*https://www.antaranews.com/berita/684986/tiga-korban-penyerangan-gereja-yogyakarta-dirawat-di-panti-rapih
<https://www.antaranews.com/berita/684986/tiga-korban-penyerangan-gereja-yogyakarta-dirawat-di-panti-rapih>*

TIga korban penyerangan gereja Yogyakarta dirawat di Panti Rapih

Minggu, 11 Februari 2018 20:30 WIB

Panahbisan Uskup Agung Semarang Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo
(kanan) bersama Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko (kiri)
ketika melaksanakan prosesi penahbisan Uskup Agung Semarang, di Semarang,
Jawa Tengah, Jumat (19/5/2017). (ANTARA /R. Rekotomo) ()
Yogyakarta (ANTARA News) - Tiga orang korban penyerangan Gereja St Lidwina
Bedog, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Minggu malam
masih dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta.

"Syukur pada Tuhan para pasien kebanyakan dalam kondisi yang cukup
menggembirakan meski masih perlu perawatan," kata Uskup Agung Semarang
Monsiyur Ribertus Rubyatmoko seusai menjenguk para korban.

Menurut Rubyatmoko, ketiga korban dirawat di ruangan yang berbeda sesuai
dengan kondisi luka masing-masing. Ketiganya yakni Romo Prier, serta dua
orang jemaat atas nama Budijono dan Yohanes Tri.

"Sebetulnya ada empat, satu pasien lainnya sudah dipulangkan karena hanya
mendapat jahitan sedikit," kata dia.

Ia menjelaskan, Romo Prier menderita luka bacokan di bagian belakang
kepala, Budijono mendapatkan luka di bagian leher belakang, adapun Yohanes
Tri mendapatkan luka bacokan paling parah mengenai sepanjang dahi. Tim
medis telah melakukan operasi terhadap ketiganya.

"Romo saat ini sudah bisa bicara, bisa bercanda. Satu yang paling parah
yakni Pak Tri saat ini belum bisa ngomong," kata dia.

Hingga Minggu malam sejumlah aparat keamanan dari jajaran TNI/Polri masih
berjaga-jaga di kawasan Rumah Sakit Panti Rapih.

Pewarta: Luqman Hakim

Kirim email ke