Setahu saya di agama Buda tidak ada acara kebaktian, yang ada permintaan berkah 
disamping memberi bantuan.
Sebab Biksu yang tidak bekerja tidak punya penghasilan seperti yang dibilang 
dalam tulisan ini.
Sama dengan di hindu dimana sang pendeta tidak punya penghasilan karena memang 
dilarang bekerja, tugasnya sepesialist keagamaan.
Malah kalau dicerita Mahaberata sang pendeta door to door minta sedekah, 
sehingga kunti sampai harus membilang membagi sedekah yang di bawa Arjuna.
Padahal yang dibawa Arjuna yaitu Drupadi yang didapat dari hasil Syambera di 
kerajaan Pancala, sehingga terpaksa Drupadi harus mempunyai 5 suami

From: GELORA45@yahoogroups.com [mailto:GELORA45@yahoogroups.com]
Sent: Wednesday, February 14, 2018 8:38 AM
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Pengusiran Biksu di Kabupaten Tangerang 
Hanya Salah Paham



Ada dua jenis salah paham, yaitu salah paham tak disengajakan dan salah paham 
yang disengajakan.

http://www.mediaindonesia.com/news/read/144804/pengusiran-biksu-di-kabupaten-tangerang-hanya-salah-paham/2018-02-10



Pengusiran Biksu di Kabupaten Tangerang Hanya Salah Paham

Sabtu, 10 February 2018 20:38 WIB Penulis: Sumantri

[http://mediaindonesia.com/index.php/thumbs/600x400c/news/2018/02/biksu.jpg]<http://www.mediaindonesia.com/files/news/2018/02/biksu.jpg>

Ist

BEREDAR luas atau viral video berisikan pengusiran biksu yang dinilai kerap 
melakukan peribadatan di rumahnya di Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten 
Tangerang, Banten, disebut hanya merupakan kesalahpahaman.

Kasus tersebut kini sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan yang melibatkan 
tokoh agama, masyarakat, dan Musyawarah Pimpinan Kecamatan setempat.

"Itu hanya kesalahpahaman, dan saat ini biksu tersebut sudah bisa hidup 
berdampingan kembali dengan masyarakat di Desa Babat," kata Kapolres Tangerang 
Selatan, AKBP Fadli Widiyanto, yang didampingi Kapolsek Legok, AKP Muchrodi, 
Sabtu (10/2).

Peristiwa terjadi, kata Kapolres, berawal dari adanya penolakan warga yang 
menilai di rumah Biksu Mulyanto Nurhalim kerap dijadikan tempat kegiatan 
kebaktian umat Budha.

Masyarakat sekitar kemudian mendatangi salah satu tokoh umat beragama Islam 
setempat, KH Khoiri, untuk segera melakukan pelarangan atas kegiatan yang 
digelar biksu tersebut.

"Ini tejadi pada Minggu (4/2) lalu," kata Kapolres.

Namun setelah peristiwa tersebut viral, lanjut Fadli, pada Senin (5/2) lalu 
pihak kepolisan berusaha mendatangi dan mengumpulkan seluruh unsur masyarakat 
di Desa Babat guna bermusyawarah. Karena tidak ada perwakilan dari biksu, 
pertemuan ditunda hingga Rabu (7/2) di Kecamatan Legok.

"Alhamdulillah pada pertemuan itu semua perwakilan hadir, dan perkumpulan biksu 
diwakili Romo Yos Katika," katanya.

Dari hasil pertemuan diketahui bahwa penolakan Biksu Mulyanto Nurhalim hanya 
salah paham. Karena umat Budha yang datang ke rumah biksu tersebut hanya 
mengantarkan makan. Mengingat Biksu Mulyanto memang tidak punya penghasilan.

"Umat Budha datang ke biksu untuk mengantarkan makanan yang kemudian didoakan 
oleh biksu supaya hidup mereka lebih berkah, bukan kebaktian," katanya.

Mengetahui hal tersebut, akhirnya kesalahpahaman pun cair. Dan dinyatakan bahwa 
di rumah Biksu Mulyanto Nurhalim, tidak akan pernah ada kegiatan peribadatan. 
Mengingat tempat itu merupakan tempat tinggal, bukan tempat peribadatan.

"Saat ini mereka sudah hidup berdampingan lagi, dan biksu itu tetap tinggal di 
rumahnya di Desa Babat, karena dia memang asli sana (Desa Babat)," kata 
Kapoksek Legok, Muchrodi. (OL-2)




  • [GELORA45] ... Sunny ambon ilmeseng...@gmail.com [GELORA45]
    • [GELOR... 'Karma, I Nengah [PT. BI-POS]' ineng...@chevron.com [GELORA45]

Kirim email ke