Hahahaa, ... katanya pengagum dan murid baik Ketua Mao, ... kok jadi keluarkan 
pernyataan macam begini???!!! Bukankah Ketua Mao jelas menyatakan “Saat kita 
lemah menyingkir, saat musuh lelah kita ganggu, saat musuh lemah kita gempur!” 
Tentu saja TIDAK ADA LOGIKA saat kita lemah, kecil jangan bergerak, TIDUR SAJA 
dalam tempurung yg nyaman itu! 

Menyingkir tentu saja BUKAN dimaksudkan ngiprit, atau lari kebirit-birit, neng! 
Maksud Ketua Mao menyingkir, susunlah kekuatan lebih baik, ajaklah musuh 
kucing-kucingan, berputar-putar, ... cari kesempatan dan kondisi dilain kita 
yang “KECIL” itu berada dipihak yang unggul. Artinya, PRINSIP PERJUANGAN yang 
diajukan Ketua Mao itu, saat kita menghadapi kekuatan musuh yg jauh lebih 
besar/kuat, jangan dilawan berhadap-hadapan secara frontal. Itu namanya bunuh 
diri! Dan, ... BERJUANG bukan untuk KALAH! Pantaslah orang2 macam nenek dalam 
tempurung ini kalah melulu, dari kegagalan yang satu kekalahan yang lain, ... 
dan akhirnya gak bisa bangun-bangun lagi! 

Lalu, berlagak jagoan yang udah menang melecehkan PERJUANGAN orang lain, ..... 
haaaiiiyaaa!


From: Tatiana Lukman 
Sent: Wednesday, February 14, 2018 5:29 AM
To: GELORA45@yahoogroups.com ; Yahoogroups ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; 
Harry Singgih ; Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; 
in...@ozemail.com.au ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; 
da...@telia.com ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; 
Nunu Nugroho ; Chan CT 
Subject: Re: [GELORA45] Tiongkok akan membangun basis militer di Afganistan

si Chan terus membelejeti dirinya sendiri sebagai orang yang betul-betul 
REAKSIONER!!! Logikanya adalah logika kaum remo dan kaum imperialis, kekuatan 
rakyat masih kecil, dan musuh besar, ya sudah jangan bergerak... terima saja; 
penghisapan tidak bisa dihapus segera, ya sudah terima saja penghisapan 
kapitalisnya... Begitulah logika si Chan. Sedangkan Mao mengajar logikanya 
rakyat adalah berjuang, gagal, berjuang, gagal, berjuang terus sampai menang!!! 



On Monday, February 12, 2018 5:26 PM, "'Chan CT' sa...@netvigator.com 
[GELORA45]" <GELORA45@yahoogroups.com> wrote:




  
Berjuang itu bukan hanya berteriak-teriak saja seperti kodok berkoak-koak, 
....! Gerakkan massa lakukan aksi-aksi demo juga harus diperhitungkan BENAR 
kekuatan RAKYAT dan kekuatn MUSUH, dan, ... diperhitungkan betul TUNTUTAN 
mendesak yang harus didahulukan dan kemungkinan bisa dicapai, bukan main 
seruduk dengan asal-asalan saja dan akhirnya digebuk tidak berbalas dan, ... 
akhirnya RAKYAT banyak TIDAK BERDOSA jatuh jadi KORBAN saja! Pada saat BELUM 
ada SENJATA, ... perlawanan, perjuangan rakyat juga dijalankan sesuai dan 
sebatas kemampuan diri, kekuatan RAKYAT yg sudah terorganisasi, TIDAK menuntut 
berlebih diluar kemampaun! Perjuangkanlah sekuat tenaga sebatas kemampuan 
RAKYAT apa yang kiranya bisa dicapai ditingkat sekarang ini saja. 

Ganyang imperialisme AS, setelah tahun 1972 Ketua Mao bersalaman dengan 
Presiden Nixon, memang tidak seharusnya diteriakkan lagi, tapi PERJUANGAN 
dengan tujuan mengalahkan imperialisme TETAP BERLANGSUNG dengan bentuk “damai”, 
khususnya dibidang ekonomi, politik, diplomasi terus berlangsung dan TIDAK 
KALAH sengitnya! Inilah yang selama 40 tahun ini terjadi, dan nampak jelas RRT 
sekarang mulai berada diatas angin, sedang AS terus terpojok saja, ... Saya 
YAKIN seandainya saja Ketua Mao diberi umur panjang, beliau juga akan 
mengoreksi KESALAHAN dan menjalankan apa yang sedang berjalan di Tiongkok 
sekarang ini, ...!


From: Tatiana Lukman 
Sent: Sunday, February 11, 2018 10:29 PM
To: Chan CT ; Yahoogroups ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Harry Singgih ; 
Farida Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; 
in...@ozemail..com.au ; Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; 
da...@telia.com ; Sie Tik Tan ; Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; 
GELORA_In ; Nunu Nugroho 
Subject: Re: [GELORA45] Tiongkok akan membangun basis militer di Afganistan

Tunjukkan contoh kongkrit di mana Tiongkok kapitalis menyerukan ganyang AS!!! 
Jaman Mao, yang katanya miskin, kok punya keberanian untuk ganyang AS dan 
memberi solidaritas kepada rakyat sedunia... Mana sekarang solidaritasnya 
dengan perjuangan rakyat sedunia??? Lha wong kaum pemodalnya ngibulin dan 
menggusuri kaum tani di Indonesia, di Laos, kok kamu masih nggak punya malu 
untuk bilang Tkk bangun basis militer untuk ganyang AS!!! Ganyang AS neneklu! 
Kamu menghina dan mengejek rakyat yang bermanifestasi. rupanya  kamu tidak tahu 
bahwa demo itu ada resikonya, ditangkap, dipukuli , dipenjara bahkan bisa 
mati!! Kamu sudah lupa dulu di Indonesia, jaman Sukarno, juga sering ada demo 
anti AS... Jadi demo dulu pada jaman sukarno juga tidak ada artinya ya??? Lalu 
gimana caranya rakyat mengemukakan pendapat dan perlawanannya?? gimana dengan 
manifestasi warga kampung Kapok Poglar di jakarta sekarang ini? Mereka nggak 
punya senjata, nggak punya nuklir, lantas bagaimana menghadapi penggusuran 
lahan  dan rumahnya. tolong kasih nasihat kepada para keluarga penolak 
penggusuran itu!!! Kalau menurut logika remomu, warga harus diam saja, menerima 
saja penggusuran, karena tidak punya senjata, tidak punya apa-apa, kecuali 
nyawanya...



On Sunday, February 11, 2018 3:07 PM, Chan CT <sa...@netvigator.com> wrote:




Lalu, ... bagaimana pemikiran nenek yg satu ini menghadapi dan melawan 
imperialisme AS, yg bukan saja memiliki puluhan armada kapal induk, begitu 
banyak sudah terbangun basis-mi9liter diberbagai negara didunia? Cukup dengan 
berteriak-teriak “GANYANG Imperialisme AS!” dan berdemo-demo ria saja? 

Kenyataan basis militer AS yg dibangun dibanyak negara untuk menundukkn negara 
tsb dan kangkangi dunia, sedang basis militer yg hendak dibangun RRT adalah 
untuk melawan imperialisme AS yg sampai sekarang mengangkangi dunia!

Kalau saja, AS dan negara-maju boleh memiliki senjata-senjata modern yg ampuh 
dan mematikan sampai pada rudal dan nuklir, kenapa pula RRT tidak boleh, lalu 
menuding sama dengan imperialisme? 



From: Tatiana Lukman jetaimemuc...@yahoo.com [GELORA45] 
Sent: Saturday, February 10, 2018 12:41 AM
To: Yahoogroups ; Daeng ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Harry Singgih ; Farida 
Ishaja ; Gol ; Mitri ; Lingkar Sitompul ; Ronggo A. ; in...@ozemail.com.au ; 
Billy Gunadi ; Oman Romana ; Harsono Sutedjo ; da...@telia.com ; Sie Tik Tan ; 
Sahala Silalahi ; Tjoa ; Andreas Sungkono ; GELORA_In ; Nunu Nugroho 
Subject: [GELORA45] Tiongkok akan membangun basis militer di Afganistan

  
Sayang beritanya dalam bahasa Spanyol. Inilah hasil "kejayaan" dan "keunggulan" 
sistim kapitalisme dengan ciri Tkk yang dibanggakan Chan: terus membangun basis 
militer... Kali ini di Afganistan dengan alasan menghadapi terorisme...Di 
mana-mana Tkk dengan sangat agresif membangun pengaruh ekonominya dan 
militernya. Kontradiksi antar imperialis terus meningkat, terutama antara AS 
dan Tiongkok dan antara AS+EU dan Rusia. Semuanya rebutan pasar, ruang untuk 
penanaman modalnya, kekayaan alam/bahan baku dan pengaruh. Masing-masing 
menjaga dan membela kepentingan nasional masing-masing dan kaum pemodal. Kedua 
Perang Dunia pada hakekatnya adalah perang antar imperialis, karena imperialis 
adalah sumber perang yang sebenarnya. Hanya perjuangan rakyat yang bisa 
mencegah perang dunia.


China construirá una base militar en Afganistán para hacer frente a la 
expansión del terrorismo hacia Asia
<!--[if !vml]--><!--[endif]-->
 
Resumen Medio Oriente/ 8 de febrero 2018 .-
China ha estado en conversaciones con el vecino Afganistán para ayudar a 
construir una base militar allí, en medio de preocupaciones de Pekín por la 
expansión del Daesh al territorio afgano y por los militantes uigures que 
regresan al territorio chino desde Siria e Iraq, dijeron funcionarios afganos.
La base militar se construirá en el remoto y montañoso Corredor Wakhan, en el 
noreste de Afganistán, donde testigos informaron haber visto soldados chinos y 
afganos realizando patrullas conjuntas, informó AFP el viernes.
El informe citó al portavoz adjunto del Ministerio de Defensa de Afganistán, 
Mohammad Radmanesh, que dijo que responsables chinos y afganos habían discutido 
el plan durante unas conversaciones en diciembre del año pasado en la capital 
china, pero añadieron que “aún están trabajando en los detalles.”
“Vamos a construirla (la base) y el gobierno chino se ha comprometido a ayudar 
financieramente al Ejército afgano y a proporcionar equipos y entrenar a los 
soldados afganos”, dijo Radmanesh.
En respuesta a las preguntas sobre el proyecto, un alto funcionario de la 
Embajada de China en Kabul solo dijo que Pekín estaba involucrado en el 
“desarrollo de las capacidades” de Afganistán.
El congelado y árido territorio fronterizo situado entre Afganistán y la región 
de Xinjiang de China es escenario, sin embargo, de contactos entre los pueblos 
de ambos lados de la frontera.
La participación de China en la construcción de la base militar afgana se 
produce en un tiempo en el que el presidente chino, Xi Jinping, busca expandir 
la influencia económica y geopolítica regional de Pekín.
China está invirtiendo en la construcción de infraestructuras en el Sur de 
Asia, en un esfuerzo conocido como la Nueva Ruta de la Seda, y busca defender 
sus intereses y su seguridad a través de una presencia militar en Afganistán.
Algunos expertos señalan que el grupo terrorista Daesh, que ha sufrido graves 
derrotas en Oriente Medio, está emigrando a Afganistán con ayuda de EEUU. Eso 
podría representar una amenaza contra la seguridad de Rusia, China y los países 
de Asia Central.






Kirim email ke