----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In
<[email protected]>Terkirim: Senin, 12 Februari 2018 08.32.11
GMT+1Judul: [GELORA45] SBY Murka, Ada Akun Palsu Namanya yang Mengadu Domba
dengan Jokowi
SBY Murka, Ada Akun Palsu Namanya yang Mengadu Domba dengan Jokowi
SENIN, 12 FEB 2018 14:30 | EDITOR : KUSWANDI
Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
bereaksi terkait adanya akun Twitter palsu yang mengtasnamakan dirinya.
Lewat akun Twitter @SBYudhoyono, Presiden keenam itu mengunggah sebuah video
berdurasi 01.03 menit. SBY mengeluh karena lagi-lagi ada oknum yang
mengatasnamakan dirinya. Padahal hal itu pernah juga terjadi kepada dirinya
2017 lalu.
SBY mengeluh karena orang tidak bertanggung jawab menyerang dirinya, untuk
mengadu domba dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan juga Ketua Umum Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Akun twitter palsu SBY (istimewa)
Diketahui, dalam akun Twitter palsu @SBYudhoyono_ itu menyebutkan, bahwa
dirinya mengatakan tidak akan tinggal diam @jokowi, saya akan bongkar siapa
Anda dan Megawati Soekarnoputri sesungguhnya, ayo muslim RI kita tunjukan niat
baik kita *SBY*.
Berikut pernyataan lengkap SBY dalam video yang diunggah dala akun Twitter
resmi miliknya @SBYudhoyono.
"Saudara-saudara, saat ini beredar akun Twitter saya yang dipalsukan. Dulu
pernah terjadi tahun 2017, dipalsukan dan isinya tidak bagus. Seolah-olah saya
menyerang Presiden Jokowi dan juga Ibu Megawati. Bahasanya pun tidak baik.
Bukan seperti itu karakter dan kepribadian saya".
"Nah, sekarang diedarkan melalui WhatsApp group. Kalau dahulu lewat Twitter..
Ini tidak bagus. Saya harap saudara-saudara saya kalau menjumpai seperti ini
tolong beritahu saya karena jelas itu palsu, " kata SBY.
"Dan saya berharap pihak berwajib menertibkan hal seperti ini. Karena ini dapat
disebut pembusukan terhadap saya dan juga mengadu domba antara saya dengan
Presiden Jokowi dan Ibu Megawati,"imbuhnya.
(gwn/JPC)