*Ada dua jenis salah paham, yaitu salah paham tak disengajakan dan salah
paham yang disengajakan. *

http://www.mediaindonesia.com/news/read/144804/pengusiran-biksu-di-kabupaten-tangerang-hanya-salah-paham/2018-02-10


Pengusiran Biksu di Kabupaten Tangerang Hanya Salah Paham

Sabtu, 10 February 2018 20:38 WIB Penulis: *Sumantri *

<http://www.mediaindonesia.com/files/news/2018/02/biksu.jpg>
<http://www.mediaindonesia.com/files/news/2018/02/biksu.jpg>

Ist

BEREDAR luas atau viral video berisikan pengusiran biksu yang dinilai kerap
melakukan peribadatan di rumahnya di Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten
Tangerang, Banten, disebut hanya merupakan kesalahpahaman.

Kasus tersebut kini sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan yang
melibatkan tokoh agama, masyarakat, dan Musyawarah Pimpinan Kecamatan
setempat.

"Itu hanya kesalahpahaman, dan saat ini biksu tersebut sudah bisa hidup
berdampingan kembali dengan masyarakat di Desa Babat," kata Kapolres
Tangerang Selatan, AKBP Fadli Widiyanto, yang didampingi Kapolsek Legok,
AKP Muchrodi, Sabtu (10/2).

Peristiwa terjadi, kata Kapolres, berawal dari adanya penolakan warga yang
menilai di rumah Biksu Mulyanto Nurhalim kerap dijadikan tempat kegiatan
kebaktian umat Budha.

Masyarakat sekitar kemudian mendatangi salah satu tokoh umat beragama Islam
setempat, KH Khoiri, untuk segera melakukan pelarangan atas kegiatan yang
digelar biksu tersebut.

"Ini tejadi pada Minggu (4/2) lalu," kata Kapolres.

Namun setelah peristiwa tersebut viral, lanjut Fadli, pada Senin (5/2) lalu
pihak kepolisan berusaha mendatangi dan mengumpulkan seluruh unsur
masyarakat di Desa Babat guna bermusyawarah. Karena tidak ada perwakilan
dari biksu, pertemuan ditunda hingga Rabu (7/2) di Kecamatan Legok.

"Alhamdulillah pada pertemuan itu semua perwakilan hadir, dan perkumpulan
biksu diwakili Romo Yos Katika," katanya.

Dari hasil pertemuan diketahui bahwa penolakan Biksu Mulyanto Nurhalim
hanya salah paham. Karena umat Budha yang datang ke rumah biksu tersebut
hanya mengantarkan makan. Mengingat Biksu Mulyanto memang tidak punya
penghasilan.

"Umat Budha datang ke biksu untuk mengantarkan makanan yang kemudian
didoakan oleh biksu supaya hidup mereka lebih berkah, bukan kebaktian,"
katanya.

Mengetahui hal tersebut, akhirnya kesalahpahaman pun cair. Dan dinyatakan
bahwa di rumah Biksu Mulyanto Nurhalim, tidak akan pernah ada kegiatan
peribadatan. Mengingat tempat itu merupakan tempat tinggal, bukan tempat
peribadatan.

"Saat ini mereka sudah hidup berdampingan lagi, dan biksu itu tetap tinggal
di rumahnya di Desa Babat, karena dia memang asli sana (Desa Babat)," kata
Kapoksek Legok, Muchrodi. (OL-2)
  • [GELORA45] ... Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com [GELORA45]
    • [GELOR... 'Karma, I Nengah [PT. BI-POS]' ineng...@chevron.com [GELORA45]

Kirim email ke