima reformasi tenaga
kerja dan pensiun. Sikap pimpinan birokrat CGT ini sama sekali tidak
mengejutkan karena sesuai dengan sifat kelas dan keberpihakannya.
Namun terdapat konfederasi sindikal yang lebih militan yang menyatakan
pemogokan kereta api dan metro selama 24 jam, dimulai 18 desember, jam 12 siang
sampai keesokan harinya. 18 Desember, rakyat turun lagi ke jalan walaupun
sudah terjadi penindasan ketika mereka menggelar pawai dan mengepung Parlemen.
Polisi dan tentara kembali mengerahkan segala alat kekerasannya, mobil
penyemprot air dan gas air mata, pasukan dengan anjing-anjingnya yang sudah
dilatih untuk menerkam dan melukai peserta aksi. Pemukulan, penembakan dan
penangkapan terjadi bahkan terhadap orang-orang yang hanya kebetulan saja
berada di sekitar daerah di mana terjadi “pertempuran” yang berlangsung selama
lima jam. Seorang pemudi dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya
ditangkap, dipukul dan dipaksa naik ke dalam mobil polisi. Kira-kira 45 orang
ditangkap.
19 Desember, setelah bersidang selama 17 jam dan 12 jam perdebatan, Parlemen
dengan 128 suara menerima reformasi tenaga kerja dan pensiun menjadi
undang-undang. 116 suara meno-lak dan 2 abstein. Hari depan yang lebih baik
dan cerah bagi kelas pekerja memang sangat sulit dapat diperjuangkan di
Parlemen sebuah pemerintahan yang anti-rakyat. Akhirnya rakyat akan sadar jalan
tepat mana yang harus diambil guna membela hak dan kepentingannya. (Tatiana
Lukman)
Lihat video ini Chan!!! Rakyat Argentina menentang WTO!!!! WTO musuh rakyat!!!!
Manifestación en Buenos Aires contra la OMC - parte 1/2 - YouTube
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Manifestación en Buenos Aires contra la OMC - parte 1/2 - YouTube
| |
|
|
Incidentes en la marcha contra la OMC
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Incidentes en la marcha contra la OMC
| |
|
|
Yang kepalanya ditutup dengan duk putih adalah ketua dari "Las Abuelas de la
Plaza de Mayo" . Nenek-nenek, tapi semangat tetap tinggi menentang
Imperialisme!!! Hanya si remo chan yang menjajakan kolaborasi dengan
imperialisme dan semua lembaga internasionalnya!!Dan disebelah kirinya adalah
Adolfo Perez Esquivel, pemenang hadiah Nobel 1980, juga hadir dalam manifestasi
menentang WTO dan G20.Lihat semua ini Chan!!! Ini hanya contoh kecil bagaimana
rakyat membenci dan melawan lembaga-lembaganya imperialis!! Tiongkok menjadi
bagian dari lembaga internasional tersebut, maka Tkk juga menjadi bagian dari
musuh rakyat sedunia!!! Ajukan argumentasi untuk membantah ini!!!
#yiv7409154043 #yiv7409154043 -- #yiv7409154043ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv7409154043
#yiv7409154043ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv7409154043
#yiv7409154043ygrp-mkp #yiv7409154043hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv7409154043 #yiv7409154043ygrp-mkp #yiv7409154043ads
{margin-bottom:10px;}#yiv7409154043 #yiv7409154043ygrp-mkp .yiv7409154043ad
{padding:0 0;}#yiv7409154043 #yiv7409154043ygrp-mkp .yiv7409154043ad p
{margin:0;}#yiv7409154043 #yiv7409154043ygrp-mkp .yiv7409154043ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv7409154043 #yiv7409154043ygrp-sponsor
#yiv7409154043ygrp-lc {font-family:arial;}#yiv7409154043
#yiv7409154043ygrp-sponsor #yiv7409154043ygrp-lc #yiv7409154043hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv7409154043
#yiv7409154043ygrp-sponsor #yiv7409154043ygrp-lc .yiv7409154043ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv7409154043 #yiv7409154043actions
{font-family:verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv7409154043
#yiv7409154043activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv7409154043
#yiv7409154043activity span {font-weight:700;}#yiv7409154043
#yiv7409154043activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv7409154043 #yiv7409154043activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv7409154043 #yiv7409154043activity span
span {color:#ff7900;}#yiv7409154043 #yiv7409154043activity span
.yiv7409154043underline {text-decoration:underline;}#yiv7409154043
.yiv7409154043attach
{clear:both;display:table;font-family:arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv7409154043 .yiv7409154043attach div a
{text-decoration:none;}#yiv7409154043 .yiv7409154043attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv7409154043 .yiv7409154043attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv7409154043 .yiv7409154043attach label a
{text-decoration:none;}#yiv7409154043 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv7409154043 .yiv7409154043bold
{font-family:arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv7409154043
.yiv7409154043bold a {text-decoration:none;}#yiv7409154043 dd.yiv7409154043last
p a {font-family:verdana;font-weight:700;}#yiv7409154043 dd.yiv7409154043last p
span {margin-right:10px;font-family:verdana;font-weight:700;}#yiv7409154043
dd.yiv7409154043last p span.yiv7409154043yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv7409154043 div.yiv7409154043attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv7409154043 div.yiv7409154043attach-table
{width:400px;}#yiv7409154043 div.yiv7409154043file-title a, #yiv7409154043
div.yiv7409154043file-title a:active, #yiv7409154043
div.yiv7409154043file-title a:hover, #yiv7409154043 div.yiv7409154043file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv7409154043 div.yiv7409154043photo-title a,
#yiv7409154043 div.yiv7409154043photo-title a:active, #yiv7409154043
div.yiv7409154043photo-title a:hover, #yiv7409154043
div.yiv7409154043photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv7409154043
div#yiv7409154043ygrp-mlmsg #yiv7409154043ygrp-msg p a
span.yiv7409154043yshortcuts
{font-family:verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv7409154043
.yiv7409154043green {color:#628c2a;}#yiv7409154043 .yiv7409154043msonormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv7409154043 o {font-size:0;}#yiv7409154043
#yiv7409154043photos div {float:left;width:72px;}#yiv7409154043
#yiv7409154043photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv7409154043
#yiv7409154043photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv7409154043
#yiv7409154043reco-category {font-size:77%;}#yiv7409154043
#yiv7409154043reco-desc {font-size:77%;}#yiv7409154043 .yiv7409154043replbq
{margin:4px;}#yiv7409154043 #yiv7409154043ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv7409154043 #yiv7409154043ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7409154043
#yiv7409154043ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv7409154043
#yiv7409154043ygrp-mlmsg select, #yiv7409154043 input, #yiv7409154043 textarea
{font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7409154043
#yiv7409154043ygrp-mlmsg pre, #yiv7409154043 code {font:115%
monospace;}#yiv7409154043 #yiv7409154043ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv7409154043 #yiv7409154043ygrp-mlmsg #yiv7409154043logo
{padding-bottom:10px;}#yiv7409154043 #yiv7409154043ygrp-msg p a
{font-family:verdana;}#yiv7409154043 #yiv7409154043ygrp-msg
p#yiv7409154043attach-count span {color:#1e66ae;font-weight:700;}#yiv7409154043
#yiv7409154043ygrp-reco #yiv7409154043reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv7409154043 #yiv7409154043ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv7409154043 #yiv7409154043ygrp-sponsor
#yiv7409154043ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv7409154043
#yiv7409154043ygrp-sponsor #yiv7409154043ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv7409154043
#yiv7409154043ygrp-sponsor #yiv7409154043ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv7409154043 #yiv7409154043ygrp-text
{font-family:georgia;}#yiv7409154043 #yiv7409154043ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv7409154043 #yiv7409154043ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv7409154043
#yiv7409154043ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv7409154043