----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[sastra-pembebasan] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Senin, 12 Februari 2018 00.48.56 
GMT+1Judul: #sastra-pembebasan# Fw: [GELORA45] Penyerangan Gereja di Sleman, 
Sultan HB X:,Tak Perlu Takut! ---- Sultan HB X ke Romo Prier: Maaf Saya 
Terlambat Mengamankan
     

  From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] Sent: Monday, February 
12, 2018 3:05 AM


 

https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3861877/penyerangan-gereja-di-sleman-sultan-hb-x-

tak-perlu-takut?_ga=2.45380324.1356377471.1518375359-604823763.1518375359

Minggu 11 Februari 2018, 21:38 WIB
Penyerangan Gereja di Sleman, Sultan HB X: 


Tak Perlu Takut!
Usman Hadi - detikNews  Sri Sultan HB X usai menjenguk korban luka serangan di 
Gereja Lidwina, Sleman yang dirawat di RS Panti Rapih. Foto: Usman 
Hadi/detikcom FOKUS BERITA: Penyerangan Gereja di Sleman  Yogyakarta - Gubernur 
DIY, Sri Sultan HB X menjenguk korban luka akibat penyerangan Gereja Lidwina, 
Sleman. Setelahnya, Sultan meminta masyarakat untuk tidak takut pergi ke tempat 
ibadah

Menurutnya, pemerintah akan menjamin dan melindungi setiap umat beragama dalam 
beribadah.

"Tidak perlu takut, (pemerintah) tetap menjamin untuk melindungi bagi warga 
masyarakat Yogyakarta yang mau melaksanakan (ibadah) sesuai dengan 
keyakinannya," kata Sultan sesuai menjenguk korban penyerangan gereja di RS 
Panti Rapih Yogyakarta, Minggu (11/2/2018).



Sultan menjelaskan, selama ini pemerintah sebenarnya telah berupaya mencegah 
kekerasan dalam beribadah. Buktinya dalam setiap kegiatan keagamaan aparat 
kepolisian hadir mengamankan jalannya kegiatan tersebut.

"Dalam kewajiban ibadah seperti hari Minggu tadi pagi, aparat itu juga selalu 
ada (di TKP). Tetapi ternyata tetap ada korban, biarpun aparat juga sudah ada," 
ungkapnya.

"Jadi seperti polisi yang menembak (pelaku) itu kan memang yang tugas untuk 
menjaga di situ. Sebetulnya (pengamanan) itu baik yang terbuka maupun yang 
tertutup (sudah dilakukan aparat), dalam arti yang terbuka pakai seragam yang 
tertutup tidak pakai seragam," lanjutnya.

Kemudian Sultan meminta segenap masyarakat Yogyakarta mengedepankan roso atau 
rasa dalam bertindak. Sebab, kata Sultan, bila masyarakat mengedepankan rasa 
maka tindakan intoleransi dalam beragama tidak akan terjadi.

"Khususnya orang Yogya itu kan kalau berbicara opo seng dirasakke (apa yang 
dirasakan), ora seng dipikirke (tidak yang dipikirkan). Budaya kita kan itu. 
Karena kalau yang dipikirkan kan bisa bohong, kalau yang dirasakan tidak bisa 
bohong," sebutnya.

Karena karakteristik warga Yogya lebih mengedepankan rasa, Sultan tidak 
mengetahui bagaimana bisa kasus penyerangan gereja terjadi di wilayah ini. 
Sultan menduga kasus intoleransi ini terjadi karena tidak dilandasi kesadaran 
segenap elemen masyarakat.

"Tidak bisa kalau kesadaran itu hanya sepihak. Kesadaran itu harus semua pihak, 
saling menjaga, begitu. Saling menjaga itu dalam arti ada kesadaran masyarakat. 
Semestinya apa yang harus dilakukan, jadi roso (rasa) itu yang bicara," pungkas 
dia. 
(sip/sip)



                                                                             
=================


https://news.detik.com/berita/d-3861993/sultan-hb-x-ke-romo-prier-maaf-saya-
terlambat-mengamankan


Senin 12 Februari 2018, 00:29 WIB
Sultan HB X ke Romo Prier: Maaf Saya 


Terlambat Mengamankan
Indah Mutiara Kami - detikNews  Sri Sultan saat menjenguk Romo Prier (Foto: 
Dok. Humas Pemda DIY)  Sleman - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X 
menjenguk korban penyerangan Gereja St Lidwina di Sleman yang salah satunya 
Romo Karl Edmun Prier. Sultan HB X lalu meminta maaf kepada Romo Prier. 

Percakapan antara Sultan HB X dan Romo Prier itu berlangsung di perawatan RS 
Panti Rapih, Yogyakarta, Minggu (11/2/2018). Videonya diunggah di akun Twitter 
Humas Pemda DIY. 

"Semoga sekali ini saja, tidak terulang," kata Sultan HB X ke Romo Prier. 


|  Baca juga: Romo Prier Korban Serangan di Gereja: Saya Tak Lari, Itu Salah 
Saya |


Romo Prier menyebut peristiwa ini sebagai suatu kejadian yang luar biasa. 
Sultan HB X lalu minta maaf. 

"Saya mohon maaf terlambat mengamankan walaupun sudah ada aparat di dalam," 
ucap Sultan HB X. 


|  Baca juga: Uskup Agung Semarang: Kondisi Romo Prier Sudah Membaik |


Romo Prier lalu mengucapkan terima kasih. "Semoga tetap aman ya," ujar Romo 
Prier. 

Romo Prier mengalami luka di kepala akibat bacokan penyeranf bernama Suliyono. 
Romo Prier sudah menjalani operasi dan kini kondisinya membaik. 
(imk/rna)





    

Kirim email ke