Migrant CARE: Usut tuntas kematian Adelina Lisao, Hentikan Kematian Beruntun 
Buruh Migran Asal NTT

Kekejian yang berujung pada kematian kembali dialami oleh PRT Migran Indonesia 
asal NTT Adelina Lisao. Perempuan muda ini tak tertolong jiwanya setelah 
ditemukan dalam kondisi tak berdaya di emperan halaman majikannya di kawasan 
Taman Kota Permai, Bukit Mertajam, Penang, Malaysia.

Menurut penuturan Steven Sim Chee Kong, anggota Parlemen Malaysia dari bukit 
Pertajam yang menemukan kasus ini, korban sempat mengaku selama sebulan 
terakhir dipaksa tidur diluar rumah bersama anjing piaraan majikan, tak diberi 
makan dan mengalami penganiayaan. Dalam kondisi yang penuh luka, korban sempat 
dirawat di RS Bukit Mertajam namun akhirnya tak tertolong jiwanya.

Kematian Adelina memperpanjang daftar kematian buruh migran Indonesia asal NTT 
yang ditahun 2017 mencapai 62 orang. 
(http://www.migrantcare.net/2018/02/sepanjang-tahun-2017-62-pekerja-migran-asal-ntt-meninggal-di-malaysia/)
 

Atas kasus ini, Migrant CARE mendesak pengusutan tuntas kasus ini agar majikan 
mendapatkan hukuman yang berat dan setimpal atas kekejiannya. 

Migrant CARE juga mendesak ada pengusutan dugaan bahwa Adelina adalah korban 
perdagangan manusia. 

Pernyataan pihak perwakilan RI di Penang (KJRI Penang dan KBRI Kuala Lumpur) 
bahwa Adelina adalah PRT migran Indonesia yang tidak berdokumen tak boleh 
menjadi alasan untuk tidak menangani kasus ini. 

Kasus ini harus dituntaskan sebagai bentuk komitmen perlindungan warga negara 
Indonesia yang ada di luar negeri.

Jakarta - Kuala Lumpur


Kirim email ke