From: 'j.gedearka' j.gedea...@upcmail.nl [GELORA45] 
Sent: Tuesday, February 13, 2018 11:41 PM





https://nasional.tempo.co/read/1060397/jusuf-kalla-sebut-sulit-menghindari-politisasi-agama-di-pilkada


Jusuf Kalla Sebut Sulit Menghindari 

Politisasi Agama di Pilkada 
Reporter: 
Friski Riana
Editor: 
Ninis Chairunnisa
Selasa, 13 Februari 2018 18:15 WIB 
 
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (antara)

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan akan sulit 
menghindari isu agama dalam pemilihan kepala daerah serentak 2018. "Jangankan 
itu saya bilang. Trump (Presiden AS Donald Trump) menang pun karena isu agama," 
kata dia di kantor wakil presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta pada 
Selasa, 13 Februari 2018.

Jusuf Kalla mengatakan isu agama memang akan selalu dipakai oleh orang-orang 
dalam pilkada 2018. Namun, menurut dia, isu tersebut bisa digunakan selama tak 
mempertentangkan agama satu sama lain. "Silakan, itu tidak bisa dihindari," 
ujarnya.

Baca: Bawaslu Ajak Partai Politik Deklarasi Tolak Politik Uang dan Politisasi 
SARA di Pilkada 2018

Jika isu agama dipertentangkan dengan agama lainnya, Jusuf Kalla memprediksi 
akan terjadi perpecahan yang bisa membahayakan keutuhan NKRI. Kendati begitu, 
ia melihat pengalaman menangani konflik agama di Indonesia, isu tersebut tidak 
sampai berbuah konflik besar. "Kecuali kemarin di Poso, Ambon. Setelah itu kan 
tidak, sudah reda," kata Kalla.

Isu politisasi agama menjadi perhatian para penyelenggara pemilu, seperti 
Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilihan Umum dalam menyiapkan 
pilkada serentak 2018. Bawaslu bahkan mengajak partai politik mendeklarasikan 
tolak dan lawan politik uang dan politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan 
(SARA) untuk pemilihan kepala daerah serentak 2018 berintegritas.

Baca: Ketua PBNU: Sah Saja Bawa Nilai Agama ke Politik

"Komitmen bersama ini menjadi kunci bagi kita semua untuk secara bersama-sama 
menciptakan setiap tahapan pilkada 2018 bebas dari pengaruh politik 
transaksional dan penggunaan SARA dalam kampanye pilkada," kata Ketua Bawaslu 
Abhan di Royal Hotel, Kuningan, Jakarta, Sabtu, 10 Februari 2018.

Abhan menyampaikan bahwa politik uang dan politisasi SARA merupakan hambatan 
dalam mewujudkan pilkada berkualitas. Menurut dia, semua elemen bangsa, 
khususnya yang terlibat dalam pemilu harus menyatakan perlawanan pada politik 
uang.

Sebab, kata Abhan, praktik politik uang menciptakan potensi tindakan korupsi 
dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. "Politisasi SARA berpotensi 
mengganggu persaudaraan dalam negara kesatuan Indonesia," ujarnya.


--------------------------------------------------------------------------------

a.. Jusuf Kalla 












Kirim email ke