2019 Jokowi Disarankan Ikuti Gaya SBY, Tinggalkan JK Demi yang Baru
SELASA, 13 FEB 2018 00:14 | EDITOR : DIMAS RYANDI

 
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JawaPos.com)


Berita Terkait
  a.. Pilih 3 Figur Ini, Jokowi Mudah Menangkan Pilpres 2019
   
  b.. Siapkan 630 Titik Kampanye, Begini Cara Romi Menangkan Emil-UU
   
  c.. Dijagokan Jadi Cawapres Jokowi, Begini Kata RomiJawaPos.com - Pemilihan 
Presiden (Pilpres) 2019 sudah tinggal satu tahun lagi. Presiden Joko Widodo 
(Jokowi) digadang-gadang akan kembali mencalonkan diri sebagai petahana.. Namun 
hingga saat ini belum ada kepastian terkait siap wakil yang bakal 
mendampinginya.

Melihat hal itu, pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti 
menyarankan agar Jokowi mencari sosok wakil yang merepresentasikan pemilih muda 
dan dekat dengan umat Islam. Pasalnya, suara pemilih umat Islam terbilang 
sangat tinggi.

Ray melihat sosok Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin dari Partai 
Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi sosok tetap untuk mendampingi Jokowi. Cak Imin 
dinilai dapat mengangkat elektabilitas mantan Gubernur Jakarta ini.

 
Pengamat Politik Ray Rangkuti (JawaPos.com)



"Saya pikir cari yang lebih muda yang lebih merepresentasi politik santri, 
dalam hal ini bisa muhaimin iskandar," ungkap Ray kepada JawaPos.com, Senin 
(12/2).

Disinggung kemungkinan Jokowi kembali bersanding dengan Jusuf Kala (JK), Ray 
mengatakan bahwa itu langkah yang salah. Dosen Universitas Islam Jakarta ini 
menilai usia JK terbilang tua, sehingga menimbulkan potensi berkurangnya 
pemilih muda.

"Enggaklah JK udah terlalu tua, kalau masih dengan JK kemungkinan pemilih 
pemulanya, pemilih milenial jadi enggan (memilih)," imbuh Ray.

Bahkan Ray berharap Jokowi meniru manuver politik Susilo Bambang Yudhoyono 
(SBY) pada saat kembali maju sebagai petahana di Pilpres 2009. Presiden 
Indonesia ke 6 ini secara mengejutkan menunjuk Budiono sebagai wakil dan 
mengabaikan calon-calon yang diajukan partai.

Keputusan itu diambil SBY karena ia merasa elektabilitasnya tidak mungkin 
disusul oleh pesaingnya. Sehingga dia menunjuk Budiono yang notabennya seorang 
ahli ekonomi sebagai strategi meningkatkan kesejahteraan rakyat di masa jabatan 
keduanya.

Strategi itu dikatakan dapat ditiru oleh Jokowi, dengan syarat elektabilitasnya 
telah melampaui pesaingnya. Jika menerapkan strategi ini, maka nama Rizal Ramli 
menjadi yang paling potensial mendampingi mantan walikota Surakarta.

"Kalau Pak Jokowi merasa butuh orang yang mendampinginya untuk mendiskusikan 
ekonomi-ekonomi besar ya Rizal Ramli lebih mungkin seperti, Pak SBY kemarin 
menunjuk Pak Budiono, ketika dia tahu elektabilitasnya sudah tidak bisa 
tertandingi, pak SBY gak peduli pada wakil partai, dia lebih memilih Pak 
Budiono," pungkas Ray.

Sebagaimana diketahui Rizal Ramli merupakan politikus sekaligus ahli ekonomi. 
Ia pernah menjabat Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman, Menteri Keuangan, 
Menteri Kordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri Indonesia. Dengan 
latar belakang tersebut maka dapat dipastikan Rizal telah paham betul terkait 
ekonomi Indonesia.

(aim/JPC)

Kirim email ke