----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com 
[nasional-list] <nasional-l...@yahoogroups.com>Terkirim: Selasa, 13 Februari 
2018 01.25.00 GMT+1Judul: [nasional-list] Negara Merdeka, Presidennya Bukan 
Boneka
     

  
Kalaupresiden negara merdeka mau jadi boneka bisa saja. Dia mau jadiboneka 
karena banyak faedahnya, misalnya perlindungan dari pemegangboneka. Sebagai 
boneka tentu ucapannya mulus-mulus karena akalnyabulus, selebinya fulus. 
hehehehehe 

http://koransulindo.com/negara-merdeka-presidennya-bukan-boneka/

Negara Merdeka, Presidennya Bukan Boneka




KoranSuluh Indonesia Volume II Nomor 25, 11-24 Desember 2017

Koran Sulindo –Tahun 2018 dan tahun 2019 adalah tahun politik. Yang mengatakan 
inibahkan Presiden Joko Widodo sendiri ketika diwawancarai di sebuahstasiun 
televisi, 20 Oktober 2017 lalu. “Saya dan menteri inginfokus pada pekerjaan, 
karena harus banyak yang diselesaikan. Tapi,kita tidak menutup mata pada 
2018-2019 adalah tahun politik,” kataJokowi.

Pada tahun 2018 memang akan ada pemilihan kepala daerah serentaklagi. Akan 
halnya pada tahun 2019 akan diselenggarakan pemilihananggota legislatif serta 
pemilihan presiden dan wakil presiden.

Menurut beberapa survei, kinerja pemerintahan di bawahkepemimpinan Presiden 
Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kallamemuaskan sebagian besar masyarakat 
Indonesia. Hasil surveiOrganisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra) yang dirilis 
3 Desember2017, misalnya, memperlihatkan 52,1% responden menilai 
pemerintahanberjalan baik; 37% responden menilai Jokowi-JK mampu melakukan 
tugaspembangunan merata; 15% menganggap kepemimpinan mereka prorakyat,dan; 11% 
menilai pemerintah hampir tuntas memenuhi janji-janjikampanye.

Pada hari yang sama, lembaga survei Indo Barometer juga merilishasil survei 
terbarunya. Dalam surveinya tersebut, tingkat kepuasanpublik terhadap kinerja 
Presiden Joko Widodo mencapai 67,2%.

Sebelumnya, pada 11 November 2017, hasil survei ‎Poltrackingmemperlihatkan, 
67,9% masyarakat Indonesia puas terhadap kinerjajalannya tiga tahun 
pemerintahan Presiden Jokowi. “Kemudian 69persen masyarakat mengaku puas dengan 
program pembangunaninfrastruktur pemerintahan Jokowi-JK, disusul dengan 
pelayanankesehatan yang terjangkau dengan tingkat kepuasan 65 persen dansektor 
pendidikan terjangkau 62 persen,” kata Direktur EksekutifPoltracking Hanta Yuda.

Survei Poltracking juga memperlihatkan elektabilitas Jokowimencapai 53,2%. 
Sementara itu, hasil survei Orkestra memperlihatkanelektabiltas Jokowi sebesar 
24,38% dan survei Indo Barometermenunjukkan elektabilitas 34,9%.

Elektabilitas Jokowi memang masih unggul.. Namun, perlu diingat,survei-survei 
itu dilakukan ketika Jokowi belum memiliki pesaingresmi. Jadi, kemungkinan 
besar, akan terjadi persaingan sengit padapemilihan presiden dan wakil presiden 
2019 nanti.

Namun, terlepas dari itu, karena Indonesia adalah negara merdekayang berdaulat, 
pemilihan presiden dan wakil presiden nanti haruslahdipastikan benar-benar 
lepas dari intervensi pemerintahan negaralain. Karena, biasanya, menjelang 
pemilihan presiden selalu sajamuncul rumor bahwa siapa yang akan menjadi 
Presiden RepublikIndonesia bergantung pada para pemegang kekuasaan di Amerika 
Serikatdan juga komprador-kompradornya di sini.

Tak ada bukti-bukti valid, memang. Namun, kabar angin yang telahmenyebar ke 
seantero Indonesia selama puluhan tahun itu tentu bukantanpa dasar. Beberapa 
presiden kita diganti atau tak tak terpilihlagi setelah bersikap dan atau 
mengeluarkan keputusan yang tidakmembuat “bahagia” Amerika Serikat.

Desas-desus itu sungguh sangat menyakitkan. Seakan, negara besaryang 
kemerdekaannya diperjuangkan dengan nyawa, darah, harta, dan airmata ini bak 
negara jajahan Amerika Serikat dan warga negaraIndonesia tak ubahnya budak 
mereka.

Tentu saja, bukan cuma Amerika Serikat yang tak bolehmengintervensi, tapi juga 
negara-negara lain. Betapa memalukan dansangat nistanya bangsa Indonesia yang 
merdeka dan mengaku berdaulatjika urusan pemimpin yang sangat penting 
ditentukan negara lain.

Jadi, siapa pun yang mencintai negeri ini, terutama pemerintahyang diberi 
amanah menyelenggarakan jalannya negara, mestinyaberjuang untuk memastikan 
pemilihan presiden dan wakil presiden 2019berjalan tanpa intervensi dari negara 
mana pun. Juga harus bisamemastikan berlangsung secara jujur dan adil.

Setelah itu, siapa pun yang terpilih nanti harus dipastikan pulaakan 
memperjuangkan sarana-sarana kemerdekaan rakyat. Bukan malahbikin gaduh dengan 
isu-isu yang tak penting dan lebih memperjuangkankedaulatan golongan dan 
kelompoknya sendiri. [PUR]




    
  • [GELORA45] Negara Merdeka... Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com [GELORA45]
    • [GELORA45] Fw: [nasi... Chalik Hamid chalik.ha...@yahoo.co.id [GELORA45]

Kirim email ke